Kesimpulan Awal: Penglipuran Village terletak di kawasan pegunungan Gianyar, Bali timur. Sejak 1988 resmi jadi desa wisata, dan berturut-turut masuk daftar Desa Wisata Terbaik Dunia versi UNWTO—daya tariknya adalah kompleks bangunan tradisional paling terawat, budaya kunjungan ramah warganya, serta hutan bambu raksasa misterius di belakang desa. Cocok buat traveler yang ingin merasakan kehidupan tradisional Bali asli, suka foto-foto dengan vibe kental, dan tertarik wisata budaya. Dari Ubud naik mobil sekitar 1 jam.
Bali sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia, dengan pantainya yang memukau, warisan budaya, dan atmosfer unik, berhasil menarik banyak wisatawan. Namun, di pulau yang menakjubkan ini, ada satu tempat tersembunyi: Desa Penglipuran, yang siap dijelajahi para pelancong.
Latar Belakang Desa Penglipuran
Desa Penglipuran terletak di bagian timur Bali, jauh dari keramaian dan hiruk-pikuk kota. Desa ini dikenal sebagai salah satu komunitas tradisional Bali yang paling terawat, dengan makna khusus karena mempertahankan budaya Bali asli dan gaya hidup unik. Desa ini penuh dengan nuansa budaya Bali, menjadi harta karun Bali yang sangat berharga.
Menjadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Dunia
Sejak resmi menjadi desa wisata pada tahun 1988, Penglipuran Village telah berturut-turut masuk dalam daftar Desa Wisata Terbaik Dunia versi UNWTO. Dengan inti ‘aman, bersih, dan kaya budaya’, desa ini menjadi contoh transformasi pariwisata Bali.

Penglipuran Village
Tempat Wisata dan Aktivitas di Penglipuran Village
Salah satu daya tarik utama Desa Penglipuran adalah arsitektur tradisional dan tata letaknya yang masih terjaga dengan baik. Di sini, kamu bakal merasakan perputaran waktu, serasa kembali ke masa lalu di komunitas Bali kuno. Jalan-jalan yang membentang dan rumah-rumah tua di desa ini memancarkan nuansa Bali yang kental, bikin siapa pun terpesona.
Desa Penglipuran juga jadi tempat penyelenggaraan upacara adat dan festival di Bali. Kamu punya kesempatan untuk ikut serta dan menyaksikan ritual lokal, merasakan langsung budaya religius Bali. Selain itu, kamu bisa merasakan keseharian warga, mengagumi kerajinan tradisional dan aktivitas mereka, sehingga lebih memahami komunitas unik ini.

Desa Penglipuran
Desa Bambu yang Hijau dan Asri
Tidak jauh dari Kintamani, di antara perbukitan pedesaan yang membentang, terdapat Desa Penglipuran, tempat yang tenang dan menyenangkan. Struktur desa ini hampir utuh, jalan berbatu tersusun rapi, bangunan tradisional kuno berpadu dengan taman yang terawat rapi. Desa ini mempertahankan cara bangunan tradisional, terutama memanfaatkan bambu. Hampir semua yang ada di desa—dapur, gerbang megah dan pintu masuk, furnitur, atap, hingga pintu—dianyam dari bahan tanaman yang melimpah. Yang paling istimewa, atap bambu dan berbagai kreasi unik lainnya jadi ciri khas komunitas kecil ini, susah ditemukan di tempat lain.
Ramah Lingkungan dan Cantik Bersama
Namun, yang paling bikin takjub adalah keindahan desa ini, yang tercermin dari kebersihannya. Ini karena kesadaran lingkungan sudah jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga, diwariskan turun-temurun. Baik penduduk lokal maupun turis, nggak ada yang buang sampah sembarangan, dan perokok cuma boleh merokok di area tertentu. Julukan paling spesial buat Desa Penglipuran adalah, bersama Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India, desa ini diakui sebagai salah satu dari tiga desa terbersih di dunia.
Pada Juni 2025, desa ini kembali meraih Penghargaan Apresiasi Kalpataru Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia, penghargaan yang khusus diberikan kepada komunitas dan individu yang berkontribusi luar biasa dalam keberlanjutan lingkungan.
Kepala Desa Wayan Budiarta bilang: “Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh warga desa dalam menjaga lingkungan selama ini. Budaya bersih kami sudah diwariskan turun-temurun.”
Pengalaman yang Menembus Waktu
Kamu bisa datang ke desa ini kapan aja sepanjang tahun, tapi waktu terbaik buat berkunjung adalah pas mendekati hari raya Galungan. Di momen-momen itu, seluruh desa dihias dengan dekorasi spesial bernama “penjor” yang dipasang di bambu. Di saat-saat istimewa ini, kamu juga bisa lihat para gadis muda pakai baju adat Bali, sambil membawa sesajen di atas kepala, jalan dengan anggun ke pura Hindu desa — kayak panggung upacara gitu.

