Ringkasan Penting: Hasil uji coba 6 orang ke Bali + Pulau Komodo 6 hari 5 malam — ① Macet parah di pusat keramaian (dari jam 1 siang sampai 7.30 malam, terutama di Uluwatu/Ubud/Jimbaran, waktu di Google Maps harus dikali 2.5-3 kali lipat); ② Wi-Fi bandara lemah, saran bawa roaming atau beli SIM lokal (Telkomsel sekitar USD$10-16 sudah termasuk 14GB); ③ Ambil bagasi bisa makan waktu hampir 1 jam, lebih lama dari proses imigrasi; ④ Semua anggota kena gastroenteritis, penting banget bawa obat perut.
Konten di bawah ini diadaptasi dari catatan perjalanan teman grup Sandra Yun:
Ini adalah trip kami berenam cewek, pilih bulan September 2023 ke Bali dan Pulau Komodo. Awalnya sih berharap liburan yang seru, tapi ternyata perjalanan penuh kejutan dan tantangan. Meskipun cuma 6 hari 5 malam dan itinerary nggak semuanya ke-cover, kami semua tetap senang banget. Sayangnya di hari ke-4, semua kena gastroenteritis, bikin tenaga kami drop drastis—jam 8 malam aja udah pada rebahan di kasur. Tapi meski gitu, trip ini tetap berkesan banget. Yuk, simak pengalaman kami, semoga berguna buat yang mau ke sana!
1. Rekomendasi Driver Sewa: Gede Arimbawa
Yang paling bikin kami terkesan selain pemandangan, ya driver sewa kami, Gede Arimbawa! Dia nggak cuma perhatian, tapi juga baik banget dan ramah. Dia menghormati jadwal perjalanan kami, dan kasih saran-saran berguna di waktu yang tepat, bikin hari-hari kami di Bali lancar jaya. Mulai dari ngasih tahu soal waktu tempuh, sampai bantu booking restoran dan aktivitas, pelayanannya bikin kami tenang banget. Driver sebaik ini wajib direkomendasiin! 🥰

Gede punya banyak review positif di grup! Cek di sini
2. Masuk Bandara: EVOA Fast Track
Proses masuk bandara lancar banget, kami pakai EVOA fast track, nggak ada kendala sama sekali, petugas imigrasi juga nggak nanya apa-apa. Tapi, nunggu bagasi itu lama banget, hampir satu jam!
編按:最新入境 Bali 的流程請參考 2025/08 印尼峇里島入境使用「All Indonesia」入境卡|1分鐘搞懂最新流程:下飛機→過海關→領行李全攻略
3. Wi-Fi 機場 lemah banget!
Begitu sampai di bandara Bali, kami langsung sadar Wi-Fi di sana lemah banget, kayaknya karena yang connect lagi banyak. Untung teman seperjalanan punya layanan roaming dari中華電信, kalau nggak bingung mau hubungi driver. Kalau kamu mau beli SIM card lokal Telkomsel, harganya sekitar USD$10 sampai USD$16, dapat 14GB kuota. Tapi di daerah terpencil (misalnya Labuan Bajo area island hopping) sinyalnya tetap aja kurang mantap.
4. Kondisi lalu lintas di Bali
Selama trip ini, kami lihat macet di pusat keramaian parah banget! Apalagi antara jam 1 siang sampai 7.30 malam, di Uluwatu, Ubud, Jimbaran macetnya makin gila. Meskipun Google Map kasih estimasi waktu yang keliatan singkat, perjalanan aslinya bisa 2,5 sampai 3 kali lipat. Saran gue, hindari perjalanan jauh di jam-jam itu.
5. Tips booking Spa
Kalau kamu mau spa di Bali, mending booking duluan lewat WhatsApp, atau minta driver sewaan bantu booking. Apalagi spa yang ratingnya bagus, kalau datang langsung pasti penuh. Kalau minta driver bantu booking, mereka mungkin minta DP, jadi pikir-pikir dulu kalau mau cancel, jangan lupa balikin DP ke driver.
6. Transportasi di Pulau
Karena trip kali ini juga termasuk lompat pulau, jadi waktu di Bali cuma tiga hari. Tapi kita malah milih tiga area berbeda buat dijelajahi, hasilnya tiap hari habis di macet. Kalau kamu mau keliling lebih banyak, saran sih mending stay di satu area selama 1-2 hari aja, biar waktu berharga nggak habis di jalan.
Catatan redaksi: Bergerak dalam area kecil itu kunci utama traveling di Bali! Cek juga “Panduan Zona Bali”

