Cerita ini diadaptasi dari postingan anggota grup Libra Li:
Kesimpulan di depan: Keluarga 2 dewasa + 2 anak kecil 26 hari keliling Kuala Lumpur, Bali, Lombok (termasuk Gili T), total biaya sekitar USD$5.806 (termasuk tiket pesawat, visa, asuransi, SIM card, akomodasi, transportasi, dan makan semua). Ini bukti kalau liburan panjang ke beberapa negara Asia Tenggara bareng anak kecil juga bisa tetap di budget yang masuk akal.
Makasih banget buat grup ini yang udah jadi sumber informasi berharga, aku jadi bisa belajar dari pengalaman dan pengetahuan kalian semua. Kali ini aku juga pengen berbagi cerita perjalanan keluarga kecilku — kami sekeluarga berempat jalan-jalan dari 31 Juli sampai 25 Agustus 2024, mampir ke Kuala Lumpur, Bali, dan Lombok (termasuk Gili T). Ini pertama kalinya aku bikin rangkuman perjalanan dan berbagi dengan teman-teman online, semoga kalian suka ya! 😄
Ringkasan Perjalanan:
Jumlah orang: 2 dewasa + 2 anak kecil (usia 4 dan 6 tahun)
Total biaya: 26 hari habis USD$5.806, sudah termasuk semua tiket pesawat, visa, asuransi, SIM card, akomodasi, transportasi, dan makan. Kami usahakan budget tetap terkontrol biar perjalanan seru tapi tetap hemat.
Tiket Pesawat & Transportasi:
Penerbangan pulang-pergi Kaohsiung-Kuala Lumpur:
- 31 Juli OD891 KHH-KUL 17:40-22:05
- 25 Agustus OD890 KUL-KHH 02:40-07:25
- Kami memilih berangkat dari Kaohsiung transit Kuala Lumpur, karena harga tiket langsung dari Taipei mahal banget! Tiket pulang-pergi 4 orang plus bagasi 30 kg, total habis USD$512.
Penerbangan sekali jalan Kuala Lumpur-Bali:
- 4 Agustus KUL-DPS OD193 14:00-17:00
- 4 orang sekali jalan plus bagasi 30 kg, total habis USD$261.
Penerbangan sekali jalan Lombok-Kuala Lumpur:
- 24 Agustus LOP-KUL OD367 19:45-23:00
- 4 orang sekali jalan plus bagasi 30 kg, total habis USD$384.
Tips Transportasi di Bali:
Awalnya kami berencana pakai mobil sewaan sepanjang di Bali, apalagi bawa dua anak kecil pasti lebih praktis. Tapi kenyataan beda banget sama bayangan! Hari pertama sampai, kami langsung kaget lihat macetnya — luar biasa parah! 🤯 Kalau kami maksa pakai mobil, mungkin semua waktu habis di jalan.
Akhirnya, kami ubah strategi dadakan dan pilih sewa motor sebagai transportasi utama. Karena keluarga berempat, kami sengaja sewa motor yang agak besar — dua dewasa dan dua anak naik bareng. Anak-anak gampang banget ketiduran di motor, jadi yang dewasa duduk di depan dan belakang untuk jagain mereka. Kondisi jalan di sini memang kurang bersahabat, tapi motor jauh lebih fleksibel, apalagi kalau mau pindah-pindah tempat wisata — lebih gampang dan cepat! 🚴♀️🚴♂️
Kalau tujuan jauh, tenang aja! Kami pakai ojek online kayak GRAB atau GO-JEK. Aplikasi ini udah jalan cukup mulus di Bali, tinggal panggil langsung datang, super praktis.
Baca juga: Panduan Lengkap Daftar, Pakai, dan Isi Saldo Gojek & GoPay di Indonesia/Bali
Rincian Perjalanan:
Bagian 1: 31 Juli - 4 Agustus Kuala Lumpur + Malaka
- Selama ini kami mostly di Kuala Lumpur, dan sempat trip 3 hari 2 malam ke kota bersejarah Malaka buat eksplor budaya dan kuliner.
Bagian 2: 4-14 Agustus Bali
- Pemandangan indah dan beragam aktivitas di Bali bikin kami betah banget. Ini bagian utama perjalanan — kami eksplor banyak tempat, mulai dari pantai, pura, sampai spot foto yang lebih hidden gem.
Bagian 3: 14-25 Agustus Lombok + Gili T
- Di hari-hari terakhir di Lombok, kami benar-benar santai dan menikmati ketenangan jauh dari keramaian. Pemandangan laut yang indah di Gili T dan kehidupan yang sederhana benar-benar menjadi penutup sempurna untuk perjalanan kami.
4 Agustus (Minggu) Tiba di Bali: Sewa Motor & Makan Malam
Begitu tiba di Bali, misi utama kami adalah menyewa motor — ini bakal jadi transportasi utama kami beberapa hari ke depan. Pilih motor karena kondisi lalu lintas di Bali memang kurang ideal, apalagi macetnya parah banget. Naik motor bikin kita lebih lincah nyelip di antara destinasi, jadi banyak nghemat waktu.
Malam harinya, kami makan malam di tempat lokal, lalu check-in ke Sara Residence di kawasan Legian/Seminyak. Kamar dua kamar tidurnya cocok banget buat kami sekeluarga berempat — luas, nyaman, dan anak-anak punya ruang sendiri. Buat keluarga yang traveling sama anak kecil, akomodasi kayak gini tuh praktis banget.
Libra Li
Sara Residence adalah apartemen hotel yang menyediakan parkir pribadi gratis. Apartemennya lengkap dengan dapur kecil, TV layar datar, dan WiFi gratis. Ada kolam renang outdoor dan layanan pijat. Interiornya didominasi warna netral, dilengkapi mesin cuci, setrika, dan brankas. Kamar mandi punya pengering rambut dan shower terpisah.
Jarak jalan kaki ke pantai sekitar 15 menit — worth it banget buat harga segitu.






