Konten ini diadaptasi dari catatan perjalanan anggota grup Lin Konglong
Kesimpulan Awal: Musim hujan (Januari) bawa keluarga ke Bali 7 hari 6 malam tetap lancar, kuncinya adalah sewa Villa pribadi di Ubud sebagai basecamp saat hujan, minta supir sewa mobil untuk atur rute hindari macet, dan siapin obat nyamuk plus obat perut (cegah diare Bali). Kegiatan outdoor seperti Pura Tirta Empul dan ATV tetap bisa dijalanin kok.

Ilustrasi AI
Dari 11 sampai 17 Januari 2026, keluarga besar kami berangkat ke Bali penuh tawa. Sebelum berangkat, banyak teman yang ngasih saran soal musim hujan dan macet. Sekarang perjalanan udah selesai, saatnya bagi pengalaman asli!
Pertama, soal masalah macet yang paling ditakutin: lebih baik dari yang dibayangin! Karena rombongan kami lumayan banyak, kami sewa mobil 14 kursi. Sepanjang perjalanan, cuma pas masuk kawasan wisata padat penduduk aja kami kena macet sekitar dua jam. Sisanya lancar jaya. Jadi menurutku, pilih sewa mobil dan atur rute dengan baik emang ampuh banget buat hindari mimpi buruk macet di Bali.

Hujan deras! Cepet kabur dari pantai!! Beberapa daerah rendah udah berubah jadi sungai
Sekarang soal tantangan dan kejutan musim hujan. Iya, selama 7 hari, kami ngalamin hujan di 5 hari secara terputus-putus. Tapi musim hujan nggak selalu ribet, malah ada untungnya: suhu lebih sejuk, pemandangan lebih hijau dan segar, plus turis lebih sedikit—nggak perlu berdesakan. Tentu aja hujan deras yang tiba-tiba perlu diantisipasi (kayak foto banjir pas kami ‘kabur’ dari pantai itu, sekarang ingetnya cuma ketawa 🤣🤣). Lucunya, ramalan cuaca cuma bisa jadi patokan. Misalnya di Kuta, kami dapet peringatan badai, tapi dua hari di sana malah kebanyakan cerah, cuma sore-sore gerimis. Jadi kami sadar, di Bali mending santai aja sama cuaca, yang penting jaga fleksibilitas jadwal. Strategi kami: siapin rencana cadangan kalo hujan, misal pindah ke tempat indoor, museum, galeri seni, atau pasar. Suara hujan malah jadi musik latar perjalanan.
Referensi Cepat: Musim Hujan di Bali: Apa yang Harus Dilakukan Saat Hujan? 60 Rencana Cadangan Aktivitas Indoor di Bali
Tentu, perjalanan ini juga punya beberapa hal yang perlu kamu adaptasi: lalu lintas di pusat kota memang kurang ramah buat pejalan kaki, nyebrang jalan rasanya kayak main ‘Frogger’ versi nyata; angka nol di pecahan Rupiah yang banyak banget bikin otakku hampir overheat pas ngitung ♨️
Ini dia itinerary kita:
Hari Pertama: Tiba di Ubud, Prolog Santai Check-in Villa
Setelah penerbangan panjang, kami mendarat mulus di Bali. Proses imigrasi lebih cepat dari yang dibayangkan, setelah ambil koper, kami langsung ketemu sopir mobil sewaan yang sudah dipesan sebelumnya. Mobil melaju menjauhi hiruk-pikuk bandara, pemandangan di sepanjang jalan perlahan berubah dari gedung modern jadi sawah hijau subur dan pura-pura kecil yang indah, mengingatkan kami bahwa kami benar-benar sudah tiba di ‘Pulau Dewata’ ini.

Sesampainya di Villa yang kami booking di Ubud, rasa lelah perjalanan langsung sirna disapu pemandangan di depan mata. Villa tersembunyi di tengah rimbunnya hijau, punya kolam renang pribadi dan bale-bale santai yang luas. Anak-anak langsung bersorak begitu lihat kolam renang, sementara orang dewasa sibuk bongkar koper, buru-buru bikin teh, dan duduk di gazebo menikmati udara tenang khas Ubud. Malam harinya, ditemani simfoni alam suara jangkrik dan kodok, kami menutup hari pertama yang santai, siap mengisi energi untuk petualangan selanjutnya.

