Konten berikut diadaptasi dari catatan perjalanan Pinkey Lo yang dibagikan oleh anggota grup:
Ini kunjungan kedua kami ke Bali tahun ini. Dari 11 sampai 18 Oktober, kami menghabiskan delapan hari tujuh malam yang tak terlupakan di ‘Pulau Dewata’ ini. Alasan kami memilih datang lagi adalah karena sangat terpesona oleh budaya lokal, pemandangan alam, dan kuliner khas Bali. Dalam perjalanan ini, kami menginap di tiga hotel dengan gaya berbeda, mulai dari area Pantai Kuta yang ramai, sawah Ubud yang tenang, hingga pesisir Jimbaran yang santai—setiap tempat menyisakan kenangan indah.
Terima kasih khusus untuk admin grup dan para anggota, saat suami saya mengalami diare parah di tengah perjalanan dan saya minta tolong, saran serta perhatian kalian membantu kami melewati masa sulit (di bagian akhir ada solusi cara kami mengatasi Bali Belly). Kehangatan ini menjadi salah satu kenangan paling berharga dari perjalanan ini.
Hari 1: Tiba di Bali, Mulai Petualangan di Pulau Tropis
Kedatangan dan Penukaran Uang
Setelah beberapa jam penerbangan, akhirnya kami menginjakkan kaki di tanah Bali. Udara tropis di luar bandara langsung menyambut dengan aroma bunga kamboja yang samar, bikin langsung terasa suasana liburan. Setelah selesai urusan imigrasi, pertama-tama kami pergi menukar uang. Biasanya, kurs di tempat penukaran di pusat kota lebih menguntungkan.
Panduan Wajib Tukar Uang di Bali
- Kisah Pahit Tukar Uang di Bali: Pengalaman Langsung Teman Travel, Jangan Serakah!
- 《Panduan Lengkap Tukar Uang & Manajemen Keuangan di Bali》Pakai Uang Apa di Indonesia/Bali? Cara Tukar Paling Untung? Ke Mana Tempat Tukar Terbaik? Rekomendasi Lokasi Tukar Uang
- 【Pencurian Kartu Kredit/Biaya Admin/Tambah %】Aman Nggak Sih Pakai Kartu Kredit di Bali?
- Tukar Uang di Indonesia/Bali: Langsung Tukar vs Tukar ke Dolar AS Dulu Lalu ke Rupiah, Mana Lebih Untung?
Makan Malam di GOSHA x GOEMEROT
Setelah beres-beres barang, kita langsung nggak sabar buat nyobain GOSHA x GOEMEROT buat makan pertama di Bali. Restoran ini perpaduan rasa Bali modern dan tradisional, platingnya cantik banget, rasanya juga otentik. Malam pertama di negeri orang, sambil menikmati makanan enak, kita udah ngebayangin serunya 7 hari ke depan.
Menginap di Aloft Bali Kuta at Beachwalk
Rekomendasi Penginapan: Aloft Bali Kuta at Beachwalk

Malam ini kita nginep di Aloft Bali Kuta yang ada di daerah Kuta. Kita pilih tipe kamar Pool View Double, ada dua tempat tidur double yang nyaman. Meskipun kamarnya nggak terlalu luas, tapi desainnya modern dan kece, kebersihannya juara. Yang paling bikin puas itu lokasinya — nyambung langsung ke Beachwalk Mall, jadi kalau mau belanja atau cari tempat makan gampang banget. Selain itu, dekat juga sama Jl. Poppies II yang rame, jalan kaki aja sampe. Sarapan di hotel variatif dan enak, stafnya ramah banget, bikin liburan Bali kita makin oke.










Day 2: Jelajahi Tanah Lot & Santai di Seminyak
Pagi: Tanah Lot
Pagi setelah sarapan enak di hotel, kita langsung jalan menuju salah satu ikon paling terkenal di Bali — Tanah Lot. Pura Hindu abad ke-16 ini berdiri di atas batu karang di tengah laut. Waktu air surut, kita bisa jalan mendekat, pas air pasang, dikelilingi ombak, pemandangannya kayak lukisan. Berdiri di pinggir pantai, ngeliat ombak pecah di karang, pura bersinar kena sinar matahari, rasanya bikin merinding. Saran gue, mending datang sore hari, pas matahari terbenam, Tanah Lot makin cantik bikin speechless.
Referensi Cepat: Destinasi Wajib di Bali: Panduan Lengkap Tanah Lot, Pasang Surut & Tempat Sekitar
Siang: Jalan-jalan dan Makan di Seminyak Square
Setelah dari Tanah Lot, kita lanjut ke kawasan Seminyak yang penuh gaya. Di sini banyak banget butik, restoran, dan kafe — ini daerah yang lebih modern di Bali. Kita jalan-jalan santai di sekitar Seminyak Square, sambil menikmati waktu belanja yang asyik. Ada banyak toko desainer lokal yang jual baju unik, aksesoris, sampai barang rumah tangga. Cocok banget buat kamu yang cari oleh-oleh spesial.
Rekomendasi Restoran: ENDO Seminyak

