Sharing Rencana Perjalanan 12 Hari di Bali
Dari grup Lin Junhong yang udah diadaptasi buat kita
Awal Agustus kemarin, kita jalan-jalan ke Bali selama 12 hari. Perjalanan ini penuh kejutan dan tantangan, nih beberapa cerita dan tips yang semoga berguna buat kamu yang lagi rencanain liburan ke Bali.
Visa Elektronik
Karena Agustus sampai September itu musim ramai di Bali, antrean di konter visa on arrival dan imigrasi biasanya bisa 2-3 jam lebih. Untungnya, kita udah apply visa elektronik (EVoA) dari jauh-jauh hari, dan pakai gerbang otomatis, jadi proses imigrasinya lancar banget. Dari turun pesawat sampai ambil koper dan masuk hall kedatangan cuma butuh 7-8 menit. Saran gue, kalau bisa, mending apply visa elektronik dulu, bakal hemat banyak waktu.
Kartu Internet
Di Bali, kita pilih beli kartu internet lokal. Di daerah Kuta dan Uluwatu, kartunya support jaringan 5G, sementara di daerah lain yang agak pelosok biasanya 4G. Meskipun di pulau-pulau kecil, sinyalnya masih cukup buat navigasi, tapi di area pantai Penida sinyalnya agak jelek, cuma di beberapa spot wisata tertentu sinyalnya lumayan. Tapi ini nggak ganggu perjalanan kita secara keseluruhan sih.
Baca juga: 【Wajib Punya buat Liburan ke Bali】Cara Urus Internet/SIM Card di Bali?
Belanja

Belanja di Bali butuh skill nawar yang mumpuni. Biasanya, kamu bisa mulai nawar dari setengah harga yang tertera, dan harga akhir biasanya sekitar 30-40% dari harga awal. Di daerah Ubud, harga relatif lebih bersahabat dan pilihannya juga banyak. Barang yang sama, di Kuta biasanya bisa 2-3 kali lebih mahal daripada di Ubud. Makanya, milih tempat belanja itu penting banget.
Baca juga: Cara Nawar Belanja di Bali? Panduan Belanja
Transportasi
Lalu lintas di Bali bisa dibilang cuma satu kata: ‘macet’. Karena liburan temanku pendek, lima hari pertama jadwal kami cukup padat. Waktu tempuh antar tempat wisata lumayan banyak, apalagi kami nginep di Ubud. Perjalanan ke Uluwatu, Kuta, dan Canggu butuh 2-3 jam. Jadi, saran aku sih pilih penginapan yang dekat dengan tempat wisata biar hemat waktu perjalanan.
Redaksi: Referensi terbaik adalah ‘Panduan Zona Bali’ kami!
Makanan
Di trip kali ini, kami lebih milih makan di restoran kecil biar bisa cobain lebih banyak makanan lokal yang otentik, dan harganya juga nggak mahal. Sebagian besar tempat bisa pakai kartu kredit, bahkan di pulau-pulau kecil sekalipun. Tapi, ada beberapa toko yang nambah biaya 2,5% untuk transaksi kartu, dan sekitar 60-70% tempat makan ngasih pajak 10-11% plus service charge 7-10%. Untungnya, kami nggak nemu yang nakal-nakal soal harga.
Baca juga: Tips di Bali: Perlukah? Cara Kasih? Berapa Banyak?
Kami sempat mampir ke Atlas Beach Club yang katanya terbesar se-Asia. Oh iya, kalau kamu ke Beach Club atau Day Club, kasih tip sedikit ke pelayan, mereka bakal super perhatian, bahkan bantuin jagain tas kamu.
(Video oleh Lin Junhong)
Pulau Nusa Penida
Tiket ferry pulang-pergi kami pesan di Klook, super gampang. Kali ini kami nginep 4 hari di Penida. Menurutku pribadi, cuma dua spot yang worth it di seluruh pulau: pertama, Kelingking Beach — kami turun sampai ke dasar pantai, pemandangannya cantik banget, tapi jalannya agak serem, butuh 45 menit. Naiknya lebih cepet, cuma 35 menit.
(Video oleh Lin Junhong)
Catatan redaksi: Kalau ke sini, jangan sekali-kali turun ke laut ya! Udah sering terjadi kecelakaan fatal ~
Spot kedua adalah Tembeling Beach and Forest, di sini lebih sepi, cocok banget buat santai. Tapi jalannya menuju lokasi agak jelek, mesti hati-hati. Diamond Beach lumayan biasa aja sih. Karena Penida masih pulau baru yang lagi dikembangin, kualitas akomodasi dan makanannya kurang oke, harganya juga sekitar dua kali lipat dari Bali daratan. Secara keseluruhan, trip ke Penida kami tetap seru kok.
Panduan Liburan ke Pulau Penida
- 🏝️ Nusa Penida Panduan Wisata
- 🍽️ Nusa Penida Makan Sambil Menikmati Pemandangan
- 🤿 Nusa Penida Panduan Snorkeling
- 🏨 Nusa Penida Panduan Akomodasi
Rekomendasi Penginapan Paling Unik Selama Perjalanan
Kami di Ubud nginep 5 hari, terus 3 hari berikutnya naik ke gunung buat istirahat. Rekomendasi民宿 bernama Aurora Cabins by Panoramika. Ini tempat nginep yang ratingnya tinggi banget. Pondoknya ada di ketinggian hampir 900m, sebelahan sama perkebunan kopi, menghadap ke timur — cara yang pas banget buat ngerasain hidup di pegunungan. Sunrise dari sini keren abis. Jauh di sana keliatan Gunung Agung, di kiri ada Gunung Batur. Kamarnya cozy, nyaman, dan fasilitas lengkap. Beneran spesial.





▶Link booking Aurora Cabins by Panoramika
Kami juga nginep 4 hari di Pulau Penida. Di sini mau komplain dikit: Airbnb yang kami sewa ternyata harus bawa handuk sendiri, soalnya handuk dari pemilik kotor banget, kasurnya juga nggak bersih. Kami tahan aja sampai selesai, terus lapor ke Airbnb, akhirnya dapat refund sebagian.
(Video oleh 林俊宏)
Bacaan lanjutan: Rekomendasi Penginapan di Pulau Penida: 13 Hotel Nusa Penida dari Mewah sampai Budget
Pokoknya, Bali itu tempat yang cocok buat hidup santai, istirahat, dan berkarya. Semoga sharing pengalaman ini bisa bantu perjalanan kamu ke Bali! 🌴
Menurut kamu, perjalanan 林俊宏 mereka seru nggak? Yuk, rencanain liburan Bali versi kamu sendiri! Jangan lupa juga kirim itinerary kamu ke grup ya!
Koleksi Cerita Perjalanan Bali

Lihat lebih banyak cerita perjalanan Bali di sini
Kamu juga pengen bikin catatan perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh intip "Cara Menulis Catatan Perjalanan Bali yang Keren", biar catatan perjalananmu makin kece!