Referensi Cepat: Rekomendasi Menginap Villa Keluarga untuk Liburan Kelompok Bebas di Bali: Villa Sewa Utuh 3 Kamar/4 Kamar/5 Kamar/6 Kamar atau Lebih
Hari Kedua: Berkah Air Suci, Pemandangan Gunung Berapi, dan Eksplorasi Rasa
Hari ini penuh dengan kontras antara budaya dan pemandangan alam, seru banget.
- Pura Tirta Empul: Pagi-pagi, kami datang ke Pura Tirta Empul yang terkenal. Meskipun turisnya lumayan banyak, suasana sakral di dalam pura tetap terasa kuat. Melihat warga lokal dan turis asing antre di kolam suci untuk mandi dan berdoa, dengan ekspresi fokus dan khusyuk, hatiku jadi ikut tenang. Anak-anak penasaran banget sama ritual ‘antre di air’ ini, sementara kami jelasin makna religiusnya — jadi pengalaman budaya yang berharga.

Referensi Cepat: 【2026】Panduan Lengkap Pura Tirta Empul: Pengalaman Mandi Suci di Pura Air Paling Sakral di Bali
🔱💦 Pura Tirta Empul di Ubud, pura air suci terkenal di Bali, terkenal dengan ritual pemurnian 🙏 dan mata air suci 💧 yang membawa berkah dan keberuntungan bagi peziarah dan wisatawan ✨! ▶Promo Klook
- Kintamani: Selanjutnya, mobil meliuk naik ke pegunungan menuju Kintamani. Begitu pemandangan penuh Gunung Batur dengan danau kawah di kakinya terbentang di depan mata, seruan kagum menggema di dalam mobil. Kami menikmati makan siang di restoran dengan pemandangan, sambil mencicipi cita rasa lokal dan menyaksikan lukisan alam yang megah ini. Awan kadang melayang, membuat pemandangan gunung berapi berubah sekejap, penuh dengan puisi.

Referensi Cepat: 13 Rekomendasi Kafe & Restoran dengan Pemandangan Gunung Berapi di Kintamani Bali 🌄☕
- Desa Penglipuran: Setelah makan, kami mengunjungi Desa Penglipuran. Tempat ini lebih tenang dibandingkan tempat wisata populer, dan kamu bisa merasakan ritme kehidupan desa tradisional Bali. Berjalan-jalan di sini, kamu bisa melihat penduduk desa fokus pada kerajinan tangan atau mengobrol santai, seolah waktu berjalan lebih lambat.

Referensi Cepat: Desa Penglipuran yang Melintasi Waktu: Rasakan Pesona Kuno Bali
🏘️✨ Desa Penglipuran—desa tradisional terindah di Bali, budaya Bali yang terjaga utuh 🌺, terkenal dengan jalanan yang rapi 🛤️, hutan bambu 🎋, dan arsitektur tradisional 🏛️, dijuluki ‘Desa Terbersih di Indonesia’ 🧹! ▶Paket Promo Klook
- Kebun Kopi Luwak: Ini adalah titik pengalaman seru dalam perjalanan. Pemandu menjelaskan secara detail proses unik dari pohon kopi hingga ‘kopi luwak’. Kami mencicipi berbagai kopi dan teh gratis, termasuk kopi luwak yang terkenal. Sejujurnya, rasanya tidak se-spektakuler yang dibayangkan, mungkin teksturnya unik, tapi harganya memang mahal. Namun, seluruh area kebun ini asri, seperti kebun raya tropis mini, menghabiskan sekitar satu jam untuk jalan-jalan, belajar, dan membeli beberapa biji kopi biasa sebagai oleh-oleh, itu adalah itinerary yang oke.
- Makan Siang: Tegukopi Restoran ini punya suasana yang cukup unik, makanannya memadukan cita rasa lokal dengan masakan modern. Kami memesan beberapa hidangan andalan, semuanya menikmati dengan lahap, tempat yang pas untuk mengisi tenaga.
- Rotu Isyona Beauty Spa: Setelah seharian beraktivitas, waktu Spa di sore hari terasa seperti surga. Terapisnya handal, tekanannya pas, membuat otot-otot tegang kami benar-benar rileks. Dalam wewangian minyak esensial, hampir tertidur karena nyaman. Pijat dengan value for money tinggi di Bali, memang ritual kebahagiaan yang wajib setiap hari.
- Delta Supermarket: Setelah pijat, badan segar bugar, kami pergi ke Delta Supermarket untuk belanja. Di sini barangnya lengkap, dari makanan segar, camilan, hingga kebutuhan sehari-hari. Kami membeli beberapa buah, minuman, dan juga beberapa bungkus mi instan Indonesia yang terkenal, sebagai persiapan untuk ‘masak sendiri’ malam hari.
- Makan malam: Masak Indomie di Villa Kedengarannya sederhana, tapi di dapur villa, sekeluarga masak Indomie bareng, tambah telur dan sayur, duduk melingkar di meja makan sambil ngobrolin serunya hari itu. Momen sehari-hari yang nggak direncanakan ini justru jadi salah satu kenangan paling hangat dan nggak terlupakan selama liburan. Santai, bebas, tanpa tekanan—penutup sempurna buat hari yang penuh kegiatan.
Hari Ketiga: Antara Alam Spiritual dan Keramaian Pasar
Hari ini penuh kontras dan kejutan—dari hutan ke sawah terasering, dari pohon keramat ke istana—merasakan beragam wajah Bali.
- Hutan Monyet Sangeh (Sangeh Monkey Forest): Kami masuk dengan perasaan campur aduk antara penasaran dan deg-degan, soalnya denger-denger monyet di Ubud Monkey Forest sama sekali nggak takut sama manusia. Mereka lincah banget, lompat-lompat, kejar-kejaran, bahkan nyoba rebut makanan atau kantong plastik yang “kelihatan banget” dari tangan pengunjung. Kami pegang teguh prinsip “jangan makan, jangan tatap mata, jangan sentuh”, sambil jaga jarak ngamati tingkah laku mereka. Anak-anak lihat campur aduk antara tegang dan seru. Untungnya monyet di sini lebih jinak! Tapi ini jadi pelajaran hidup buat kita buat lebih menghormati satwa liar.
🐒 Tiket Masuk Ubud Monkey Forest ▶ Promo Klook
Harga tiket tempat kayak gini bisa berubah tergantung musim, mending cek Daftar Harga Tiket Masuk Bali sebelum berangkat biar dapat info terbaru.

- Sawah Terasering Jatiluwih: Lanjut naik mobil ke Jatiluwih, sawah terasering yang masuk Warisan Dunia UNESCO. Hamparan hijau bertingkat mengikuti kontur bukit, pemandangannya luas dan tenang. Mungkin karena cuaca atau musim, pemandangan keseluruhan “biasa aja sih”, nggak sespektakuler yang dibayangkan. Tapi tetap worth it buat cari udara segar dan merasakan ketenangan pertanian tradisional Bali.

Referensi Cepat: Panduan Dua Sawah Terasering Besar di Bali: Tegalalang vs Jatiluwih — Tiket Masuk Berapa? Waktu/Musim Terbaik?
- Pohon Keramat Wisata Kayu Putih: Sebaliknya, tempat pohon keramat ini bikin kami kaget—dalam arti positif! Pohon kayu putih raksasa ini terasa sakral dan penuh energi spiritual. Berdiri di bawah pohon raksasa, manusia jadi terasa kecil banget. Jalur hutan di sekitarnya sepi, udaranya kayak penuh ketenangan yang bikin hati langsung adem. Ini highlight terbaik hari itu, wajib banget direkomendasiin buat traveler yang suka alam dan suasana hening.

- Puri Ubud (Ubud Palace) & Pasar Ubud (Ubud Market): Sore balik ke pusat Ubud. Puri Ubud ukurannya nggak gede, tapi ukiran bangunannya detail, kental nuansa kerajaan tradisional. Pasar Ubud yang di sebelahnya super rame—dari kerajinan tangan, tas anyaman, sampai kain sarung, ada semua. Di sini kamu bisa seru-seruan nawar (inget, mulai dari harga sepertiga!), cari oleh-oleh khas buat keluarga dan teman.