Siang ini kita makan di ENDO Seminyak yang ada di dekat Seminyak Square. Benar-benar kejutan yang menyenangkan! Awalnya cuma asal pilih, tapi kualitas makanannya di luar dugaan enak banget. Wajib coba bebek betutu dan mie gorengnya — bebeknya renyah di luar, empuk di dalam, bumbunya pas. Mie gorengnya juga khas Bali, porsinya besar dan isinya melimpah.
Malam: WAHAHA

Menjelang sore, kita mampir ke WAHAHA buat makan malam iga babi. Di malam Bali yang hangat, sambil menikmati makanan enak, hari yang padat jadi terasa sempurna.
Day 3: Pindah dari Kuta ke Ubud, Nikmati Suasana Bali yang Berbeda
Pagi: Waktu Berenang di Kolam Hotel
Hari ini nggak buru-buru jalan-jalan. Pagi-pagi setelah sarapan santai di hotel, kita mutusin buat maksimalin fasilitas kolam renang hotel. Main air dan relaks di bawah sinar matahari Bali — ini baru namanya liburan. Di kursi santai tepi kolam, sambil berjemur dan menikmati hangatnya matahari Bali.
Siang: Check Out & Pijat
Pas tengah hari setelah check out, kita mampir ke Spa terdekat buat nikmatin pijat tradisional Bali. Pijat di Bali terkenal banget dengan minyak aromaterapi. Terapisnya profesional, tekanannya pas. Setelah satu jam lebih perawatan, semua capek perjalanan langsung ilang, badan dan pikiran bener-bener rileks.
Sore: Restoran Italia Massimo & Es Krim
Abis pijat, kita mampir ke Restoran Italia Massimo buat makan siang. Restoran ini cukup terkenal di Bali, nyajiin masakan Italia autentik. Rasanya orisinal banget, apalagi pasta dan pizza buatan tangan — bikin kita serasa lagi di Italia. Habis makan, jangan lupa cobain es krim mereka. Teksturnya lembut banget, cocok jadi pencuci mulut di cuaca panas.
Belanja di Supermarket Grand Lucky
Rekomendasi Belanja: Supermarket Grand Lucky
Sebelum lanjut ke Ubud, kita sengaja mampir ke Supermarket Grand Lucky buat belanja. Supermarket ini jadi tempat favorit wisatawan buat beli oleh-oleh. Harganya transparan dan terjangkau, nggak perlu khawatir kena harga turis. Barangnya lengkap banget — dari kopi Bali, rempah-rempah, camilan, sampai kebutuhan sehari-hari. Kita beli lumayan banyak makanan khas lokal di sini, siap dibawa pulang ke Taiwan buat dibagi ke keluarga dan teman.
Check In KAAMALA Resort & Spa Ubud
Rekomendasi Penginapan: KAAMALA Resort & Spa Ubud


Sore hari, kami tiba di KAAMALA Resort & Spa Ubud. Resort ini bikin kami jatuh cinta sejak pandangan pertama! Kami menginap di tipe Villa pribadi, dan saat pagi harinya membuka tirai, pemandangan sawah hijau keemasan di depan mata bikin kami takjub banget. Angin sepoi-sepoi menerpa padi, rasanya kayak lagi di surga tersembunyi.
Sarapan yang disediakan hotel mayoritas ala Barat, meskipun pilihannya nggak terlalu banyak, tapi setiap hidangan dibuat dengan hati-hati dan rasanya enak banget. Di resort juga ada kolam renang tanpa batas (infinity pool), pemandangan dari kolam langsung ke sawah bertingkat yang indah banget. Yang paling berkesan adalah pelayanan hotelnya, stafnya aktif ngobrol sama tamu, nanyain kondisi menginap, keramahannya bikin kita merasa bukan di hotel, tapi lagi main di rumah temen.








▶Link Pemesanan KAAMALA Resort & Spa Trip Booking
Day 4: Eksplorasi Ubud Lebih Dalam, Rasakan Esensi Budaya Bali
Pagi: Waktu Santai di Hotel
Pagi pertama di Ubud, kami memilih untuk bersantai di hotel, menikmati privasi Villa dan pemandangan pedesaan di sekitarnya. Duduk di balkon, memandangi sawah di depan, mendengar suara serangga dan kicauan burung dari kejauhan, ketenangan yang jauh dari hiruk-pikuk ini adalah alasan kami datang ke Ubud.
Siang: Makan Siang di Bebek Tepi Sawah
Rekomendasi Restoran: Bebek Tepi Sawah