5 Agustus (Senin) — Hari kedua di Bali, perjalanan resmi dimulai
Hari ini itinerary-nya padat banget, kita berangkat pagi-pagi buat eksplor beberapa tempat terkenal di Bali:
- Pura Tanah Lot Salah satu pura tepi laut paling ikonik di Bali, perpaduan pemandangan laut yang megah dengan arsitektur pura yang kokoh bikin kita semua terpukau. Anak-anak betah banget main di sini, apalagi tempat yang langsung bersentuhan dengan alam kayak gini, mereka tuh antusias banget.
Baca juga: Destinasi Wajib di Bali: Panduan Lengkap Pura Tanah Lot, Pasang Surut & Spot Sekitar
- Turtle Conservation and Education Center Pusat konservasi ini cocok banget buat liburan keluarga, apalagi anak-anak bisa lihat langsung bayi penyu yang baru menetas! Selain bisa interaksi sama penyu, tempat ini juga punya nilai edukasi — anak-anak bisa belajar tentang ekosistem laut. Wajib banget dikunjungi kalau kamu liburan bareng keluarga.

Ini beneran wajib banget dibawa anak-anak, ada juga kegiatan lepasliarkan penyu (harus reservasi & bayar sih)!
- Pura Uluwatu Berdiri di atas tebing yang spektakuler, Pura Uluwatu adalah salah satu destinasi wajib di Bali. Pemandangannya juara banget — perpaduan tebing dan laut yang dramatis bikin siapa pun terpana. Di sini kita juga lihat monyet-monyet, anak-anak pada heboh banget, tapi hati-hati ya, mereka suka ngambil barang.
Panduan Wisata Pura Uluwatu / Tebing Cinta di Bali: Spot Wajib Dilihat & Tips Praktis
- Pijat Relaksasi Setelah seharian jalan-jalan, ke Bali gak lengkap rasanya kalau belum cobain pijat. Kami sengaja cari pijat lokal, sekeluarga semua menikmati pijatan yang nyaman. Cara ini bikin kami benar-benar rileks, siap buat petualangan besok. 🧘♀️
6 Agustus (Selasa) Hard Rock Hotel (Kuta) + Pantai Kuta
Hari ini jadwalnya santai banget, kami milih nginep di Hard Rock Hotel yang terkenal. Suasana rock and roll-nya kental, fasilitasnya lengkap. Buat keluarga yang bawa anak kecil, Hard Rock Hotel emang pilihan oke punya. Apalagi kolam renang besarnya, kids club, anak-anak betah banget main di sini. Ada banyak juga fasilitas dan aktivitas seru buat sekeluarga, bikin hari ini penuh tawa dan kesenangan. 🌞

Hard Rock Bali kasih welcome drink, live music di bar malamnya makin seru. Lokasi Hard Rock dekat banget sama Pantai Kuta, jalan kaki aja. Bonusnya ada sesi foto dengan properti lucu-lucu.
Sore harinya, kami jalan-jalan ke Pantai Kuta. Ini salah satu pantai paling rame di Bali, terkenal sama pasir emas dan ombak yang oke buat surfing. Walaupun kami gak bisa surfing, tetap seru sore-sore di sini. Anak-anak main pasir, bikin lubang, ditambah sunset yang cantik bikin hari ini makin sempurna.

Pantai Kuta
Lebih Banyak Seru-Seruan di Kuta: Makan, Main, Nongkrong

Kuta adalah salah satu spot wisata paling hidup di Bali. Dikenal dengan nightlife yang rame, jalanan yang sibuk, dan pantai yang cocok banget buat pemula yang mau belajar surfing — bikin traveler dari seluruh dunia betah berlama-lama. Di sini, kamu bakal nemuin banyak banget toko, restoran, dan tempat hiburan. Pokoknya surga buat yang suka belanja dan cari sensasi! Mau ngerasain party seru atau sekadar lihat sunset cantik, Kuta bakal bikin liburanmu penuh kenangan kece.
Mau tahu lebih banyak tips soal Kuta? Klik di sini
Rekomendasi Tempat Nginep di Kuta
- 18 Hotel Pilihan di Dekat Pantai Kuta
- 12 Hotel Terbaik di Pusat Kota Kuta
- Liburan Grup ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Kuta — 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih, Cocok buat Keluarga
8 Agustus (Rabu) Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bali + Pantai Jimbaran
Hari ini kita sampai di Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bali. Resort ini terkenal banget sama fasilitas mewahnya dan suasananya yang ramah keluarga. Setelah check-in, kita menikmati seharian penuh di resort — ada kids club dan kolam renang luas yang bikin anak-anak betah banget. Kita juga sekalian relaksasi, menikmati suasana resort yang tenang ini. 🌴