- Makan Siang: Jatiluwih Resto Restoran di samping area sawah terasering ini punya pemandangan yang juara banget. Sambil menikmati makanan sederhana dari bahan lokal, kamu bisa lihat hamparan sawah yang luas banget — rasanya makanan jadi makin sedap karena aroma alam.
🛕🐒🌿 Tur Sehari Ubud, eksplor spot IG hits, nikmati keindahan alam yang spektakuler, cobain kuliner lokal dan kopi luwak ☕📸, perpaduan sempurna budaya dan alam ▶Klook 100+ Pilihan Tur
- Makan Malam: Taman Dedari Ini restoran dengan pemandangan yang super cantik. Kami pesan bebek betutu yang terkenal, tapi rasanya biasa aja sih, gak terlalu recommended. Tapi, kopi dan minumannya oke punya, apalagi kalau sore duduk di taman sambil nikmatin angin sepoi dan senja — pemandangan lembah Ubud keliatan semua. Tempat ini wajib banget buat ngopi sambil lihat pemandangan.


Referensi Cepat: 【Rekomendasi Kuliner + Pemandangan Ubud】Taman Dedari
🌸✨ Taman Dedari — taman tersembunyi di Bali yang kayak surga 🏞️, punya patung bidadari raksasa yang super estetik 💦, kolam alami 🏊, dan hutan tropis 🌿. Tempat healing yang kece abis 🧘♀️! ▶Klook Paket Makan Promo
- Malam: Spa di Villa Balik ke Villa, nikmatin lagi layanan Spa pribadi. Relaksasi total di lingkungan yang udah familiar, ditemani suara alam malam hari — ini cara paling ampuh buat hilangin capek seharian.
Referensi Cepat: Panduan SPA Pribadi Villa/Hotel
Hari Keempat: Eksplorasi Desa Kuno & Pesona Pantai di Pesisir Timur
Hari ini kita melangkah ke bagian timur Bali, merasakan sisi yang lebih alami dan tenang.
- Desa Tenganan Pegringsingan: Sebuah desa kuno yang terawat baik (Bali Aga) dengan struktur sosial dan tradisi unik. Jalan-jalannya rapi, tenang, dan penuh wibawa. Kami melihat penduduk desa menenun kain tenun ganda terkenal ‘Geringsing’ — prosesnya rumit, warnanya klasik. Nggak ada hiruk-pikuk komersial di sini, cuma sejarah yang kental. Jalan-jalan di sini tuh kayak lagi jalan-jalan lintas waktu banget.
- Tirta Gangga Water Palace: Lanjut ke istana air kerajaan. Tempat ini surganya fotografer! Kolam yang indah, air mancur, patung batu, dan teratai saling melengkapi. Di kolamnya juga ada ikan koi yang gemuk-gemuk. Seru banget main lompat-lompat di batu pijakan di atas air — cocok buat anak-anak maupun dewasa. Seluruh taman penuh ketenangan dan kesejukan, bikin betah.
- Bukit Asah Desa Bugbug: Terakhir kita ke spot tersembunyi di pesisir timur ini. Bukan pantai pasir halus, tapi bukit hijau di tepi laut (Bukit). Pemandangannya super luas, bisa lihat laut biru dan karang dari atas. Banyak warga lokal dan turis yang piknik santai, main layangan — suasananya santai banget. Kami di sini menunggu sunset, merasakan vibe pantai yang beda banget sama Kuta.
🛕🌿 Tur Sehari ke Tempat Ikonik di Bali Timur ▶ Diskon Klook
- Makan Siang: Kbri Restoran lokal sederhana yang menyajikan masakan Indonesia autentik. Cepat isi tenaga buat lanjut perjalanan siang.
- Makan Malam: Pesan Bebek Tepi Sawah (Bebek Goreng Kotor) Setelah pengalaman ‘Taman Peri’ kemarin, ekspektasi kami terhadap bebek kotor sebenarnya sudah turun. Tapi malam ini, kami minta bantuan管家 Villa untuk memesan takeaway bebek kotor terkenal ‘Bebek Tepi Sawah’. Pas makanannya datang, aromanya semerbak, daging bebeknya digoreng super renyah, ditambah saus dan lauk yang melimpah — cuma bisa digambarkan dengan ‘enak banget’! Ini baru standar bebek kotor yang sebenarnya! Santap makanan enak dengan santai di Villa, model minta管家 bantu pesan takeaway, lalu bayar cash ke dia, ini bener-bener praktis dan贴心 buat liburan keluarga, bikin kita ngerasain serunya nginep di Villa pribadi.
▶ Pengalaman Kuliner Bebek Tepi Sawah di Ubud / Kuta / Seminyak
Hari Kelima: Keseimbangan Sempurna antara Adrenalin dan Belanja Santai
Perjalanan masuk hari kelima, kita jadwalkan aktivitas yang paling ditunggu anggota muda.
- **Pengalaman ATV: ** Ini puncak hari itu! Kita sampai di arena ATV, setelah instruksi singkat dari pelatih, langsung gas masuk ke hutan, sawah, dan jalur becek. Nyebrang sungai, nanjak, turun, pemandangan alam di sepanjang jalan super asli dan indah. Buat anak muda yang suka tantangan dan petualangan, ini wajib banget dicoba! Meskipun badan bisa belepotan lumpur, tapi sensasi ngebut dan ketawa lepas itu jadi salah satu kenangan paling berkesan selama liburan.