Siang hari, kita mampir ke Bebek Tepi Sawah. Nama restonya kalau diartikan langsung berarti ‘bebek di pinggir sawah’, dan beneran lokasinya persis di samping sawah yang cantik. Dekorasi restonya bergaya tradisional Bali, suasananya lokal banget. Kita milih duduk di luar, sambil menikmati pemandangan sawah yang sejuk, sambil nyobain masakan khas Bali. Angin sepoi-sepoi bawa aroma padi, bikin makan siang ini jadi pengalaman yang super nyaman. Bebek panggang andalannya wajib dicoba, dagingnya empuk, bumbunya pas banget.
Siang: Bali Reptile Park
Rekomendasi Tempat: Bali Reptile Park

Setelah makan, kita lanjut ke Bali Reptile Park. Buat kamu yang suka reptil, tempat ini wajib banget dikunjungi! Tiket masuknya udah termasuk tur bahasa Inggris dari staf taman, dan ini salah satu keunggulan utama tempat ini. Pemandunya profesional dan antusias banget, jelasin detail kebiasaan dan ciri-ciri setiap reptil dengan cara yang seru dan menarik. Bahkan yang awalnya agak takut sama reptil, pasti bakal ikut tertular semangatnya.
💰 Mau tahu referensi harga tiket tempat wisata lainnya? Daftar Harga Tiket Masuk Bali udah ngumpulin 49 referensi harga terbaru tempat populer, lengkap dengan link perbandingan harga dari Klook/Trip.com.
Yang paling spesial, selama tur kita bisa menyentuh langsung beberapa reptil jinak, termasuk ular piton dan kadal. Stafnya bakal pastiin keamanan dulu, dan ngajarin cara menyentuh yang benar. Pengalaman dekat kayak gini bikin kita punya pandangan baru tentang makhluk-makhluk ini. Seluruh kunjungan kira-kira butuh waktu 1,5 sampai 2 jam, cocok banget buat liburan keluarga.
▶🎭 Bali Reptile Park adalah tempat yang pas buat lihat koleksi reptil paling lengkap di Asia Tenggara, sambil belajar berbagai hal tentang mereka (Tiket diskon Klook)
Setelah selesai dari Reptile Park, kamu bisa mampir ke tempat-tempat sekitar buat memperpanjang petualangan alam di Bali:
- 🐘 Bali Zoo: Kasih pengalaman lihat hewan yang dekat dengan alam, kumpulin berbagai spesies dari Indonesia dan seluruh dunia, cocok buat jalan-jalan keluarga sehari (Tiket diskon Klook)
- 🦁 Bali Safari & Marine Park:
- Naik safari dan lihat berbagai macam hewan, termasuk spesies yang terancam punah. Kamu bisa naik bus safari untuk melihat singa dan zebra (Tiket diskon Klook)
- 🐳Bali Marine Safari : Jelajahi ekosistem laut dan darat yang beragam, termasuk kapibara. Tempat ini bikin kamu merasakan keindahan hidup lewat eksplorasi, edukasi, dan konservasi (Tiket diskon Klook)
- 🦚Bali Bird Park : Surga tropis eksotis yang penuh dengan burung langka dari seluruh dunia dan pemandangan alam yang imersif. Ada pertunjukan burung seru dan pengalaman interaktif, cocok banget buat liburan keluarga (Tiket diskon Klook)
- 🛍️ Mason Elephant Park : Jelajahi satu-satunya tempat penampungan gajah profesional di Bali dan berinteraksi langsung dengan gajah Sumatra. Nikmati pertunjukan gajah di taman, dan jalin ikatan dengan raksasa lembut ini lewat aktivitas memberi makan (Tiket diskon Klook)
Sore: Jalan-jalan di Pasar Ubud
Setelah meninggalkan Reptile Park, kami sampai di Pasar Ubud. Ini adalah kawasan paling ramai di Ubud dan tempat terbaik buat belanja kerajinan tangan khas Bali. Di pasar ini, kamu bisa nemuin berbagai macam barang, dari pakaian tradisional, ukiran kayu, perak, tas anyaman, sampai lukisan. Harganya bisa ditawar, saran saya mulai dari sepertiga harga yang disebutkan penjual. Seru-seruan nawar juga jadi bagian dari serunya jalan-jalan di pasar ini. Di sela-sela gang pasar, ada banyak kafe dan restoran kecil yang tersembunyi. Kalau capek, kamu bisa mampir duduk santai sambil minum kopi Bali dan nikmatin suasana Ubud yang santai.
Makan Malam: Taman Dedari



Malam harinya, kami makan malam di Taman Dedari buat nutup hari yang padat ini.
Referensi Cepat: 【Rekomendasi Kuliner + Pemandangan Ubud】Taman Dedari
Hari ke-5: Eksplorasi Gunung Kintamani dan Desa Tradisional
Pagi: Kintamani & Ritatkala Café
Rekomendasi Tempat & Makan: Kintamani & Ritatkala Café