Movenpick Resort Jimbaran, aktivitas Kids Club pakai baju tradisional
Pengalaman nginep di Mövenpick Resort Jimbaran bener-bener menyenangkan. Awalnya kita rencana check-in jam 3 sore, tapi karena kamar belum siap, pihak hotel dengan baik hati ngasih kita paket afternoon tea gratis. Afternoon tea-nya enak dan lengkap, bikin waktu nunggu kamar jadi terasa santai banget. Untungnya jam 3:05 kamar udah siap — lebih cepet dari perkiraan!
Jam 4 sore, hotel juga ngasih Candy Bar gratis yang super disukai anak-anak. Aneka permen dan camilan bikin mereka heboh sendiri. Layanan ini wajib banget dicoba, apalagi buat keluarga yang bawa anak kecil. Yang lebih keren lagi, meskipun kita udah check-out, hotel tetap izinin kita pakai fasilitas mereka — anak-anak bisa lanjut main di kolam renang dan fasilitas lainnya.




▶ Link booking Mövenpick Resort Jimbaran: Agoda Trip Booking
Secara keseluruhan, Mövenpick Resort Jimbaran bukan cuma punya lingkungan yang indah dan pelayanan yang ramah, tapi juga super ramah anak. Bikin seluruh keluarga bisa menikmati liburan yang santai dan menyenangkan.
Sore harinya, kita jalan ke Pantai Jimbaran (Jimbaran Beach) yang nggak jauh dari resort. Pantai di sini beda sama Kuta — lebih tenang dan terkenal banget sama restoran seafood-nya. Menjelang senja, kita makan malam di restoran pinggir pantai, nikmatin seafood bakar segar sambil ditemani angin laut dan pemandangan matahari terbenam keemasan — romantis banget! Anak-anak lari-larian di pasir, suasananya santai bikin kita merasa bahagia banget. 🌅
Lebih Banyak Rekomendasi Makan & Main di Jimbaran

Jimbaran adalah surga tepi pantai di Bali yang terkenal dengan suasana romantis dan kulinernya yang kece. Punya pasir pantai keemasan yang memesona plus pemandangan sunset yang spektakuler banget. Restoran seafood di sini wajib banget kamu coba — selain itu ada juga resor mewah dan suasana desa nelayan yang tenang, bikin kamu bisa merasakan kemewahan sekaligus kehidupan lokal. Cocok buat liburan keluarga atau kencan romantis, Jimbaran pasti memenuhi ekspektasi kamu! Mau tahu lebih banyak soal Jimbaran? Klik di sini
Serba-serbi Nginep di Jimbaran
- Rekomendasi Penginapan Bali: 10+ Hotel Jimbaran dengan Pemandangan Laut yang Wajib Kamu Coba
- 【2026 Panduan Lengkap AYANA Bali】Tips Reservasi Rock Bar
- 18 Resort Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, Ubud
- Taman Hiburan Keluarga di Bali: 15 Resort dengan Seluncuran Air untuk Anak-anak
- Liburan Keluarga ke Bali: Rekomendasi Villa Pribadi di Jimbaran untuk 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih
9 Agustus (Kamis) Relaksasi di Movenpick Resort + Lanjut ke Ubud
Hari ini kita masih santai di Movenpick Resort, memanfaatkan waktu pagi untuk menikmati fasilitas resort. Sarapan di sini sangat lengkap, banyak pilihan, cocok untuk seluruh keluarga. Kami menghabiskan pagi yang menyenangkan di kolam renang dan area bermain resort, sampai sekitar jam 4 sore baru check out dan berangkat ke Ubud. 🏊♀️
Samasta Bali yang satu lokasi dengan Mövenpick Resort Jimbaran juga worth it banget buat dikunjungi.
Sesampainya di Ubud, pertama-tama kami menyewa motor biar gampang buat perjalanan selanjutnya. Lalu lintas di sini relatif lebih tenang, motor jadi pilihan tepat buat eksplorasi area ini. Setelah itu, kami cobain Bebek Bengil yang terkenal banget — ini hidangan klasik Bali. Bebek panggangnya garing, dipadu bumbu lokal dan pelengkapnya, rasanya bikin nagih. 🦆
Setelah makan malam, kami mampir ke Bintang Supermarket Ubud. Ini supermarket terbesar dan paling terkenal di Ubud, pilihan barangnya lengkap banget. Kami beli beberapa kebutuhan sehari-hari dan camilan buat persiapan perjalanan beberapa hari ke depan.
Xiao Jie kasih tahu kamu apa yang wajib dibeli di Bintang Ubud!
Malam ini kami nginep di Puri Padma Hotel. Hotel ini terletak di area Ubud yang lebih tenang, suasananya nyaman banget, cocok buat istirahat maksimal sebelum lanjut petualangan besok.