Tiket pertunjukan api Kecak di Uluwatu bisa dibeli online dulu (foto oleh Sandra Yun)
7. Harga Aktivitas Air Beda Jauh
Kali ini kita coba underwater walking, ternyata harga beli tiket di tempat dua kali lipat lebih mahal dari yang ditawarin supir! Harga menu di lokasi sekitar USD$58, sedangkan lewat supir cuma USD$26. Meskipun belum tahu apakah semua aktivitas air gitu, tapi kayaknya booking duluan atau lewat supir lebih murah banget.
15 aktivitas air yang nggak terduga: https://gobaligo.id/go/15-water-sports-bali
8. Cuaca & Antrean di Rock Bar
Kalau mau ke Rock Bar, jangan lupa cek cuaca! Hari kita ke sana agak mendung, meskipun nggak liat sunset, tapi kita hampir nggak perlu antre. Pas jam 18.00 sampe, masih banyak kursi kosong, jadi kita bisa nikmatin pemandangan laut dengan tenang. Walaupun nggak liat sunset, pemandangan laut yang indah itu tetap bikin betah.
Baca juga: Cara Reservasi Rock Bar yang Pakai Sistem ‘Reservasi + Antrean Langsung’
9. Soal Tip: Pengamatan
Di Bali, kami nemuin banyak restoran yang ngembaliin tip pertama yang kita kasih, baru pas kita kasih kedua kali mereka mau terima. Tapi kalau kasih tip ke petugas kebersihan kamar, porter, atau instruktur aktivitas, mereka bakal seneng banget!
Baca juga: Perlu Kasih Tip di Bali? Cara Kasih Tip? Berapa Tip di Berbagai Situasi?
10. Oleh-oleh: Bali Banana
Kalau kamu mau beli oleh-oleh, Bali Banana bisa jadi pilihan yang oke. Ada beberapa toko di pusat kota. Perlu diingat, meskipun bandara juga punya tiga cabang, lokasinya ada di area kedatangan/keberangkatan domestik dan area keberangkatan internasional (setelah keluar bandara). Jadi kalau mau beli di bandara, kamu harus jalan kaki ke sana! Bisa juga beli di jalan Kuta pas hari terakhir sebelum naik pesawat.
Catatan redaksi: Bali Banana punya beberapa toko khusus di Kuta, cek lokasinya di ‘Peta Panduan Kuta’
11. Trip Island Hopping Komodo
Trip island hopping Komodo kami pesan lewat Klook, harganya cukup worth it dan susunannya oke banget. Saran: tanya dulu ke hotel apakah mereka menyediakan layanan antar-jemput, soalnya beberapa daerah terpencil mungkin nggak bisa dijemput.

Pulau Komodo (dokumentasi Sandra Yun)
Klook punya puluhan pilihan paket wisata Komodo, cek di sini.
Catatan redaksi: Kami juga menyediakan paket tur lengkap dari agen travel profesional, bisa jadi referensi
12. Pentingnya Bawa Obat Lambung
Pengalaman diare kali ini bikin kami sadar banget, kalau traveling wajib bawa obat lambung! Tiga hari pertama kami makan aman-aman aja, tapi pas hari keempat entah karena infeksi atau makanan kotor, semua anggota tim muntaber. Untung kami sedia obat, besoknya semua udah pulih lagi.
Catatan redaksi: Keenam cewek ini adalah tenaga medis profesional, mereka bawa obat resep sendiri. Untuk orang biasa, beli obat bebas seperti di video di atas sudah cukup.
13. Waspada Penipuan Ojek!
Di Ubud kami ketemu beberapa tukang ojek (motor taxi) yang nawarin harga, awalnya kami pesan dua perjalanan, eh mereka malah salah antar, dan pas sampai tempat yang benar mereka minta bayar lagi. Situasi ini kayaknya penipuan ojek plat putih yang sering dibahas netizen, kalian harus hati-hati, pastikan rute dan harga di depan.
Catatan redaksi, pakai aplikasi ojek online bisa menghindari situasi kayak gini, lho: Aplikasi Wajib Pas Traveling di Indonesia/Bali: Panduan Lengkap Gojek

Itu tadi beberapa pengalaman dari trip kami, masih banyak detail yang belum sempat dibagikan. Kalau ada yang keinget lagi, bakal aku tambahin! Makasih banget lagi buat driver kami, Gede. Meskipun tiga hari terakhir kami ke pulau lain, dia tetap keep in touch dan siap bantu kapan aja. Perjalanan kali ini memang ada sedikit drama, tapi overall seru banget! Kalau kamu juga punya rencana ke Bali, semoga tips di atas berguna ya. Selamat jalan-jalan! 💼🌞
Kamu merasa itinerary Sandra Yun seru banget? Yuk, rencanain liburan Bali versi kamu sendiri! Jangan lupa mampir ke grup buat share itinerary kamu juga, ya!
Koleksi Cerita Perjalanan Bali

Lihat lebih banyak cerita perjalanan Bali di sini
Kamu juga pengen bikin catatan perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh intip "Cara Menulis Catatan Perjalanan Bali yang Keren", biar catatan perjalananmu makin kece!