Hari ini kita jalan-jalan ke area gunung berapi terkenal di Bali — Kintamani. Dari sini, kamu bisa lihat pemandangan megah Gunung Batur dan Danau Batur. Ini salah satu destinasi alam wajib dikunjungi di Bali.
Kita memilih makan di Ritatkala Café, kafe dengan pemandangan yang juara banget. Saran banget ambil tempat duduk di luar, menghadap langsung ke gunung dan danau, sambil menikmati makanan dan keindahan alam yang luar biasa. Sayap ayam di sini recommended banget, kulitnya renyah, dagingnya juicy, dicocol saus spesial makin mantap. Di udara pegunungan yang sejuk, sambil ngopi panas dan memandang gunung berapi di kejauhan, rasanya bikin hati adem dan tenang.
Referensi Cepat: 12 Rekomendasi Kafe dengan Pemandangan Gunung Berapi di Kintamani Bali 🌄☕
Siang: Desa Tradisional Penglipuran
Rekomendasi Tempat: Desa Penglipuran

Setelah dari Kintamani, kita lanjut ke Desa Penglipuran, sebuah desa tradisional Bali yang terawat dengan baik. Arsitektur bangunan di desa ini seragam, benar-benar menampilkan estetika dan budaya tradisional Bali. Yang paling unik, pengunjung bisa masuk ke dalam rumah warga. Buat aku yang selalu penasaran sama bentuk rumah tradisional Bali, ini kayak mimpi jadi kenyataan!
Jalanan di dalam desa bersih dan rapi, di kedua sisinya ditanami bambu, berjalan di sana terasa sangat sejuk. Beberapa rumah penduduk juga menjual kerajinan tangan atau produk khas setempat, harganya bisa ditawar, coba aja ngobrol langsung sama pemiliknya. Kami beli es loli di salah satu rumah, pemiliknya ramah banget dan dengan hangat mengajak kami istirahat di halaman. Duduk di halaman rumah tradisional Bali, merasakan angin sepoi dan ketenangan, rasa rileksnya bikin ogah pergi. Penduduk di sini hidupnya santai, penuh kehangatan, tempat yang pas banget buat merasakan budaya tradisional Bali.
Referensi Cepat: Menembus Waktu di Desa Penglipuran: Rasakan Pesona Kuno Bali
Pengalaman Ayunan di Sawah Terasering

Setelah selesai keliling desa, kami lanjut ke tempat ayunan di sawah terasering terdekat. Berayun di depan sawah hijau bertingkat adalah salah satu aktivitas paling populer di Bali belakangan ini. Saat ayunan terayun, pemandangan sawah hijau dan hutan di kejauhan langsung terhampar, rasanya seperti terbang di alam bebas. Kebebasan dan keindahan itu jadi salah satu kenangan paling tak terlupakan selama perjalanan ini.
Referensi Cepat: Main Ayunan di Ubud: 8 Spot Foto Ayunan Terindah di Bali|Panduan Ayunan Ubud/Sewa Gaun
Lebih Banyak Seru-seruan di Ubud: Makan, Main, dan Nongkrong

Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Sawah terasering yang hijau, hutan yang tenang, dan tradisi yang kental bikin siapa pun betah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau rileks, baik itu menjelajahi budaya lokal, menikmati alam, atau nyobain aktivitas seru plus kuliner dengan pemandangan kece. Ubud pasti kasih pengalaman yang beda! Mau tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Rekomendasi Tempat Nginep di Ubud
- 【Rekomendasi Menginap di Ubud, Bali】30+ Pilihan Akomodasi Khas Ubud, Rasakan Petualangan Magis di Tengah Pemandangan Alam Bali!
- 【Rekomendasi Penginapan Ubud】Villa dengan Kolam Renang Pribadi di Ubud: Surga Tersembunyi, 20+ Villa Bali yang Bikin Tercengang
- 10 Rekomendasi Penginapan Yoga di Ubud, Bali: Perpaduan Kelas Yoga dan Relaksasi Jiwa yang Impian
- 18 Resor Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Kelompok ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Ubud untuk 3, 4, 5, 6+ Kamar, Cocok untuk Keluarga
Hari 6: Eksplorasi Pantai Selatan dan Tebing Spektakuler
Pagi: Waktu di Kolam Renang Hotel
Pagi terakhir di Ubud, kami kembali ke kolam renang infinity hotel, menikmati pemandangan sawah yang indah. Mengambang di kolam sambil memandang hamparan sawah, hati terasa tenang dan penuh rasa syukur.
Check Out Siang: Jalan Tebing Uluwatu

Setelah check out, kami meluncur ke area Uluwatu di selatan Bali. Sepanjang jalan tebing di pesisir, satu sisi adalah Samudra Hindia biru, sisi lainnya tebing kapur yang curam — pemandangan megah bikin hati lega banget. Jalan ini dijuluki salah satu garis pantai terindah di Bali, ada banyak spot pandang buat berhenti dan foto, jangan sampai kelewatan ya.
Sore: Pandawa Beach Roosterfish Ngopi Sore

Kami ngopi sore di Roosterfish, restoran di tepi Pandawa Beach. Tempatnya punya view laut yang juara. Pesan minuman dingin plus camilan ringan, duduk di teras yang kena angin laut, sambil lihat ombak nyamperin pasir — sore yang simpel tapi worth it banget. Air di Pandawa Beach jernih, pasirnya putih, termasuk pantai yang lebih sepi di Bali, cocok buat kamu yang mau hindari keramaian.
Sore Menjelang Malam: Pura Uluwatu
Rekomendasi Spot: Pura Uluwatu ⚠️ Hati-hati Monyet!