Kami nginep di sini empat malam berturut-turut. Recomended banget hotel ini, alasannya:
- Corner Room yang luas, muat nyaman buat dua dewasa dan dua anak (4 dan 6 tahun).
- Layanan kebersihan oke punya, bukan cuma bersihin kamar tapi juga perhatian sama detail. Karena saya cuci baju tiap hari, staf kebersihan dengan inisiatif kasih gantungan baju dan jemuran.
- Resepsionis ramah dan informatif banget.
- Kalau kamu duduk di lantai dua, bisa lihat pemandangan gunung berapi yang keren. Saya sangat menikmati pemandangan ini pas sarapan, pemandangan dari atap juga cakep.
- Lokasi hotel strategis, cuma 8-10 menit dari Ubud Palace, dan di depan hotel ada parkiran yang luas.
Kami menghabiskan waktu keluarga yang menyenangkan di sini.
8 Agustus (Jumat) Pura Tirta Empul + Alas Harum Bali (Sawah Terasering & Kopi Luwak) + Makan Siang di Cretya
Destinasi pertama hari ini adalah Pura Tirta Empul (Tirta Empul Temple) yang terkenal. Pura ini dikenal dengan mata air sucinya, di mana umat Hindu setempat percaya airnya bisa menyucikan jiwa dan raga. Meskipun kami bukan penganut Hindu, bisa merasakan langsung ritual budaya yang unik ini terasa sangat spesial. Anak-anak juga tertarik dengan suasana mistis dan arsitektur megah di sini.
Selanjutnya, kami mengunjungi Alas Harum Bali. Selain pemandangan sawah terasering yang spektakuler, di sini kami juga bisa mencicipi kopi khas lokal, yaitu Kopi Luwak (Luwak Coffee). Pemandangan sawahnya bikin kami takjub, dan kami banyak berfoto di sini. Anak-anak penasaran banget sama sawahnya, sementara kami menikmati secangkir kopi luwak yang wangi. Ada juga berbagai wahana seru seperti ayunan langit, bikin waktu kami terasa santai dan menyenangkan.
Saat makan siang, kami memilih makan di Cretya. Tempatnya punya pemandangan sawah terasering yang cantik, dan menunya juga beragam. Selain makanannya enak, suasana restorannya bikin kami bisa menikmati ketenangan. Benar-benar pengalaman yang memanjakan mata dan lidah.

Menikmati Kemewahan dengan Budget Terjangkau: Panduan Cretya Ubud Pool Club & Alas Harum
10 Agustus (Sabtu) Air Terjun Kanto Lampo + Puri Ubud + Pasar Tradisional Ubud
Hari ini kami mengunjungi Air Terjun Kanto Lampo yang tersembunyi di tengah hutan. Airnya mengalir perlahan di antara bebatuan, membentuk pemandangan alam yang indah. Anak-anak sangat senang bermain air, dan lingkungan alam di sini bikin kami merasakan pesona ekologis Bali. Debit air terjunnya pas, dan pengunjung bisa mendekat untuk merasakan kesejukan airnya.
Setelah itu, kami mengunjungi Puri Ubud (Ubud Palace) yang terletak di pusat Ubud. Istana kuno ini memiliki ukiran yang indah dan arsitektur khas Bali, tempat yang pas buat kamu yang ingin lebih tahu budaya lokal. Meskipun ukurannya nggak besar, sejarah dan keindahan bangunannya bikin kami terkesan banget.
Selanjutnya, kami sampai di Pasar Ubud (Ubud Market) yang terkenal. Meskipun barang yang dijual beragam, harganya nggak murah, dan para penjualnya cenderung cuek, susah juga buat nawar. Tips dari pengalaman: kalau cuma mau beli oleh-oleh, mungkin ini bukan pilihan terbaik. Tapi, dalam perjalanan balik ke Puri Padma Hotel, kami nemu pasar kecil yang harganya jauh lebih ramah di kantong. Di sana kami beli beberapa kerajinan tangan yang bagus dan murah. 🎁
11 Agustus (Minggu) Hutan Monyet Suci + Kelas Memasak + Campuhan Ridge Walk
Destinasi pertama hari ini adalah Suci Hutan Monyet (Sacred Monkey Forest Sanctuary). Di sini banyak monyet yang lincah, anak-anak kami sangat tertarik sama hewan lucu ini, tapi kami juga ingetin mereka buat jaga jarak biar monyet nggak ambil barang bawaan. Hutan ini punya pepohonan rimbun dan reruntuhan candi kuno, jalan-jalan di sini terasa sangat tenang.
Saat siang, kami ikut Ketut’s Bali Cooking Class, pengalaman yang seru banget. Kelas masak ini nggak cuma ngajarin kami beberapa masakan tradisional Bali, tapi juga bisa ngajak dua anak kecil ikut serta tanpa biaya tambahan. Prosesnya interaktif dan edukatif, bikin anak-anak jadi tertarik sama masak-memasak, dan kami juga dapet banyak tips memasak. Kelas ini bener-bener worth it buat sekeluarga.

