Konten asli di bawah ini disediakan oleh Jean Chen
Udah lama banget pengen ajak putriku jalan berdua aja. Di liburan musim panas pas dia mau 8 tahun ini, akhirnya mimpi kecil itu kesampaian.
Kali ini di Bali kita nginep 6 hari 5 malam (27 Juni–2 Juli). Nggak banyak target tempat yang ‘wajib dikunjungi’, lebih pengen santai, nggak buru-buru, dan nikmatin waktu ibu-anak menjelajah dunia bareng. Kita main di Waterbom, kejar lumba-lumba di Lovina, jalan-jalan di sawah terasering Ubud, dan nonton Tari Legong yang penuh budaya. Setiap hari ada kejutan dan kenangan baru.
Sebelum berangkat, aku juga baca-baca pengalaman dari senior di grup. Makanya setelah trip ini, aku pengen nulis catatan perjalanan biar bisa jadi referensi buat yang mau liburan ke Bali, apalagi yang bawa anak.
Hari 1–2|Menginap Dulu di Kuta, Nggak Usah Buru-buru
Setelah sampai di Bali, kita nginep dua malam di Kuta. Hari kedua kita main seharian di Waterbom.
Karena mikir abis naik pesawat pasti capek, apalagi bawa anak kecil, aku sengaja bikin dua hari pertama lebih santai. Aku milih nginep di dekat bandara, selain gampang transportasi, badan juga bisa adaptasi pelan-pelan sama ritme liburan. Nggak perlu langsung perjalanan jauh begitu mendarat, liburan dari awal udah terasa lebih ringan.
Sekarang kalau lihat ke belakang, pengaturan kayak gini emang cocok banget buat liburan keluarga. Anak-anak punya waktu istirahat cukup, orang tua juga nggak langsung kerepotan dari awal, malah bisa lebih menikmati hari-hari selanjutnya.
Lebih Banyak Rekomendasi Makan & Main di Kuta

Kuta adalah salah satu destinasi paling hidup di Bali, terkenal dengan kehidupan malam yang ramai, jalanan yang sibuk, dan pantai yang cocok untuk pemula surfing. Tempat ini menarik wisatawan dari seluruh dunia. Di sini kamu bisa menemukan banyak toko, restoran, dan tempat hiburan — cocok banget buat yang suka petualangan dan belanja. Mau ngerasain serunya party atau nikmatin sunset yang cantik, Kuta bakal bikin liburanmu penuh kenangan seru!
Mau tahu lebih banyak tips soal Kuta? Klik di sini
Review Tempat Nginep di Kuta
- 18 Rekomendasi Hotel Pilihan di Dekat Pantai Kuta
- 12 Rekomendasi Hotel di Pusat Kota Kuta
- Wisata Kelompok ke Bali: Rekomendasi Villa Pribadi di Kuta untuk 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih untuk Keluarga
Day 3|Dari Kuta main sampai Lovina, pakai mobil sewaan adalah keputusan paling worth it
29 Juni, kami resmi mulai perjalanan ke utara, dari Kuta menuju Lovina.
Karena perjalanan ini lumayan panjang, akhirnya kami putuskan sewa mobil. Lewat rekomendasi grup, kami nemu Ani, sewa mobil dua hari — dari Lovina di utara sampai main ke Ubud di tengah. Sekarang kalau diingat, ini beneran salah satu keputusan paling worth it sepanjang perjalanan.
Selain nggak repot gonta-ganti kendaraan, kami juga bisa atur itinerary sesuai ritme sendiri, nggak perlu khawatir kejar-kejaran waktu. Apalagi bawa anak kecil, bisa berhenti kapan aja buat istirahat, bikin semuanya jauh lebih praktis.
Sepanjang jalan, Ani cerita banyak soal sejarah Bali, kepercayaan, budaya hidup, dan kisah sehari-hari warga lokal. Jadi perjalanan ini bukan cuma dateng ke tempat wisata, tapi di setiap perjalanan mobil, kami perlahan-lahan kenal sama pulau ini.
Day 4|Lovina kejar lumba-lumba, Alas Harum — pemandangannya lebih keren dari yang dibayangin
Tanggal 30 Juni pagi-pagi buta, kami sudah berlayar ke laut untuk mengejar lumba-lumba.

(Dokumentasi Jean Chen)
Beruntung banget, bukan cuma lihat kawanan lumba-lumba melompat di permukaan laut, tapi juga menikmati sunrise laut yang cantik. Pas sinar pertama muncul dari cakrawala dan langit berubah jadi keemasan, momen itu bikin kita sadar: bangun sepagi ini pun worth it.