Menjelang sore, kami menuju Pura Uluwatu (Uluwatu Temple). Pura di atas tebing ini adalah salah satu tempat suci terpenting di Bali, juga salah satu spot terbaik buat lihat sunset. Pura berdiri di tebing setinggi 70 meter, menghadap Samudra Hindia yang luas — keren abis.
Peringatan penting: Monyet di sini nakal banget dan berani! Kami lihat sendiri kacamata turis dirampas monyet. Monyet-monyet ini udah terbiasa sama turis, jago banget ambil kacamata, topi, sunglasses, terus ‘minta’ ditukar sama makanan. Jadi pas berkunjung, simpan baik-baik barang bawaan, kacamata bisa diikat pakai tali, hindari bawa perhiasan mengkilap atau makanan biar gak menarik perhatian mereka.
Referensi Cepat: Panduan Wisata Pura Uluwatu / Tebing Cinta Bali: Highlights & Tips Praktis
Meski harus waspada sama monyet, pemandangan di Pura Uluwatu bikin speechless. Waktu matahari terbenam, sinar keemasan menyebar di laut, berkilauan, dan pura jadi makin sakral di balik cahaya. Kalau sempat, tonton pertunjukan Kecak Fire Dance — nikmatin pesta budaya yang gabungin tari, musik, dan drama di bawah senja.
Referensi Cepat: Kecak Fire Dance: Pertunjukan Spektakuler Wajib Nonton di Bali (Info Tiket)
Makan Malam: Ulu Cliffhouse

Malam harinya kita makan di Ulu Cliffhouse. Restoran ini juga ada di tepi tebing, pemandangan lautnya juara banget. Di bawah bintang-bintang, sambil denger suara ombak, nikmatin hidangan yang elegan — jadi penutup sempurna buat hari yang seru ini.
Rekomendasi Tempat Makan & Main di Uluwatu

Uluwatu adalah salah satu kawasan paling populer di selatan Bali, terkenal dengan tebing-tebing spektakuler, pantai-pantai memesona, dan spot surfing yang kece abis. Suasananya romantis banget ala liburan tropis — tempat yang pas buat menikmati sunset dan bersantai. Kalau kamu juga mau nginep di Uluwatu, cek aja rekomendasi lengkap tempat makan, main, dan seru-seruan yang udah kami siapin biar liburanmu makin asik: 【Panduan Uluwatu】Rekomendasi Tempat Wisata, Makan, dan Seru-seruan di Uluwatu
Penginapan di Uluwatu
- Rekomendasi Penginapan Uluwatu: 15 Villa & Resort Pribadi dengan Pemandangan Laut yang Wajib Kamu Coba
- 18 Resort Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Grup ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Uluwatu (3-6+ Kamar) untuk Keluarga
Hari 7: Santai di Jimbaran & Belanja Heboh
Check-in Movenpick Resort & Spa Jimbaran
Rekomendasi Penginapan: Movenpick Resort & Spa Jimbaran
Hari ini kita sampai di hotel terakhir perjalanan — Movenpick Resort & Spa Jimbaran. Ini juga kali kedua kita nginep di sini. Mungkin karena tamu lama, kita beruntung di-upgrade ke kamar tipe poolside. Dari balkon kamar langsung bisa nyebur ke kolam renang, praktis banget dan terasa mewah.
Resor ini punya banyak fasilitas kolam renang, termasuk area bermain anak, lapangan voli air, dan rutin ngadain berbagai aktivitas air — cocok banget buat keluarga. Sarapan di hotel juga lengkap dan variatif, dari masakan Asia sampai Western, semuanya enak. Yang paling bikin surprise adalah Chocolate Happy Hour gratis setiap sore, lengkap dengan aneka dessert cokelat dan minuman cokelat panas. Buat pecinta manis, ini surga banget sih!
Mövenpick Resort & Spa Jimbaran adalah resor bintang 5 mewah di kawasan Jimbaran, menawarkan pilihan liburan yang tenang dan romantis, cocok untuk keluarga. Resor ini terletak di sudut Samasta Shopping Village, jadi cukup nyaman buat kebutuhan sehari-hari. Di mal ini juga ada satu toko iga babi panggang yang super enak, lho! Cek review dari Xiao Jie berikut:
Resort ini cocok banget buat keluarga segala usia, lengkap dengan berbagai aktivitas dan fasilitas yang memenuhi kebutuhan keluarga. Buat anak-anak kecil, ada Meera Kids Club bertema bajak laut, jadi mereka bisa main game dan aktivitas seru sementara orang tua santai.
Resort juga punya kolam renang khusus anak-anak lengkap dengan seluncuran, dijamin bikin seluruh keluarga betah main di bawah sinar matahari.
Buat anak yang lebih besar dan remaja, resort ini punya banyak pilihan hiburan. Mereka bisa main game konsol terbaru di game room, plus ada meja bilyar, bioskop, dan video game. Selain itu, ada juga pusat kebugaran dan spa buat orang tua yang pengin relaksasi sambil anak-anak asyik beraktivitas.