▶Pesan Ketut’s Bali Cooking Class di Klook
Sore harinya, kami sampai di Campuhan Ridge Walk. Jalur setapak ini terkenal banget sama pemandangan lembahnya yang cantik. Jalan-jalan di tengah rimbunnya hijau, dikelilingi sawah dan pegunungan yang megah, bikin kami benar-benar rileks. Udaranya seger banget, cocok banget buat kabur dari hiruk-pikuk kota. Keluarga kami menikmati waktu yang indah di sini, setelah menyelesaikan seluruh perjalanan rasanya badan segar bugar, dan ini jadi penutup yang sempurna untuk hari itu.
Senin, 12 Agustus - Bali Bird Park + Villa Kayu Lama
Hari ini kami datang ke Bali Bird Park. Taman burung ini cocok banget buat quality time sekeluarga. Di dalam taman ada berbagai macam burung, bukan cuma bisa dilihat, tapi juga bisa dikasih makan dari dekat. Anak-anak pada heboh banget. Ada banyak pengalaman interaktif di sini, kayak burung yang hinggap di pundak, atau kasih makan burung nuri pelangi di area tertentu. Karena anak-anak kami punya minat besar sama hewan, kami memutuskan untuk menjadwalkan Bali Reptile Park besoknya, biar bisa lebih lama menikmati setiap taman.

Penjelasan detail: Panduan Lengkap Bali Bird Park: Perjalanan Fantastis Menjelajahi Burung Langka, Aktivitas Interaktif, dan Konservasi Alam
Malam ini, kami menginap di Villa Kayu Lama. Vila pribadi dengan dua kamar tidur ini luas banget dan nyaman, cocok untuk keluarga. Desain vilanya penuh nuansa tropis, dilengkapi kolam renang pribadi, bikin kami menikmati malam yang tenang dan santai.
Disediakan oleh Libra Li
Villa Kayu Lama — sarapan, makan siang, dan makan malam semuanya enak banget, dan bisa diantar ke kamar, super praktis! Suasananya tenang dan asri, stafnya juga ramah-ramah. Anak-anak juga betah banget nginep di sini, hotelnya bahkan siapin tempat tidur anak dan perlengkapan mandi khusus, pelayanannya bener-bener perhatian. Worth it banget buat direkomendasiin!
13 Agustus (Selasa) — Bali Reptile Park + Lanjut ke Padang Bai
Hari ini kita jalan-jalan ke Bali Reptile Park, tempat ini pameran berbagai hewan reptil, termasuk ular, kadal, dan kura-kura. Yang bikin surprise, di sini ada layanan tur berpemandu yang profesional, jadi kita bisa lebih paham soal hewan-hewan melata ini. Paling serunya, banyak hewan di sini yang bisa dipegang, anak-anak bisa langsung merasakan tekstur kulit mereka, mereka suka banget sama pengalaman interaksi jarak dekat kayak gini. Tempat ini cocok banget buat belajar dan interaksi seru sekeluarga, kita semua merasa sangat recommended.

Penjelasan detail: Panduan Bali Reptile Park: Lihat Komodo dari Dekat, Interaksi dengan Ular Piton Raksasa, Harga Tiket & Tips Hindari Masalah untuk Keluarga
Mau bandingin harga tiket tempat wisata lain? Cek Daftar Harga Tiket Masuk Bali aja, ada 49 tempat populer lengkap dengan link booking Klook/Agoda/Trip.com.
Setelah selesai dari Reptile Park, kita lanjut ke Padang Bai, ini pelabuhan utama buat ke Kepulauan Gili. Kita milih nginep di Serangan Mimba Inn, tempat nginep yang simpel tapi nyaman, cocok buat singgah sebentar. Malamnya kita istirahat awal, siap-siap besok berangkat ke Gili Trawangan.
14 Agustus (Rabu) Padang Bai – Gili T + Keliling Pulau Naik Sepeda
Jam 9 pagi, kita naik fast boat ke Gili T, perjalanan sekitar dua jam.

Pas menuju Padangbai buat naik kapal, saran aku sih mending nginep di dekat situ sehari sebelumnya, soalnya mau dari selatan atau dari Ubud ke Padangbai, kondisi jalannya susah banget ditebak, gampang banget telat. Suasana di dermaganya super kacau, penuh banget sama orang, bikin bingung sendiri. Di sekitar dermaga, banyak warga lokal yang nawarin bantu angkat koper, tapi kadang mereka ambil paksa dan minta tip. Aku juga ngalamin hal serupa, koper langsung diambil orang, terpaksa kasih tip biar nggak ribet. Biasanya mereka minta 50 ribu IDR per orang, tapi aku cuma kasih 10 ribu IDR aja, nggak mau kelamaan ditarik-tarik. Sebenarnya mereka juga buru-buru bantu turis lain, jadi nggak bakal debat lama, lumayan buat ngindarin masalah.
▶Tiket fast boat dari Padang Bai ke Gili bisa dibeli di sini
Sampai di Gili T, kita sewa sepeda dan mulai keliling pulau dengan santai. Di Gili T nggak ada mobil, cuma sepeda dan delman sebagai transportasi utama, bikin perjalanan kita makin asyik dan rileks. Pemandangan di sepanjang jalan cantik banget, anak-anak naik sepeda sambil ketawa senang. Kita mampir ke restoran pantai namanya Lazy Coco, pesan minuman dan camilan, duduk sambil nikmatin sunset dan lihat gunung berapi di kejauhan, rasanya super nyaman.

