Intinya: Ini bagian kedua catatan perjalanan Bali 5 hari 4 malam, rutenya Seminyak → Ubud → Seminyak. Poin-poin yang wajib dicatat: Kilo Kitchen (restoran) di Seminyak, Bintang Supermarket (belanja oleh-oleh), Villa romantis Berry Amour; Sangeh Monkey Forest (hutan monyet) di Ubud, Sun Sun Warung dan Pak Malen Babi Guling (kuliner lokal), Ubud Traditional Spa. Untuk dua hari pertama rute Jimbaran dan masuk bandara, cek bagian 1.
Catatan perjalanan di bawah ini diadaptasi dari postingan YiShawn Huang
Kalau belum baca bagian sebelumnya, saran sih baca dulu 《Bali 5 Hari 4 Malam Trip Bebas (Bagian 1)》, mulai dari tiba di Bali, sharing masuk bandara, penginapan Jimbaran, kuliner, sunset pantai, SPA, dan itinerary hari pertama & kedua — biar lebih nyambung ceritanya.

Klik di sini buat lihat pengalaman menginap Four Seasons Jimbaran di bagian 1
Bagian sebelumnya lebih fokus ke rute Jimbaran, nginep di private Villa, nikmatin pemandangan laut, SPA, dan restoran khas — ritmenya santai banget, dan resmi memulai perjalanan Bali yang udah ditunggu-tunggu.
Nah, ini bagian kedua dari perjalanan.
Kita bakal pindah dari Jimbaran ke Seminyak, cobain banyak restoran khas yang bikin kaget, belanja oleh-oleh di Bintang Supermarket, lalu check-in ke private Villa yang romantis. Abis itu lanjut ke Sangeh Monkey Forest buat interaksi dekat sama monyet, jalan-jalan di pusat Ubud, cobain masakan Indonesia asli, SPA, dan balik lagi ke Seminyak buat nutup trip bebas 5 hari 4 malam ini dengan sempurna.
Kalau kamu lagi rencanain trip bebas Bali 5 hari 4 malam, atau cari inspirasi itinerary Seminyak, Ubud, kuliner, Villa, SPA, semoga catatan ini bisa jadi referensi yang berguna.
Lanjutan trip Bali 5 hari 4 malam! 🌴
Hari Ketiga
Kami meninggalkan Jimbaran menuju Seminyak yang ramai dan penuh vibe时尚. Hari ini nggak banyak tempat wisata, lebih fokus ke kuliner, belanja, dan jalan-jalan santai — biar bisa ngerasain pesona Seminyak yang beda banget dari area lain.
Siang hari kita mampir ke Kilo Kitchen buat makan siang. Ini restoran fusion yang cukup terkenal, perpaduan elemen masakan Eropa, Amerika Latin, dan Asia — tiap hidangan punya ciri khas sendiri.
Yang paling kita suka adalah Crab Dumplings — kulitnya tipis lembut, isinya kayak pasta udang yang manis dan kenyal, teksturnya bikin nagih, wajib coba banget. Selain itu, Taco Lidah Sapi juga memorable, lidah sapi dimasak sampai empuk banget, dipadu tortilla jadi kaya rasa; Risotto Cumi Hitam punya aroma seafood yang kuat, dan Pasta Rendang Sapi — perpaduan rempah rendang khas Indonesia dengan pasta Italia — ternyata cocok banget. Kalau kamu suka eksplor rasa, Kilo Kitchen worth it buat dicoba.
Setelah kenyang, kita mampir ke Bintang Supermarket buat beli oleh-oleh. Tempat ini sering direkomendasiin traveler independen, koleksi barangnya lengkap banget — dari camilan, kopi, bumbu dapur, sampai kebutuhan sehari-hari semua ada.
Kali ini kita beli cokelat Woca, bir Indonesia, keripik kelapa Marubali, kopi luwak, mi instan Indonesia, dan barang populer lainnya. Intinya, kalau waktu terbatas, di sini bisa borong semua oleh-oleh sekaligus, nggak perlu muter-muter ke tempat lain — praktis banget buat itinerary.
Lanjut ke Seminyak Village buat jalan-jalan. Meski nggak sebesar mal, suasananya nyaman dan brand-brandnya berkualitas, cocok buat ngabisin sore santai.
Di Sensatia Botanicals kita beli scrub wajah dan sabun cuci muka — produk perawatan alami mereka udah banyak direkomendasiin traveler, brand Bali yang populer. Abis itu mampir ke beberapa toko baju, lalu cari kafe buat istirahat, ngopi sambil AC-an, sambil beresin barang belanjaan.
Kalau nggak berniat belanja gila-gilaan, 1–1,5 jam di Seminyak Village udah cukup — bisa santai keliling toko, ngopi, dan nikmatin suasana Seminyak yang santai tapi tetap stylish.
Setelah puas jalan-jalan di Seminyak, lanjut ke salah satu agenda yang paling aku tunggu — check-in hotel kedua!
Kali ini aku nginep di Berry Amour Romantic Villas, harga per malam sekitar USD$230. Villa ini punya konsep romantis banget, cocok buat pasangan, suami-istri, atau yang lagi honeymoon.
Pas check-in, pihak hotel ngadain sambutan kecil yang penuh makna — stafnya minta kita saling memasangkan gelang, dan disediain mahkota buat foto-foto. Walaupun agak malu-maluin, momen ini bikin pengalaman check-in jadi lebih berkesan.
Setelah semua urusan beres, staf anter kita naik golf cart menuju villa masing-masing. Dari pertama masuk kamar, udah langsung kerasa banget suasana liburan yang terisolasi dari dunia luar.
Villa-nya juga punya kolam renang pribadi, dapur kecil, dan di sampingnya ada bak rendam kecil buat relaksasi. Yang paling bikin puas, kamar mandinya ada di dalam ruangan — beda sama villa sebelumnya yang semi outdoor. Jadi nggak perlu khawatir kena angin, hujan, atau nyamuk pas mandi. Jauh lebih nyaman!
Kalau harus milih satu dari dua villa yang kita tinggali selama trip ini, secara pribadi kita lebih suka Berry Amour Romantic Villas. Tata ruang, kenyamanan, dan suasana romantisnya lebih cocok sama selera kita.