▶Cek Ketersediaan & Harga Kamar Mövenpick Resort & Spa Trip Booking
Pagi: Santai di Hotel
Hari ini kita mutusin buat full relaksasi, nikmatin semua fasilitas hotel. Pagi-pagi berjemur di pinggir kolam renang, berenang, sesekali pesan minuman dingin — bener-bener masuk mode liburan.
Sore: Belanja Besar di Krisna
Rekomendasi Belanja: Krisna
Sore harinya kita pergi ke toko oleh-oleh Krisna, siap-siap belanja gila-gilaan terakhir. Krisna adalah jaringan toko oleh-oleh terbesar di Bali, koleksi barangnya super lengkap — dari makanan, pakaian, aksesoris, sampai perlengkapan rumah tangga, semua ada. Harganya transparan dan terjangkau, label harga jelas, nggak perlu tawar-menawar. Ini salah satu tempat terbaik buat beli oleh-oleh.
Kita beli banyak kopi, kue kering, cokelat, rempah-rempah, dan oleh-oleh khas lainnya buat dibawa pulang ke Taiwan dan dibagi-bagi ke teman dan keluarga. Krisna punya beberapa cabang, setiap tokonya luas banget, saranin luangin waktu minimal 1-2 jam buat belanja.
Makan Malam: Bebek Bengil (Restoran Bebek Kotor)
Malam ini kita makan di Bebek Bengil yang ada di samping hotel. Restoran ini terkenal dengan bebek kotor (Bebek Betutu), salah satu restoran rantai di Bali. Daging bebeknya diasap lama, kulitnya renyah, dagingnya empuk dan bumbunya meresap, cocok banget sama rempah dan lauknya — ini makanan tradisional Bali yang autentik. Di malam menjelang akhir perjalanan, menikmati hidangan Bali yang lezat bikin hati campur aduk antara sayang untuk pergi dan puas banget.
Hari 8: Pamit dari Bali, Nantikan Jumpa Lagi
Check-out Siang & Makan Siang
Hari terakhir perjalanan, kita nikmatin sarapan terakhir yang super lengkap di hotel, lalu check-out dengan rasa berat hati. Siangnya kita makan siang di dekat hotel, terus langsung menuju bandara buat terbang pulang ke Taiwan.
Menuju Bandara
Di perjalanan menuju bandara, kita flashback delapan hari penuh cerita — dari pantai Kuta yang ramai, sawah Ubud yang tenang, sampai pesisir Jimbaran yang santai; dari Tanah Lot yang megah, Pura Uluwatu yang sakral, sampai desa tradisional dan pemandangan gunung berapi; dari kuliner khas Bali sampai penduduk lokal yang ramah banget. Setiap momen terukir dalam ingatan kita.
Tips Perjalanan & Saran Praktis
Kenapa Kita Jatuh Cinta Sama Bali?
Ini kunjungan kedua kita ke Bali tahun ini, dan pas perjalanan selesai, kita udah mulai bahas kapan mau balik lagi. Bali tuh bikin kita jatuh cinta bukan cuma karena pemandangan alamnya yang cantik banget, tapi juga karena budaya yang unik, suasana religius yang kental, pilihan kuliner yang melimpah, dan yang paling penting, keramahan orang Bali yang bikin betah.
Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu
⚠️ Hati-Hati Sama Monyet!
Di tempat-tempat kayak Pura Uluwatu, Monkey Forest Ubud, atau spot lain yang banyak monyetnya, kamu harus ekstra waspada! Kita lihat sendiri ada turis yang kacamatanya dirampas monyet. Monyet-monyet ini pinter banget, mereka tahu cara ambil barang terus ‘nego’ buat ditukar. Saran dari kita:
- Kacamata atau sunglasses pakai tali pengaman
- Jangan bawa perhiasan mengkilap atau makanan
- Pastiin resleting tas udah tertutup rapat
- Jaga jarak aman sama monyet, jangan coba-coba sentuh atau kasih makan
⚠️ Jangan Anggap Remeh Diare Bali (Bali Belly)!——Pengalaman Pahit Kami Sendiri
Selama perjalanan ini, suamiku sayang mengalami kejadian Bali Belly yang sangat parah. Prosesnya bikin deg-degan banget, di sini aku mau cerita detail supaya kalian yang berencana ke Bali bisa jadi pelajaran.
Malam hari ke-6: Gejala mulai muncul
Malam pertama kami baru check-in di hotel Movenpick, suami tiba-tiba ngeluh sakit perut dan mau ke toilet. Malam itu dia bolak-balik ke toilet tiga kali, semalaman gelisah, kualitas tidurnya jelek banget. Waktu itu kami kira cuma mabuk darat ringan, nggak taunya ini baru awal badai.
Pagi hari ke-7: Kondisi makin parah
Keesokan paginya, suami bangun dan bilang kepalanya pusing setengah mati. Aku pegang dahinya, kaget—dia lagi demam tinggi! Diare-nya juga makin parah, dia nggak bisa ninggalin kamar buat sarapan. Aku terpaksa bawa anak ke restoran duluan.
Tapi pas kami balik ke kamar setelah sarapan, pemandangan di depan mata bikin aku syok banget. Suami lemas duduk di toilet, seluruh tubuh bagian atas lemas bersandar di wastafel. Dia bilang, karena perut sakit banget dan terus-terusan pengen ke toilet, dia nggak berani ninggalin toilet barang sedetik pun. Anakku lihat bapaknya kayak gitu, kira pingsan, langsung nangis ketakutan. Saat itu, aku benar-benar panik.
Aku langsung ambil obat cadangan yang dibawa dari Taiwan, kasih dia obat pereda nyeri dan penurun panas serta obat anti-diare, lalu suruh dia istirahat. Dua jam kemudian, demamnya turun, tapi diare-nya nggak berkurang sama sekali. Sadar kondisi udah serius, aku mutusin pergi ke apotek lokal minta bantuan.
Pergi ke apotek minta tolong
Di apotek, aku jelasin gejala suami ke apoteker. Apotekernya profesional banget, merekomendasikan dua jenis obat (obat di foto), dan jelasin cara minum serta hal-hal yang perlu diperhatikan. Aku buru-buru beli obat dan balik ke hotel buat kasih suami minum.