ATV menurutku nggak cocok buat orang tua dan anak di bawah 7 tahun, terlalu seru takut jatuh 😄
Referensi Cepat: Petualangan ATV di Bali: Rasakan Sensasi dan Kebebasan di Surga Tropis (Tips + FAQ + Rekomendasi Operator)
- **Perpisahan Terakhir dengan Ubud dan Pijat: ** Sorenya balik ke Ubud, kita belanja terakhir buat nambah oleh-oleh yang kurang. Abis itu, kita pijat lagi. Kali ini coba pijat refleksi kaki, tekanan akurat dari terapis bikin kaki yang lelah seharian langsung terasa lega, rasanya dari telapak kaki menjalar ke seluruh tubuh, bikin ketagihan.
- Makan Siang/Malam: This is Bali Nama restoran ini to the point banget, kita makan di sini dengan menu campuran Barat dan Indonesia. Suasananya santai, pilihan makanannya banyak, bisa memenuhi selera beda dari keluarga besar, cocok banget jadi tempat isi energi seharian. (Lokasinya ada di Peta Panduan Ubud)
Lebih Banyak Seru-seruan di Ubud: Makan, Main, dan Nongkrong

Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Sawah terasering yang hijau, hutan yang tenang, dan tradisi yang kental bikin siapa pun betah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau rileks, baik itu menjelajahi budaya lokal, menikmati alam, atau nyobain aktivitas seru plus kuliner dengan pemandangan kece. Ubud pasti kasih pengalaman yang beda! Mau tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Rekomendasi Tempat Nginep di Ubud
- 【Rekomendasi Menginap di Ubud, Bali】30+ Pilihan Akomodasi Khas Ubud, Rasakan Petualangan Magis di Tengah Pemandangan Alam Bali!
- 【Rekomendasi Penginapan Ubud】Villa dengan Kolam Renang Pribadi di Ubud: Surga Tersembunyi, 20+ Villa Bali yang Bikin Tercengang
- 10 Rekomendasi Penginapan Yoga di Ubud, Bali: Perpaduan Kelas Yoga dan Relaksasi Jiwa yang Impian
- 18 Resor Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Kelompok ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Ubud untuk 3, 4, 5, 6+ Kamar, Cocok untuk Keluarga
Hari Keenam: Pamitan dari Ubud, Nikmati Suasana Pantai Kuta
Hari ini kita pindah dari pusat budaya Ubud ke kawasan pantai Kuta yang lebih ramai.










