
Bicara soal Bali, yang kebayang pasti air laut biru, sawah terasering hijau, dan pura-pura eksotis. Tapi, soal lalu lintas di ‘Pulau Dewata’ ini, terkenal banget… unik. Jalan nggak lebar, kendaraan banyak, apalagi motor yang saling sela.
Makanya, tantangan pertama pas rencanain itinerary Bali adalah: Sewa mobil atau panggil ojek?
Coba deh ikut tes kecil-kecilan ini, biar tahu cara transportasi mana yang cocok buat kamu:
Pertanyaan Umum
Sewa Mobil vs Panggil Ojek, Mana Lebih Hemat?
Kalau cuma satu tempat dan jarak pendek di kota, panggil Grab/Gojek paling hemat (bayar per titik). Tapi kalau sehari mau ke banyak tempat, lintas area, atau ke Ubud pegunungan, sewa mobil (mulai Rp 600.000/10 jam) lebih worth it karena nggak perlu bolak-balik nunggu ojek dan risiko ditolak.
Nonton Sunset di Jimbaran, Panggil Ojek atau Sewa Mobil?
Saran sih sewa mobil. Pas jam sunset, permintaan ojek naik drastis, bisa lama nunggu atau malah nggak dapet. Driver sewa mobil bisa anter langsung ke spot terbaik, dan selesai acara nggak perlu khawatir nyari kendaraan pulang.
Macet Parah di Canggu, Gimana Cara Mobilitasnya?
Soal lalu lintas di Canggu, macet parah dan banyak jalan satu arah. Kalau jarak dekat, mending jalan kaki atau panggil ojek lewat Grab/Gojek (GoRide) aja, lebih fleksibel. Kalau mau pindah antar-area, saran sih sewa mobil plus siapin waktu cadangan yang lebih longgar.
Lebih lanjut soal sewa mobil + driver
👈 Kembali ke Panduan Utama Liburan Mandiri ke Bali
Mau lihat paket lengkap untuk pemula? Klik di sini baca 「Panduan Utama Liburan Mandiri ke Bali 2026」, langsung paham apa yang harus dilakukan sebelum berangkat.