Pemandangan Bali dari Gili T

Sore hari di Gili T, Lazy Coco harganya worth it dan enak

Lazy Coconut di Gili T, sore-sore ke sini bisa lihat sunset, ada mainan anak-anak di sampingnya, jadi bocah bisa betah main lama. Minuman cocktail-nya diskon, lebih murah daripada di Bali.
Malam ini kita nginep di Warna Beach Hotel. Lokasi hotel ini strategis banget, jalan kaki udah dekat ke banyak restoran dan pantai. Kamarnya standar aja, tapi bersih dan rapi, buat kita yang cuma nginep sebentar udah cukup memuaskan.
Warna Beach Hotel bisa booking kamar garden view untuk dua dewasa dan dua anak, mulai dari USD$19 per malam.
▶Link Booking Warna Beach Hotel
Kamis, 15 Agustus – Snorkeling Island Hopping + Night Market Gili T + Pijat
Hari ini seru banget! Kami ikut tur snorkeling tiga pulau di Gili T, yang bikin kita bisa jelajahi tiga pulau di Kepulauan Gili: Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Pas snorkeling, kami lihat banyak ikan tropis warna-warni dan terumbu karang cantik, bahkan sempat lihat penyu! Anak-anak paling semangat sama petualangan bawah laut ini — benar-benar worth it.

Penyu yang terlihat saat island hopping di Gili T
Malamnya, kami mampir ke Night Market Gili T. Di sana banyak pedagang kaki lima jual aneka jajanan lokal, jadi kami bisa cobain berbagai macam kuliner khas Bali. Suasana pasar malam ramai banget, penuh orang, pilihan makanan melimpah, tapi harganya kayaknya agak mahal.

Setelah puas makan malam, kami pilih satu tempat pijat lokal dan nikmatin pijat relaksasi. Akhir hari ini, badan dan pikiran terasa benar-benar terisi ulang, siap buat lanjut petualangan besok.
Jumat, 16 Agustus – Gili T ke Bangsal + Menginap di Holiday Resort Lombok

Dari Gili T naik public boat ke Bangsal
Hari ini kami pamit dari Gili T yang cantik, naik public boat ke Bangsal. Perjalanannya sih pendek, tapi harus ekstra hati-hati — baik di dermaga Gili T maupun pas sampai Bangsal, dua-duanya banyak banget penipu. Kami ketemu beberapa orang yang coba nawarin jasa palsu, untung udah riset duluan jadi nggak kena tip. Saran banget: tetap waspada di tempat-tempat kayak gini, jangan gampang percaya sama orang asing.
Malam ini kami nginep di Holiday Resort Lombok yang ada di Senggigi. Hotel ini bikin kami terkesan banget — kamar luas, pemandangan taman yang cantik, dan pantainya tenang, bikin sekeluarga puas. Fasilitasnya juga lengkap, ada kolam renang, restoran, dan ruang buat aktivitas keluarga. Overall, value for money-nya oke punya. Buat kamu yang pengin liburan santai, tempat ini wajib banget dipertimbangkan.

Holiday Resort Lombok, pas weekend cuma USD$80, kamar luas, kolam renang gede, plus ada pantai

Pool Bar di Holiday Resort Lombok, happy hour diskon 50%, dan minumannya enak
17 Agustus (Sabtu) Acara Spesial Hari Kemerdekaan di Holiday Resort Lombok
Kebetulan hari ini adalah Hari Kemerdekaan Indonesia (HUT RI), dan kami beruntung bisa ikut acara spesial yang diadain Holiday Resort Lombok buat merayakannya. Suasana hotel meriah banget, ada banyak game dan aktivitas buat anak-anak, plus pertunjukan musik dan tari tradisional — bikin kami ngerasain budaya Indonesia yang kaya.

Highly recommended banget Holiday Resort Lombok, karena pas Hari Kemerdekaan kami dapet voucher naik kuda poni dan voucher spa di hotel
Acara Hari Kemerdekaan di Holiday Resort Lombok (dok. Libra Li)
Keluarga kami juga ikut beberapa permainan, anak-anak senang banget mainnya. Acara perayaan yang penuh nuansa lokal kayak gini tuh spesial banget, selain bikin wisatawan ngerasain suka cita festival, juga bikin kita makin paham sejarah dan budaya Indonesia.






18 Agustus (Minggu) Eksplorasi Kota Mataram + Menginap di Lombok Raya Hotel
Hari ini kita dari Holiday Resort Lombok menuju Mataram, ibu kota Lombok, buat mulai eksplorasi kota sehari. Biar gampang mobilitas, kita sewa motor lokal — ini cara terbaik buat jelajahi kota Lombok.

Spot lokal Mataram yang hidden gem: Ampenan, cocok kalau kamu nggak mau jalan turis biasa

Ampenan, restoran pinggir laut milik warga lokal, akhirnya nemu harga asli orang Indonesia, super murah

Ampenan, jus segar plus makanan Indonesia, nggak sampai USD$3
Pertama kita mampir ke Kota Tua Ampenan, dulu pelabuhan penting Lombok, sekarang jadi kawasan kota tua penuh nostalgia. Banyak restoran pinggir laut punya warga lokal di sini, unik banget, sambil nikmatin makanan juga bisa lihat pemandangan laut.