(Dokumentasi Jean Chen)
Tapi, hari itu juga ada sedikit drama.
Pas di laut, aku nggak sengaja ngerusak power bank. Mikir masih ada beberapa hari ke depan, HP harus dipakai buat navigasi, foto, dan komunikasi — saat itu aku agak panik sih.
Nggak nyangka, setelah tahu, Ani langsung bantuin cari toko dan ngomong sama pemiliknya. Akhirnya dapet power bank yang harganya masuk akal dan sesuai aturan penerbangan. Hal kecil yang kelihatannya sepele ini bikin aku ngerasa banget perhatian dan kebaikannya.
Setelah meninggalkan Lovina, kami lanjut perjalanan ke selatan menuju Ubud.
Di tengah jalan, putriku minta mampir ke Alas Harum Rice Terrace. Jujur, awalnya aku nggak berekspektasi tinggi, cuma mikir karena anak mau, ya kita coba aja.
Gak nyangka pas hari itu cuacanya super cerah, sinar matahari jatuh di terasering sawah yang berlapis-lapis, seluruh lembah hijau segar banget kayak lukisan. Beneran, jepret aja udah kayak kartu pos.

(Dok. Jean Chen)
Apalagi harus puji jepretan Ani—bukan cuma pencet tombol doang, tapi dia beneran ngerti cara cari angle, mainin cahaya, dan bisa arahin anakku buat pose. Jadinya dapet banyak foto bareng yang biasanya susah banget diambil sendiri.
Terus, area Alas Harum ternyata lebih luas dari yang aku bayangin. Bukan cuma terasering sawah, tapi lingkungannya juga tertata rapi dan nyaman. Setelah keliling seluruh area, cuma satu kata yang terlintas di pikiran:
“Untung banget aku masukin tempat ini ke itinerary.”
Oh iya, sedikit info tambahan: dulu minum teh di Alas Harum gratis, tapi sekarang udah berbayar. Sebelum sampai, Ani udah ngasih tahu soal perubahan biaya ini, dan juga nawarin alternatif lain. Sepanjang acara gak ada paksaan sama sekali, semua keputusan kita yang pegang, jadi rasanya nyaman banget.

(Dok. Jean Chen. Foto kanan adalah kopi luwak yang terkenal banget)
Dan setiap selesai dari satu tempat, dia udah tepat waktu nunggu di pintu keluar. Gak perlu cari mobil, gak perlu nunggu, seluruh perjalanan nyambung mulus banget.
Wajib Baca Buat Liburan Keluarga:
- Petualangan ATV di Hutan untuk Anak SD ke Atas
- 18 Resor Keluarga Terbaik di Bali: Pilihan Tepat untuk Liburan Santai
- Mario Kart di Hutan Ubud
- The Firefly Garden: Taman Kunang-kunang Paling Berkilau di Bali
- Panduan Liburan Sehari Keluarga di Bali: Safari & Flamingo Beach Club
- Pertunjukan Devdan Show yang Cocok untuk Semua Usia
- Panduan Liburan Keluarga ke Bali - Seri Ubud
- Bali Family Travel Guide: 100+ Aktivitas Seru untuk Keluarga
- Panduan Lengkap Bali Bird Park: Burung Langka, Interaksi Seru, & Konservasi
- Panduan Liburan Keluarga ke Bali - Seri Seminyak
- 20 Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu Saat Liburan Keluarga ke Bali
- Jungle Kids Bali | Kids Club di Nuanu: Tempat Main & Belajar Paling Seru
Hari ke-5|Check-in di Ubud, nonton Legong Dance yang paling ikonik
Dua malam terakhir perjalanan, kami menginap di Ubud yang penuh seni, budaya, dan nuansa spiritual.
Kalau kamu ke Ubud, aku sangat rekomendasiin untuk luangin satu malam nonton Legong Dance di Ubud Palace.

(Dok. Jean Chen)
Tiket pertunjukan tari api spektakuler di Ubud Palace setiap Kamis bisa dipesan di sini: Klook
Biasanya di musim ramai pertunjukan mulai jam 7:30 malam dan selesai sekitar jam 9:00, harga tiket 100K IDR per orang. Kali ini aku beli tiket langsung di pintu masuk istana.
Tiket pertunjukan Legong Dance setiap hari di Ubud Palace saat musim ramai: Trip
Saran aku, masuk minimal 30 menit sebelum mulai biar bisa dapet kursi barisan depan atau posisi dengan view yang oke.
Diiringi alunan gamelan, gerakan mata penari yang detail, gestur tangan yang anggun, dan kostum yang megah, semuanya menggambarkan kekayaan budaya Bali yang dalam. Meskipun nggak ngerti jalan ceritanya, kamu tetap bisa larut dalam atmosfer pertunjukan yang kental banget. Worth it banget buat dicoba!
Lebih Banyak Seru-seruan di Ubud: Makan, Main, dan Nongkrong

Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Sawah terasering yang hijau, hutan yang tenang, dan tradisi yang dalam bikin siapa pun betah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau rileks. Mau eksplor budaya lokal, nikmatin alam, atau coba aktivitas outdoor seru plus kuliner dengan pemandangan kece — Ubud punya semuanya. Pengin tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Tema Akomodasi di Ubud
- 【Akomodasi Ubud Bali】30+ Rekomendasi Akomodasi Khas Ubud, Nikmati Petualangan Ajaib di Tengah Pemandangan Alam Bali!
- 【Rekomendasi Akomodasi Ubud】Villa Ubud dengan Kolam Renang: Surga Privat 20+ Villa Bali yang Memukau
- Rekomendasi Akomodasi Yoga di Ubud Bali: 10 Pilihan Impian dengan Kelas Yoga dan Relaksasi Jiwa
- 18 Resor Ramah Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Keluarga ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Ubud untuk 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih
Hal paling beruntung dari perjalanan ini: bertemu pemandu yang bisa dipercaya
Kalau dipikir-pikir, dua hari paket mobil ini bukan cuma berhasil bikin kita sampai ke Lovina, Ubud, dan tempat-tempat yang jaraknya lumayan jauh. Lebih dari itu, aku dan anak perempuanku nggak cuma ‘dateng ke Bali’, tapi beneran mulai kenal sama pulau ini.
Pemandangan sepanjang jalan, cerita budaya, dan orang-orang yang kami temui selama perjalanan bikin trip ini terasa lebih hangat.

(Dok. Jean Chen)
Makasih juga buat Ani dan pak sopir yang udah jagain kami sepanjang jalan. Mulai dari atur itinerary, bantuin foto, cerita-cerita di perjalanan, sampai bantu saat ada situasi darurat — semuanya bikin kami ngerasa diperhatikan dan profesional banget.
Kalau kamu juga lagi rencanain liburan ke Bali, apalagi mau ke Lovina, Ubud, atau daerah lain yang agak jauh, atau bawa anak kecil, aku bakal rekomendasiin Ani banget.
(Pemandu Bahasa Mandarin) Ani Si Febri 安妮

👍🏼Rekomendasi netizen 1 👍🏼Rekomendasi netizen 2 👍🏼Rekomendasi netizen 3 👍🏼Rekomendasi netizen 4 👍🏼Rekomendasi netizen 5 👍🏼Rekomendasi netizen 6 👍🏼Rekomendasi netizen 7 👍🏼Rekomendasi netizen 8 👍🏼Rekomendasi netizen 9 👍🏼Rekomendasi netizen 10 👍🏼Rekomendasi netizen 11 👍🏼Rekomendasi netizen 12 👍🏼Rekomendasi netizen 13 👍🏼Rekomendasi netizen 14 👍🏼Rekomendasi netizen 15 👍🏼Rekomendasi netizen 16 👍🏼Rekomendasi netizen 17 👍🏼Rekomendasi netizen 18 👍🏼Rekomendasi netizen 19 👍🏼Rekomendasi netizen 20 👍🏼Rekomendasi netizen 21 👍🏼Rekomendasi netizen 22 👍🏼Rekomendasi netizen 23 👍🏼Rekomendasi netizen 24 👍🏼Rekomendasi netizen 25 👍🏼Rekomendasi netizen 26 👍🏼Rekomendasi netizen 27 👍🏼Rekomendasi netizen 28 👍🏼Rekomendasi netizen 29 👍🏼Rekomendasi netizen 30 👍🏼Rekomendasi netizen 31 👍🏼Rekomendasi netizen 32 👍🏼Rekomendasi netizen 33 👍🏼Rekomendasi netizen 34
Tapi perlu diingat ya, jadwal Ani itu super padat banget, saran sih booking minimal 6 bulan sebelumnya. Aku beruntung banget kali ini, kebetulan dapet dua hari kosong terakhir dia. Tadinya mau nambah satu hari lagi, sayangnya udah nggak ada waktu. 😊
Perjalanan udah selesai, tapi kenangannya baru dimulai
Perjalanan enam hari lima malam berasa cepet banget, tapi yang beneran dibawa pulang bukan cuma foto-foto di HP, melainkan setiap momen yang kita lewatin bareng.
Mulai dari pertama kali ngejar lumba-lumba di laut, main di Waterbom sampai ogah balik ke hotel, jalan-jalan di sawah terasering yang hijau, nonton Tari Legong, sampai saling jagain dan ngatasin masalah kecil selama perjalanan — momen-momen sederhana kayak gini yang bakal jadi kenangan paling berharga kalau diingat-ingat lagi.
Mungkin arti traveling itu bukan cuma soal berapa banyak tempat wisata yang dikunjungi, tapi lebih ke gimana kita saling menemani, lihat dunia yang lebih luas bareng-bareng, dan ninggalin cerita kita sendiri.
Terakhir, mau bilang makasih lagi buat semua teman di grup yang udah mau berbagi pengalaman. Berkat info yang kalian kasih dengan tulus, kita jadi nggak perlu muter-muter, dan bikin perjalanan ibu-anak ini jadi lebih lancar.
Semoga catatan perjalanan ini juga bisa jadi referensi berguna buat traveler lain yang mau ke Bali. Kalau kamu juga lagi rencanain liburan keluarga, semoga kalian bisa dapetin kenangan indah sendiri di Bali.
Koleksi Cerita Perjalanan Bali

Lihat lebih banyak cerita perjalanan Bali di sini
Kamu juga pengen bikin catatan perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh intip "Cara Menulis Catatan Perjalanan Bali yang Keren", biar catatan perjalananmu makin kece!