Kita menginap di hotel Kuta Amnaya Resort, pemenang 2025 Agoda Traveller Review Awards
- Check-out Villa & Bintang Supermarket: Dengan sedikit berat hati, kami pamitan dari villa nyaman yang sudah ditempati beberapa hari. Sebelum pindah, kami mampir ke supermarket lokal Bintang Supermarket untuk belanja terakhir. Tempat ini cocok banget buat beli oleh-oleh kayak kopi, camilan, dan saus—lengkap dan harganya transparan.
- Pura Tanah Lot: Di perjalanan menuju Kuta, kami singgah di ikonik Pura Tanah Lot. Meskipun ramai wisatawan, pura yang berdiri di atas batu karang di tengah laut ini tetap megah banget. Kami mendekat saat air surut, merasakan deburan ombak, dan tentu saja foto-foto klasik.
Referensi Cepat: Panduan Lengkap Pura Tanah Lot: Info Pasang Surut & Tempat Sekitar
🛕🌊🌅 Pura Tanah Lot, destinasi sunset wajib di Bali, nikmati pemandangan laut yang epik dan nuansa religius ▶ Diskon Klook
- Krisna Oleh Oleh Bali: Toko oleh-oleh besar ini jual semuanya—dari baju, aksesoris, kerajinan tangan, sampai makanan. Harganya tetap, jadi nggak bisa nawar, tapi cocok banget buat kamu yang mau borong oleh-oleh sekaligus tanpa repot banding-banding harga.
- Check-in Amnaya Kuta Resort & Pantai Kuta: Sore harinya kami check-in di Amnaya Kuta Resort. Suasananya modern dan nyaman, beda banget sama villa di Ubud. Setelah beres, kami jalan kaki ke Pantai Kuta. Lihat peselancar, orang-orang menikmati matahari terbenam—seru banget, Bali yang ramai dan penuh energi!
▶Amnaya Kuta Resort Link Pemesanan Trip Booking
- Bamboo Bar & Grill: Setelah makan malam, kita mampir ke bar pinggir pantai ini. Pesan koktail, duduk di kursi yang nyaman, penampilan band live-nya keren banget, lagu-lagunya familiar, suasananya seru tapi nggak berisik. Sambil menikmati angin laut dan musik, bener-bener larut dalam ritme liburan di Bali.
- Makan Siang: Kurnia Seafood Restoran yang terkenal dengan seafood-nya, bahan-bahannya segar, cara masaknya bisa dipilih. Kita puas banget menyantap lobster, kepiting, dan aneka ikan — benar-benar memuaskan.
- Makan Malam: Shinta Warung Pilih warung kecil yang menyajikan masakan rumahan khas Indonesia ini. Harganya ramah di kantong, rasanya autentik, bikin kita merasakan keseharian warga lokal yang lebih dekat.
Lebih Banyak Seru-Seruan di Kuta: Makan, Main, Nongkrong

Kuta adalah salah satu spot wisata paling hidup di Bali. Dikenal dengan nightlife yang rame, jalanan yang sibuk, dan pantai yang cocok banget buat pemula yang mau belajar surfing — bikin traveler dari seluruh dunia betah berlama-lama. Di sini, kamu bakal nemuin banyak banget toko, restoran, dan tempat hiburan. Pokoknya surga buat yang suka belanja dan cari sensasi! Mau ngerasain party seru atau sekadar lihat sunset cantik, Kuta bakal bikin liburanmu penuh kenangan kece.
Mau tahu lebih banyak tips soal Kuta? Klik di sini
Rekomendasi Tempat Nginep di Kuta
- 18 Hotel Pilihan di Dekat Pantai Kuta
- 12 Hotel Terbaik di Pusat Kota Kuta
- Liburan Grup ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Kuta — 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih, Cocok buat Keluarga
Hari Ketujuh: Pulang dengan Puas
Perjalanan sampai di penghujung.
- Pagi harinya, manfaatkan waktu terakhir untuk jalan-jalan santai di Sogo Department Store di pusat kota Kuta.
- Lalu kembali ke Amnaya Kuta Resort untuk check-out, bawa koper penuh kenangan, dan berangkat ke bandara.
- Di lounge bandara Flight Club, kami menikmati makan siang sederhana sambil menunggu pesawat dengan nyaman. Ini jadi penutup yang memuaskan untuk perjalanan keluarga yang lancar dan sempurna ini.
Catatan Perjalanan & Tips Praktis