Kota Tua Ampenan — kawasan kota lama
Selanjutnya, kami mengunjungi Islamic Center Mosque, masjid terbesar di Lombok. Arsitekturnya yang megah dan desainnya yang indah bikin kami terkesan banget. Tempat ini wajib dikunjungi kalau kamu mau tahu lebih dalam tentang budaya religi lokal.

Islamic Center Mosque
Menjelang sore, kami sampai di Taman Sangkareang, salah satu pasar malam favorit warga lokal. Di sini ada banyak wahana permainan yang cocok banget buat anak-anak. Kami juga nyobain beberapa jajanan lokal, bikin perjalanan hari itu makin berkesan dengan kenangan kuliner yang nikmat.
Malam ini kami nginep di Lombok Raya Hotel, hotel nyaman yang terletak di pusat kota Mataram. Kamarnya luas dan bersih, plus fasilitas di sekitarnya lengkap banget. Cocok banget jadi tempat singgah buat eksplor Mataram.




▶Link booking Lombok Raya Hotel
19 Agustus (Senin) Petualangan ke Air Terjun Benang Stokel & Kelambu + Eksplorasi Mataram

Benang Stokel & Kelambu Waterfall
Hari ini rencananya mau ke Air Terjun Benang Stokel & Kelambu yang terkenal itu. Tapi sebelum berangkat, kami cek review dan nemu banyak keluhan soal harga tiket yang nggak transparan dan biaya yang nggak masuk akal. Kami tetap nekat lihat langsung, dan ternyata bener aja: di lokasi nggak ada papan harga yang jelas. Penduduk setempat langsung minta 240K IDR per orang buat tiket masuk — harga yang menurut kami keterlaluan. Akhirnya kami memutuskan balik aja.
▶Trip ke Air Terjun Benang Stokel & Kelambu dengan rating tinggi di Klook
Terus, kami sempet mikir mau mampir ke Sade Village yang banyak direkomendasiin online, tapi setelah cek Google Review lagi, ternyata banyak juga yang jebakan batman. Akhirnya kita putuskan skip aja deh. Hari itu pas eksplor Mataram, kita juga berkali-kali dihadang sama ‘orang lokal’ yang minta uang parkir — rasanya kayak ‘domba yang siap disembelih’. Soalnya turis di sini jarang banget, jadi momen kayak gini gampang banget terjadi. | Agak kecewa, akhirnya kita mampir ke Lombok Epicentrum Mall. Tapi mall-nya biasa aja sih, nggak ada barang spesial, nggak terlalu worth it buat dikunjungi. | *** | ## 20 Agustus (Selasa) Eksplorasi Kafe & Pasar Tradisional + Bukit Batuidung yang Kece | Hari ini kita santai-santai aja. Pertama, mampir ke kafe estetik Konyu Coffee & Space. Dekorasi interiornya unik banget, suasananya adem — bikin kita langsung jatuh cinta. Brunch di sini enak banget, cocok buat kamu yang pengen ngopi santai sambil healing. Wajib banget dicek, baik buat pecinta kopi maupun pencinta brunch. | Lanjut, kita datengin dua pasar tradisional lokal: Pasar Tradisional Sindu dan Pasar Tradisional Cakranegara. Pasar-pasar ini super lokal, nyaris nggak ada turis — penuh dengan kehidupan sehari-hari warga Lombok. Harga barangnya ramah di kantong, cocok buat beli buah lokal, sayur, atau kerajinan tangan. Kita nemu banyak barang unik dan seru-seruan tawar-menawar sama pedagang — rasanya autentik banget. | Sorenya, kita tantang diri buat naik ke Bukit Batuidung yang katanya susah dijangkau. Jalannya berat banget, harus lewat jalanan berkelok-kelok. Tapi begitu sampai di puncak, pemandangannya bikin semua capek terbayar lunas. Bukit tersembunyi ini punya panorama alam yang bikin speechless — view-nya juara, bisa lihat hamparan alam yang megah. Suasana tenang dan pemandangan indah jadi penutup sempurna buat hari ini. | Batuidung, bukit kecil yang susah banget dijangkau. Google Maps nggak bisa nemuin — harus tanya warga desa setempat. Tapi pas udah sampai atas, pemandangannya keren abis. | Batuidung, bukit kecil yang susah dijangkau, tapi setelah sampai puncak, kamu bisa lihat gunung dan laut Lombok dari atas — apalagi pas sunset, super cantik! | ▶Paket Wisata Lombok dari Klook
Agak kecewa, akhirnya kami mampir ke Lombok Epicentrum Mall. Tapi mall-nya biasa banget sih, nggak ada barang spesial, dan kurang worth it buat direkomendasiin.
Selasa, 20 Agustus — Eksplorasi Kedai Kopi & Pasar Tradisional + Pemandangan Bukit Batuidung
Hari ini itinerary-nya santai banget, pertama kita mampir ke kafe estetik Konyu Coffee & Space yang penuh nuansa anak muda. Tempat ini langsung bikin kita jatuh cinta dengan desain interiornya yang unik dan suasananya yang tenang. Brunch di sini enak banget, cocok banget buat kamu yang pengen cari sudut nyaman sambil ngopi di tengah perjalanan. Buat pecinta kopi atau pencinta brunch, tempat ini wajib banget dicoba.
Selanjutnya, kita lanjut ke dua pasar tradisional lokal: Sindu Traditional Market dan Cakranegara Traditional Market. Pasar-pasar ini super lokal banget, hampir nggak ada turis, penuh dengan suasana keseharian warga Lombok. Harga barang di pasar sangat ramah di kantong, cocok banget buat beli buah-buahan lokal, sayuran, atau kerajinan tangan. Kita nemu banyak barang unik, seru banget tawar-menawar sama penduduk setempat, rasanya autentik dan dekat banget sama kehidupan sehari-hari.
Sore harinya, kami menantang bukit kecil Batuidung yang katanya susah banget dijangkau. Perjalanan ke sini cukup berat, harus lewat jalan pegunungan yang berkelok-kelok. Tapi begitu sampai di puncak, pemandangan di depan mata bikin semua capek terbayar lunas. Bukit kecil tersembunyi ini punya panorama yang bikin speechless — view-nya juara, bisa lihat seluruh keindahan alam yang megah dari atas. Suasana tenang dan pemandangan cantik di sini jadi penutup sempurna buat perjalanan kami hari itu.