Sore harinya, aku ajak anak-anak ke Krisna buat beli oleh-oleh. Selain biar anak-anak nggak kepikiran terus sama kondisi papanya, juga sayang kalau waktu liburan yang berharga cuma dihabiskan di kamar. Pas balik ke hotel, lihat suami udah agak baikan, baru deh kami agak lega.
Makan Malam yang Salah Pilih
Malamnya, kami makan bareng di Bebek Bengil yang ada di samping hotel. Suami hati-hati banget, cuma berani minum kuah bening dan makan nasi putih, pikirnya sih aman. Tapi siapa sangka, pas balik ke kamar dia diare lagi. Saat itu aku bener-bener khawatir, bingung harus gimana. Akhirnya aku cari info di grup Facebook minta saran. Makasih banget buat admin dan anggota grup yang baik hati, di tengah malam buta mereka kasih saran berharga dan perhatian yang hangat. Jadi kami nggak terlalu panik di negeri orang.
Hari ke-8: Perjalanan Berat Pulang ke Taiwan
Pagi hari ke-8, aku ambil roti tawar dari restoran hotel buat suami, tapi diarenya masih berlanjut. Aku mulai khawatir dia bisa naik pesawat pulang ke Taiwan nggak, hati dag dig dug. Untungnya, suami bilang selama bisa duduk, rasa sakitnya masih bisa ditahan.
Akhirnya, dengan perasaan was-was kami berangkat ke bandara. Di pesawat, suami bahkan nggak berani makan makanan yang disediakan, sepanjang penerbangan dia tahan sakit perut. Akhirnya kami mendarat dengan selamat di Taipei, tapi pas sampai rumah, suami masih terus sakit perut dan diare.
Perawatan dan Pemulihan Setelah Pulang ke Taiwan
Besok paginya, langsung kami ke klinik. Dokter tanya detail gejala dan perjalanan penyakitnya, lalu kasih obat anti-diare, probiotik, dan lainnya. Setelah minum obat, gejalanya perlahan mulai reda, tapi masih ada sakit perut dan diare yang datang silih berganti.
Selama masa pemulihan, suami cuma berani makan roti tawar. Suatu kali dia coba minum sedikit kuah, eh malah diare lagi. Kapok banget, setelah itu dia nggak berani coba makanan lain sama sekali. Total sakitnya berlangsung enam hari, baru di hari keenam diarenya benar-benar berhenti.
‘Efek Samping’ yang Mengejutkan
Bali Belly kali ini bikin berat badan suamiku turun dari 78 kg jadi 73 kg, kurus 5 kg! Walaupun jelas ini bukan cara diet yang sehat, tapi siapa sangka ada hikmah di balik musibah? Suami bercanda, ‘Waktu perut lagi kram, rasanya kayak mau melahirkan!’
Analisis & Refleksi Penyebab
Setelah kejadian, kami mikir-mikir lagi perjalanan ini. Aku dan anak-anak baik-baik aja, cuma suami yang kena. Kira-kira penyebabnya:
- Masalah Es Batu: Siang hari ke-6, suami beli es kopi susu segelas penuh es batu di supermarket Pepito. Es batu di Bali asal-usulnya nggak jelas, kemungkinan besar biang keroknya.
- Kebersihan Tangan: Cowok kadang males, nggak cuci tangan beneran sebelum makan. Aku dan anak-anak rajin cuci tangan sebelum makan. Nah, malam itu kita makan pizza, harus pegang langsung, jadi risiko infeksi makin gede.
- Perlindungan Probiotik: Selama 8 hari perjalanan, aku dan anak-anak rutin minum probiotik pencernaan setiap pagi. Mungkin ini cukup melindungi perut kita. (Catatan: ini cuma dugaan pribadi, bukan saran medis)
Yang menarik, ini udah kedua kalinya kami kena Bali Belly tahun ini. Bulan Januari lalu kami ke Bali 6 hari, kami bertiga juga diare dengan tingkat keparahan berbeda-beda, anakku bahkan sempat demam. Tapi waktu itu gejalanya ringan, minum obat langsung sembuh. Nggak nyangka kali ini suami kena parah banget, bikin kami benar-benar ngerasain ganasnya Bali Belly.