Berdasarkan pengalaman langsung kali ini, kami rangkum beberapa tips kecil berikut buat kamu yang berencana ke sini:
- Penukaran Uang: Di sana, kurs dolar AS ke Rupiah biasanya lebih baik daripada pakai NT$ atau mata uang lain. Saran bawa dolar AS tunai, lalu tukar di money changer resmi di kota. Referensi cepat: Panduan Lengkap Penukaran Uang di Indonesia/Bali: Pakai Uang Apa? Cara Tukar Paling Hemat? Di Mana Tempat Terbaik?
- Internet: Kartu fisik DJB yang kami pakai sinyalnya super stabil, lancar sepanjang perjalanan. Navigasi, komunikasi, cari info — semuanya oke, sangat andal. Referensi cepat: 【Wajib Bawa】Cara Urus Internet/SIM Card/eSIM di Bali?
- Belanja & Banding Harga: Harga di supermarket belum tentu lebih murah daripada pedagang kaki lima, apalagi untuk oleh-oleh. Di pedagang kaki lima biasanya bisa tawar, sementara supermarket harga tetap. Saran bandingin dulu sesuai jenis barang sebelum beli.
- Transportasi: Buat perjalanan pendek di kota atau pesan kendaraan dadakan, aplikasi Gojek atau Grab sangat praktis dan terjangkau, jadi alternatif selain sewa mobil. Referensi cepat: Grab atau Gojek? Panduan Lengkap Daftar, Pakai, & Isi Saldo Gojek & GoPay di Indonesia/Bali
- Anti Nyamuk & Serangga: Di Bali lalat dan nyamuknya banyak, apalagi dekat sawah atau menjelang sore. Obat anti nyamuk wajib banget dibawa setiap hari, jangan lupa bawa dan semprot ulang secara rutin. Referensi cepat: Daftar Obat & Perlengkapan Kesehatan Wajib untuk Liburan ke Bali? Cara Beli Anti Nyamuk & Sunscreen?
- Jaga Kesehatan Pencernaan (Terbukti Ampuh): Biar nggak kena masalah perut, kami terapkan beberapa hal ini dengan ketat, dan seluruh rombongan nggak ada yang sakit perut:
-
- Setiap pagi, minum satu probiotik sebelum makan.
- Minum dan gosok gigi pakai air kemasan.
- Hati-hati saat mandi, jangan sampai tanpa sengaja minum air keran.
- Saat makan di luar, lap peralatan makan dengan tisu alkohol (terutama buat anak-anak).
- Pilih restoran yang bersih dan punya reputasi bagus sebagai prioritas.
- Cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer sebelum makan.
Tips Liburan di Musim Hujan
Pesona Bali justru bersinar dari kekacauan kecil yang bikin tempat ini nggak tergantikan. Aku jatuh cinta banget sama banyak momen di sini:
- Baik di desa maupun hotel, selalu ada orang yang duduk tenang di bale bengong — santai dan slow living khas Bali banget.
- Senyum tulus dan polos penduduk lokal selalu menghangatkan setiap kali aku bertanya jalan atau ngobrol.
- Meski pariwisata sudah berkembang bertahun-tahun, jiwa inti Bali — suasana khusyuk dan damai — kayak beku dalam waktu, masih sama seperti ingatanku 20-30 tahun lalu.
- Kuliner lokal yang bikin kangen, dari bebek betutu yang renyah sampai mie goreng Indonesia yang wok hei-nya nendang, setiap hari memanjakan lidah.
- Bisa menikmati pijat setiap hari dengan harga yang nggak masuk akal murahnya, bikin capek perjalanan luntur ditelan minyak aromaterapi dan pijatan.
- Malam hari, duduk di beach bar sambil mabuk ringan, dengerin live band, kaki di pasir halus, di depan mata bintang-bintang, di telinga simfoni ombak dan musik.
Terakhir, harus diakui kami sangat beruntung. Liburan keluarga kali ini semua happy, dan pulang dengan sehat dan selamat. Sebelum berangkat kami siap-siap, misalnya tiap pagi rutin minum probiotik, mungkin itu yang bikin efek — nggak ada satu pun yang diare atau nggak cocok dengan lingkungan. Selain itu, kami nggak nemu kejadian tidak menyenangkan seperti copet atau penipuan, imigrasi di bandara cepat lancar, dan kondisi lalu lintas secara umum masih terkendali.
Melihat ke belakang, trip keluarga ke Bali ini bisa dibilang liburan yang sempurna dan penuh kenangan hangat. Ini bukti lagi, asal bawa hati terbuka dan persiapan secukupnya, meski musim hujan pun kita bisa menikmati sinar matahari dan senyum paling memesona dari Bali.
Kamu pikir itinerary dari Lin Konglong seru banget? Yuk, segera atur liburan seru ke Bali versi kamu sendiri! Jangan lupa juga join grup dan share itinerary kamu ya!

Klik di sini buat lihat lebih banyak cerita perjalanan seru di Bali
Kamu juga pengen nulis cerita perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh lihat panduan 「Cara Nulis Cerita Perjalanan Bali yang Keren」, biar cerita kamu makin kece!
Belum ada diskusi — jadilah yang pertama bertanya.