Batuidung, bukit kecil yang super susah dijangkau. Google Maps nggak bisa nemuin, harus tanya penduduk desa setempat baru tahu jalannya. Tapi begitu naik ke atas, pemandangannya cantik banget.

Batuidung, bukit kecil yang super susah dijangkau, tapi begitu sampai di atas, kamu bisa lihat seluruh gunung dan laut Lombok, apalagi pas sunset, cantik banget.
▶Paket Wisata Lombok dari Klook
21-24 Agustus (Rabu-Sabtu) — Liburan Santai di Novotel Lombok Resort
Rencana awal batal karena penerbangan di-cancel, akhirnya kami memutuskan nginep semalaman lagi dan menikmati liburan 4 hari 3 malam di Novotel Lombok Resort. Resort ini bukan cuma pemandangannya kece, tapi juga punya banyak aktivitas seru buat tamu. Setiap pagi dan sore kami ikut kegiatan hiking sunrise dan sunset, plus nyobain workshop handmade dan kelas masak. Anak-anak happy banget!

Kelas masak anak di Novotel resort — cuma USD$3 per orang, anak bisa belajar masak sambil praktek bahasa Inggris. Worth it banget!

Kiri: Hiking sunset di Novotel Lombok, ada guide yang nemenin / Kanan: Treasure hunt di zona intertidal
Yang paling bikin kami terkesan adalah eksplorasi zona intertidal dekat resort. Setiap air surut, kami ajak anak-anak ngamatin biota laut di sana. Banyak banget temuan seru, kayak bintang laut, kepiting, dan ikan-ikan kecil. Petualangan ini bikin anak-anak makin penasaran sama alam, dan seluruh keluarga menikmati momen dekat dengan alam.






▶Link booking Novotel Lombok Resort
Novotel Lombok Resort punya arsitektur khas Sasak Lombok — wajib dicoba!
Novotel Resort juga punya Kid’s Club. Meskipun kecil, tapi bisa nitip anak gratis. Banyak turis asing yang nitip anak-anak mereka main di sana, dan setiap hari ada aktivitas berbeda.

24 Agustus (Sabtu) Lombok ke Kuala Lumpur
Hari terakhir, kami membereskan barang bawaan, siap mengakhiri perjalanan panjang 26 hari ini. Malam hari pukul 19:45 naik pesawat OD367 dari Lombok, setelah terbang sekitar tiga jam, tiba dengan lancar di Kuala Lumpur pukul 23:00 malam itu juga.
25 Agustus (Minggu) Kuala Lumpur kembali ke Kaohsiung
Kami transit dari Kuala Lumpur, naik pesawat OD890 dini hari, berangkat pukul 03:20, dan akhirnya tiba di Kaohsiung pukul 07:55, mengakhiri liburan indah ini. Perjalanan kali ini, baik untuk kami orang dewasa maupun anak-anak, penuh dengan kenangan dan pengalaman yang tak terlupakan. Dari eksplorasi kota hingga keajaiban alam, perjalanan keluarga ke Kuala Lumpur, Bali, dan Lombok ini terasa padat dan kaya, membuat kami merasakan keberagaman pesona Asia Tenggara, dan kami pun sudah tidak sabar menanti petualangan perjalanan berikutnya!

Menurutmu, perjalanan Libra Li seru banget? Yuk, segera rencanakan liburan bebasmu ke Bali! Jangan lupa juga kirim cerita perjalananmu ke grup ya!
Koleksi Cerita Perjalanan Bali

Lihat lebih banyak cerita perjalanan Bali di sini
Kamu juga pengen bikin catatan perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh intip "Cara Menulis Catatan Perjalanan Bali yang Keren", biar catatan perjalananmu makin kece!
Belum ada diskusi — jadilah yang pertama bertanya.