Berry Amour Romantic Villas adalah kompleks villa bergaya romantis dengan rating bintang lima, total 20 villa, dan hanya menerima tamu pasangan serta tamu di atas 16 tahun. Di sini ada info lengkapnya.
Cek harga & ketersediaan kamar Berry Amour Romantic Villas Agoda Trip Booking
Malam itu kita nggak keluar lagi, langsung aja pesan delivery lewat Grab dan nikmatin makan malam santai di villa. Kita pesan pizza, Pad Thai, dan tom yum soup — selain cepat sampe, harganya juga lebih murah dari perkiraan, dan rasanya enak-enak semua.

(Dok. dr. Huang)
Catatan editor: Kalau ke Bali, wajib coba pizza di sini, setiap tempat jualan enak banget!
Kadang traveling nggak harus terus-terusan ke tempat wisata. Diam di Villa, berenang, makan enak, ngobrol santai — itu juga cara liburan yang nyaman banget. Buat kami, malam santai kayak gini malah jadi salah satu kenangan paling rileks selama perjalanan ke Bali.
Lebih Banyak Rekomendasi Makan, Minum, dan Seru-seruan di Seminyak

Seminyak adalah kawasan di Bali yang memadukan gaya modern dan tradisional dengan sempurna. Di sini ada restoran kelas atas, butik-butik keren, dan kehidupan malam yang super seru — surga banget buat liburan! Mau tahu info seru soal hiburan dan kuliner lainnya? Klik di sini
Review Akomodasi di Seminyak
- Rekomendasi Akomodasi Bali: 10+ Penginapan Tema Pesisir Mewah di Seminyak
- SeminyakSurga Pribadi Villa Kolam Renang: 22 Villa Bali yang Memukau di Seminyak
- 50+ Panduan Kuliner Eat Street Seminyak
- Wajib Koleksi buat Foodie! 8 Villa & Hotel Berkualitas Tinggi dengan Harga Worth It di Dekat Eat Street
- Rekomendasi Villa Pribadi Seminyak untuk Keluarga: 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih
Hari Keempat
Hari keempat, kami booking mobil seharian, siap eksplorasi tempat-tempat seru di tengah Bali. Tapi sebelum berangkat, pastinya nggak boleh skip Floating Breakfast dari Villa!
Meskipun sarapan di Villa ini secara keseluruhan nggak seenak Villa sebelumnya, tapi kalau sudah nginep di Villa, tetap recommended buat nyobain floating breakfast sekali. Naro piring di kolam renang, sambil sarapan dan foto-foto — beneran ada vibes liburan mewah. Tapi kalau dari segi makanan, yang paling kami suka malah buburnya, rasanya surprisingly enak, bikin sarapan ini makin berkesan.
Setelah kenyang, kita mulai perjalanan hari ini dengan mobil sewaan.
Pertama, kita mampir ke Sangeh Monkey Forest (Hutan Monyet Sangeh).
Bicara soal hutan monyet di Bali, kebanyakan turis pasti langsung kepikiran Sacred Monkey Forest di Ubud. Tapi kali ini kami sengaja pilih Sangeh Monkey Forest. Keunggulan terbesarnya adalah pengunjungnya relatif lebih sedikit, jadi nggak terlalu ramai, dan bisa lebih santai berinteraksi dengan monyet-monyetnya.
Begitu masuk area, ada pemandu lokal yang menemani. Mereka kasih kita satu bungkus kacang, lalu ajak kita jalan-jalan masuk ke dalam hutan. Nggak cuma jadi guide, mereka juga ngajarin cara kasih makan monyet yang benar, jelasin kebiasaan hidup monyet, dan bagi-bagi tips penting saat berinteraksi dengan mereka.
Yang paling seru, pemandu sesekali bersuara khas buat manggil monyet. Nggak lama, monyet-monyet langsung lompat ke pundak, lengan, atau pohon di dekat kita — jadi makin banyak kesempatan buat interaksi dan foto. Semuanya terasa natural, dan keliatan banget kalau pemandu udah akrab banget sama kawanan monyet ini.

(Dok. dr. Huang)
Kami benar-benar suka banget sama itinerary ini, total pengalamannya sekitar satu jam, nggak terlalu lama dan nggak bikin buru-buru. Kalau kamu mau menghindari keramaian di Monkey Forest Ubud, menurutku tempat ini worth it banget buat dipertimbangkan.
Tiket masuknya sekitar USD$10, terus kami juga beli satu foto kenang-kenangan yang diambil di area taman, ditambah tip untuk pemandu, total habis sekitar USD$6. Secara keseluruhan, menurut kami pengalaman ini sangat worth it dan jadi salah satu spot paling berkesan di perjalanan ini.
Setelah keluar dari Sangeh Monkey Forest, kami lanjut menuju salah satu area paling populer di perjalanan ini — Ubud.
Siangnya kami mampir makan di Sun Sun Warung, restoran Indonesia murah yang banyak direkomendasikan traveler. Suasananya sederhana, tapi makanannya berkualitas dan harganya ramah banget di kantong.
Kami pesan Bebek Goreng andalannya dan Mie Goreng, dua-duanya bikin puas. Bebek gorengnya kulitnya renyah, dagingnya tetap empuk, makin mantap kalau dicocol sambal Indonesia; Mie Goreng-nya penuh aroma khas Nusantara, gurih dan nggak terlalu berminyak. Berdua cuma habis sekitar USD$16, di Ubud sih CP-nya tinggi banget. Kalau kamu suka masakan Indonesia autentik, wajib coba deh.
Kenyang-kenyang, kami jalan-jalan santai di pusat Ubud, menyusuri jalanan yang ramai sambil mampir ke Ubud Palace yang terkenal. Jalanan Ubud dipenuhi toko-toko unik, kerajinan tangan, dan kafe, suasananya bikin liburan makin terasa.
Tapi, cuaca hari itu panas banget, nggak lama jalan kami langsung mutusin cari tempat buat ngadem.
Kami mampir ke Tukies Coconut Shop, toko dessert kelapa yang cukup terkenal. Meskipun nggak ada AC, mereka punya berbagai minuman dan dessert berbahan kelapa, cocok banget buat istirahat siang yang panas.
Kali ini kami pesan es kelapa, minuman lemon kelapa, dan Americano, minuman kelapa yang dingin-dingin bikin segar langsung, panas langsung ilang. Kalau kamu jalan-jalan di Ubud sampai keringetan, mampir sini buat isi cairan dan istirahat.
Setelah istirahat, kami nemu lagi toko yang jual Kopi Luwak. Yang paling unik, di sini kita bisa interaksi langsung dari dekat sama musang luwak asli!

Musang luwak di tempat ini ukurannya lebih besar dari yang dibayangkan, sekitar 10 kg. Stafnya bahkan mengizinkan kami menggendongnya untuk foto, benar-benar pengalaman yang unik banget.
Tentu saja, begitu sampai sini, kami pesan juga secangkir kopi luwak buat dicoba. Rasanya super lembut di mulut, pahitnya nggak berlebihan, overall sangat nyaman diminum. Ini juga jadi salah satu hal yang banyak orang pengen coba pas ke Bali.
Setelah jalan-jalan, kaki mulai protes. Akhirnya kami mampir ke Ubud Traditional Spa di dekat sini buat relaksasi.
Kali ini pilih paket Rice Farmer Massage, isinya 60 menit Rice Farmer Massage plus 30 menit pijat kaki. Harganya sekitar USD$26 per orang.

(Dok. Dr. Huang)
Meskipun tekanan pijatnya nggak se-‘sampai’ yang kami rasain di SPA sebelumnya, tapi secara keseluruhan pelayanan, suasana, dan harganya oke banget. Buat standar di pusat kota Ubud, CP-nya worth it. Kalau kebetulan kamu punya jadwal seharian penuh jalan-jalan dan explore tempat di Ubud, ditutup dengan pijat relaksasi lalu balik ke hotel, menurutku itu itinerary yang nyaman banget.
Lebih Banyak Seru-seruan di Ubud: Makan, Main, dan Nongkrong

Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Sawah terasering yang hijau, hutan yang tenang, dan tradisi yang dalam bikin siapa pun betah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau rileks. Mau eksplor budaya lokal, nikmatin alam, atau coba aktivitas outdoor seru plus kuliner dengan pemandangan kece — Ubud punya semuanya. Pengin tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Tema Akomodasi di Ubud
- 【Akomodasi Ubud Bali】30+ Rekomendasi Akomodasi Khas Ubud, Nikmati Petualangan Ajaib di Tengah Pemandangan Alam Bali!
- 【Rekomendasi Akomodasi Ubud】Villa Ubud dengan Kolam Renang: Surga Privat 20+ Villa Bali yang Memukau
- Rekomendasi Akomodasi Yoga di Ubud Bali: 10 Pilihan Impian dengan Kelas Yoga dan Relaksasi Jiwa
- 18 Resor Ramah Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Keluarga ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Ubud untuk 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih
Setelah selesai urusan di Ubud, kami balik ke Seminyak, siap menutup hari yang padat ini dengan makanan enak.
Makan malam pilih Pison, restoran Western yang populer banget. Menu variatif, malemnya ada live band, suasananya santai, cocok buat dinner bareng temen atau pasangan.
Begitu duduk, kami pesan minuman andalan mereka, Avocado Espresso. Awalnya agak susah bayangin kombinasi alpukat sama espresso, tapi begitu nyobain, bikin kaget. Alpukat yang creamy dan wangi kopi ternyata cocok banget. Wajib coba kalau ada kesempatan!
Untuk menu utama kami pesan Steak dengan Saus Truffle Jamur dan Pasta Carbonara Truffle, dua-duanya oke banget. Aroma truffle-nya kuat tapi nggak berlebihan, rasanya berlapis-lapis. Ditambah ada live band yang manggung, bikin makan malam ini makin santai dan jadi salah satu momen makan paling berkesan di perjalanan ini.
Hari Kelima
Nggak terasa, udah sampai di hari terakhir perjalanan Bali ini.
Hari ini nggak banyak rencana. Setelah check-out, kami minta sopir Benny anter ke warung lokal rekomendasi dia, Warung Babi Guling Pak Malen.
Ini warung babi guling yang cukup terkenal. Pas siang hari hampir penuh terus, keliatan banget disukai sama lokal maupun turis.
Kami pesan satu porsi nasi babi guling andalan. Pas liat pertama, ingetannya langsung ke nasi ayam khas Chiayi, Taiwan — sama-sama sepiring nasi simpel dengan potongan daging dan lauk. Harganya kurang dari USD$3, murah banget.
Tapi kali ini dagingnya agak dingin, jadi teksturnya nggak sesuai ekspektasi, overall nggak terlalu wow. Tapi ya, setiap orang beda-beda sih. Kalau kebetulan lewat, boleh dicoba restoran lokal terkenal ini.
Di perjalanan menuju bandara, Benny sempat ngasih kami nyobain minuman tradisional Indonesia favorit dia, Arak.
Pas liat dikemas dalam botol plastik, reaksi pertama sih agak ragu (haha). Tapi Benny bilang ini arak tradisional buatan lokal yang umum banget.
Arak tradisional dibuat dari fermentasi dan distilasi nira kelapa atau bahan lain. Rasanya ada aroma beras dan alkohol yang ringan. Menurutku mirip tuak khas Taiwan — masuknya lembut, nggak terlalu keras, ternyata enak juga. Seru sih bisa ngerasain budaya lokal Bali yang lain.
Perjalanan liburan bebas lima hari empat malam di Bali ini benar-benar meninggalkan banyak kenangan indah buat kami.
Meskipun kami pergi di musim hujan bulan Desember, sepanjang perjalanan cuma sekitar satu hari aja hujan deras, jadi nggak terlalu ganggu itinerary. Kali ini kami juga nggak sengaja memenuhi setiap hari dengan jadwal padat, tapi lebih banyak menyisihkan waktu santai, jadi rasanya malah lebih nyaman.
Kalau dipikir-pikir, lima hari ini cuma menjelajahi sebagian kecil dari Bali, tapi udah bikin kami jatuh cinta banget sama pulau ini.
Makanan di sini bikin pengin balik lagi, SPA dan pijatnya masih worth it dengan harga terjangkau, Monkey Forest dan interaksi dengan luwak juga seru banget; dua Villa yang kami tinggali punya ciri khas masing-masing, semuanya layak direkomendasikan.

(Dok. dr. Huang)
Terakhir, pengen banget rekomendasiin sopir kami selama perjalanan ini, Benny. Selain antar-jemput yang aman, dia juga banyak berbagi cerita tentang budaya dan kehidupan lokal, serta merekomendasikan banyak makanan dan pengalaman yang cuma diketahui warga lokal. Sepanjang perjalanan, kami bisa merasakan ketelitian dan tanggung jawabnya. Makanya, kami kemudian juga merekomendasikan beberapa teman untuk pakai jasa sewa mobilnya, dan semua kasih ulasan bagus.
Makasih buat kalian yang udah setia baca sampai akhir, dan terima kasih juga sudah ikut bernostalgia bareng catatan perjalanan lima hari empat malam di Bali ini.
Kalau mau lihat lebih banyak visual aslinya, boleh banget tonton video YouTube kami, yang di dalamnya ada rekaman lengkap destinasi, kuliner, akomodasi, dan proses perjalanan ini. Lebih bisa ngerasain suasana liburan santai di Bali dibanding foto, dijamin bikin kamu makin paham soal trip ini.
Semoga catatan perjalanan ini bisa kasih inspirasi buat kamu yang lagi merencanakan liburan bebas ke Bali, dan semoga lain kali kita bisa bareng-bareng menjelajahi lebih banyak sudut indah Bali lainnya. 🌴
Koleksi Cerita Perjalanan Bali

Lihat lebih banyak cerita perjalanan Bali di sini
Kamu juga pengen bikin catatan perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh intip "Cara Menulis Catatan Perjalanan Bali yang Keren", biar catatan perjalananmu makin kece!