Saran Buat Semua Traveler
Dari pengalaman pahit ini, aku mau kasih saran buat kalian yang mau ke Bali:
- Siapin obat pencernaan yang cukup sebelum berangkat: Termasuk obat anti-diare, obat penurun panas & pereda nyeri, probiotik, obat lambung, dll. Jangan berharap mujur, lebih baik sedia payung sebelum hujan.
- Hindari minuman pakai es batu: Ini nggak bisa cukup ditekankan! Jajan di pinggir jalan, minuman segar di supermarket, es di restoran — kalau ada es batu, jangan diminum. Air mineral juga pastikan tutupnya masih tersegel.
- Cuci tangan sebelum makan: Pakai sabun beneran, atau hand sanitizer berbasis alkohol. Jangan malas skip langkah ini.
- Pertimbangkan minum probiotik setiap hari: Mulai beberapa hari sebelum berangkat, lanjutkan selama perjalanan, mungkin bisa bantu lindungi perut.
- Pilih jajanan pinggir jalan dengan hati-hati: Perhatikan kebersihan. Kalau tempatnya kelihatan kotor, mending skip aja.
- Jangan maksa kalau gejala parah: Kalau demam tinggi, dehidrasi berat, diare terus-terusan, segera cari bantuan ke apotek setempat atau langsung ke dokter. Jangan kayak kami nunggu sampai hari kedua baru ke apotek.
- Asuransi perjalanan penting: Pastikan asuransi mencakup biaya medis di luar negeri, biar kalau perlu ke dokter nggak terlalu berat.
Terima Kasih Spesial
Di sini saya mau berterima kasih banget sama admin dan semua anggota grup komunitas Bali. Saat saya paling panik dan bingung, kalian semua kasih saran, perhatian, dan dukungan yang bikin kami bisa tenang menghadapi situasi dan akhirnya melewati masa sulit ini. Kehangatan ini akan selalu kami ingat di hati.
Info Belanja yang Berguna
Tempat Belanja Rekomendasi:
- Grand Lucky Supermarket - Cocok buat beli kebutuhan sehari-hari, camilan, minuman, dll. Harganya transparan dan masuk akal
- Krisna - Toko oleh-oleh rantai terbesar, barangnya lengkap, harganya ramah di kantong, nggak perlu tawar-menawar
- Pasar Ubud - Pilihan utama kalau mau beli kerajinan tangan atau pakaian tradisional, ingat ya harus nawar
Penutup
Liburan delapan hari di Bali, kami jalan dari kawasan pantai yang ramai sampai ke sawah di pegunungan yang tenang, dari pusat perbelanjaan modern ke desa tradisional kuno, dari pasar yang rame sampai ke pura yang sejuk. Keberagaman dan keterbukaan pulau ini bikin setiap gaya traveling bisa nemuin sudutnya sendiri.
Meskipun selama perjalanan ini suami saya kena Bali Belly yang parah, bikin kami sempat khawatir banget, tapi itu nggak mengurangi kecintaan kami sama Bali. Malah bikin kami belajar lebih hati-hati menghadapi risiko yang mungkin muncul saat traveling, dan lebih menghargai setiap momen sehat dan damai.
Sampai jumpa lagi, Bali! (再見了, Bali!) Kami pasti akan kembali lagi. 🌺
Menurut kamu, perjalanan Pinkey Lo seru banget? Yuk, segera rencanakan liburan mandiri ke Bali versi kamu sendiri! Jangan lupa juga kirim cerita perjalanan kamu ke grup ya!
Koleksi Cerita Perjalanan Bali

Lihat lebih banyak cerita perjalanan Bali di sini
Kamu juga pengen bikin catatan perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh intip "Cara Menulis Catatan Perjalanan Bali yang Keren", biar catatan perjalananmu makin kece!
Belum ada diskusi — jadilah yang pertama bertanya.