Cobain Loloh Cem-cem

Loloh Cemcem adalah minuman tradisional khas Desa Penglipuran. Daun cemcem jadi salah satu komoditas utama desa ini. Warga lokal biasanya mengolah daun ini jadi minuman segar yang baik buat kesehatan.
Minuman hijau sehat ini sering dianggap rasanya pahit. Soalnya banyak orang mikir kalau daun cemcem itu sendiri bakal bikin pahit waktu diolah jadi makanan. Padahal, anggapan itu salah besar. Pas kamu minum Loloh Cemcem, nggak bakal kerasa pahit karena campuran gula aren bisa menetralisir rasa pahitnya.
Proses pembuatannya, daun cemcem dicampur sama tanaman lain kayak daun jarak, daun sirih, dan daun dadap. Keempat daun ini ditumbuk halus, lalu direndam di air hangat. Setelah itu, ditambah kayu manis dan gula aren buat netralin rasa pahit daunnya. Biar makin enak, beberapa penjual sengaja nambahin kelapa parut. Kalau ditambah es batu, rasanya makin segar! Ini minuman paling pas buat ngilangin haus di cuaca panas Bali. Dahaga kamu bakal langsung ilang.
Loloh Cemcem nggak cuma minuman segar, tapi juga punya banyak manfaat buat tubuh. Misalnya bisa nurunin tekanan darah tinggi dan bantu masalah pencernaan. Karena khasiatnya ini, wisatawan yang mampir ke Desa Penglipuran sering banget nyobain Loloh Cemcem. Minuman ini juga gampang banget dicari. Hampir semua warga Desa Penglipuran jualan, biasanya di depan rumah mereka. Harganya juga ramah di kantong. Jadi kamu bisa cobain tanpa khawatir soal harga.
Tur Harian Populer di Klook
- Tur Uluwatu/Jimbaran & Tari Kecak dengan Sopir Berbahasa Mandarin
- Day Trip ke Nusa Penida dengan Pemandu Berbahasa Mandarin
- 【Paket Lengkap】Sewa Mobil Pribadi Berbahasa Mandarin
- Private Day Trip ke Ubud dengan Sopir Berbahasa Mandarin
- Tur Instagram ke Bali Timur/Utara dengan Pemandu Berbahasa Mandarin
- Tur Instagramable di Bali
Tips Berkunjung ke Desa Penglipuran
Pas kamu ke Desa Penglipuran, penting banget buat hormati budaya dan adat setempat. Pakaian yang sopan dan sikap yang santun bakal bikin interaksi kamu sama warga desa jadi lebih lancar. Oh iya, kalau mau foto, minta izin dulu ya sama penduduk setempat.
Kami sangat saranin kamu sewa pemandu lokal. Ini bakal bikin kamu lebih paham soal sejarah dan tradisi desa. Pemandu bakal kasih wawasan yang lebih dalam, jelasin cerita desa, dan jawab pertanyaan yang mungkin kamu punya.
Di Desa Penglipuran, kamu bisa jalan-jalan santai di gang-gang yang tenang, nikmatin rumah-rumah tradisional, halaman yang rapi, dan senyum ramah penduduk setempat. Warga di sini selalu bangga jaga lingkungan dan budaya, jadi desa ini tetap bersih banget dan punya keindahan yang alami.
Jalan-jalan keliling desa, jangan lupa mampir ke pura dan situs budaya lokal buat ngerti lebih dalam soal kepercayaan dan tradisi orang Bali. Selain itu, kamu juga bisa cobain jajanan khas Bali di warung-warung kecil — dijamin bikin lidah ikut merasakan vibes unik tanah ini.
Entah kamu cari pengalaman budaya atau sekadar petualangan traveling, Desa Penglipuran tuh destinasi yang wajib banget masuk itinerary. Komunitas Bali kuno ini bakal bawa kamu ke dimensi waktu yang beda, bikin kamu ngerasain langsung kekayaan budaya Bali yang dalem banget.
Masuk ke sini kena tiket masuk. Harganya: buat warga lokal Rp25.000, buat turis asing Rp50.000.
Paket sehari dari Klook
Tur sehari ke Penglipuran plus tempat wisata lain di sekitarnya
📚FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyain
Di mana sih Desa Penglipuran?
Desa Penglipuran ada di Kabupaten Bangli, Bali, dekat sama kawasan Danau Batur yang ada gunung api aktifnya.
Kenapa Desa Penglipuran disebut desa terbersih di dunia?
Warga desa sudah bertahun-tahun menerapkan aturan pengelolaan sampah dan langkah-langkah ramah lingkungan yang ketat. Di desa ini nggak ada sampah yang kelihatan, jalan-jalannya bersih banget kayak baru disapu.
Bisa nginep di Desa Penglipuran?
Di desa ini mayoritas ada homestay lokal yang nawarin pengalaman nginep simpel tapi nyaman. Wajib reservasi dulu ya.
Boleh lihat-lihat hutan bambu di Desa Penglipuran?
Boleh banget. Sebagian hutan bambu dibuka untuk wisatawan, dan ada juga tur yang jelasin sistem pengelolaan berkelanjutan mereka.
Ada biaya masuk ke desa?
Iya, pengunjung dikenakan biaya masuk yang kecil. Uangnya dipakai buat dana perawatan lingkungan dan kebersihan desa.
Lebih Banyak Seru-seruan di Ubud: Makan, Main, dan Nongkrong

Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Sawah terasering yang hijau, hutan yang tenang, dan tradisi yang dalam bikin siapa pun betah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau rileks. Mau eksplor budaya lokal, nikmatin alam, atau coba aktivitas outdoor seru plus kuliner dengan pemandangan kece — Ubud punya semuanya. Pengin tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Tema Akomodasi di Ubud
- 【Akomodasi Ubud Bali】30+ Rekomendasi Akomodasi Khas Ubud, Nikmati Petualangan Ajaib di Tengah Pemandangan Alam Bali!
- 【Rekomendasi Akomodasi Ubud】Villa Ubud dengan Kolam Renang: Surga Privat 20+ Villa Bali yang Memukau
- Rekomendasi Akomodasi Yoga di Ubud Bali: 10 Pilihan Impian dengan Kelas Yoga dan Relaksasi Jiwa
- 18 Resor Ramah Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Keluarga ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Ubud untuk 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih