Kesimpulan Awal: Tiga hal terpenting saat bawa bayi dan balita ke Bali — ① Pilih penginapan yang tepat (utamakan hotel ramah anak yang menyediakan baby cot, kolam berpagar, atau villa dengan kolam pribadi); ② Rencanakan MPASI/obat-obatan dari awal (beberapa barang bisa dibeli di sana tapi harganya lebih mahal, sebaiknya cek dulu); ③ Buat jadwal yang longgar (balita butuh waktu tidur siang, jangan terlalu padat). Kalau butuh jasa baby sitter, bisa pesan dari jauh-jauh hari lewat Bali Nanny Service.
Bali bagi banyak keluarga Taiwan adalah destinasi pertama untuk bawa anak ke luar negeri — tiket pesawat nggak terlalu mahal, cuacanya hangat, hotelnya punya kolam renang, kedengarannya sempurna. Tapi begitu kamu mulai packing, baru sadar masalahnya satu per satu: susu formula di Bali gampang dibeli nggak ya? Obat flu harus bawa yang mana? Merek popoknya beda-beda nggak?
Artikel ini menggabungkan pengalaman kami bertahun-tahun bawa anak ke Bali, plus informasi yang benar-benar dipakai keluarga di pulau itu, jadi satu checklist persiapan yang bikin kamu berangkat dengan tenang.
Perencanaan Sebelum Berangkat: Jangan Remehkan Pentingnya Menyusun Rencana Perjalanan
Bawa balita jalan-jalan, jebakan terbesarnya adalah berpikir ‘nanti aja di sana’. Meskipun Bali punya banyak sumber daya wisata, banyak kebutuhan balita yang nggak gampang ditemukan, atau harus dicari khusus. Saran sebelum berangkat:
- Pastikan pilihan penerbangan (pengaruh langsung vs. transit terhadap balita beda banget)
- Pastikan penginapan menyediakan baby cot, ada fasilitas bermain anak atau nggak
- Rencanakan ritme harian dari awal, jangan terlalu padat, balita butuh waktu tidur siang
Perencanaan anggaran juga penting banget, biaya liburan bawa anak lebih besar daripada orang dewasa, apalagi kalau beli perlengkapan medis dan anak-anak di pulau, harganya sering lebih mahal daripada di Taiwan. Baca juga: Berapa Banyak Uang Tunai yang Harus Disiapkan untuk Liburan ke Bali?
Pilih Akomodasi yang Tepat, Setengah Perjalanan Keluarga Berhasil
Bali punya banyak hotel yang didesain khusus untuk keluarga, lengkap dengan baby cot, Kids Club, kolam renang anak, dan menu makanan anak. Kalau bawa balita yang baru belajar jalan, mending pilih villa dengan kolam berpagar atau kolam pribadi — lebih aman banget.
Selain itu, Bali juga punya layanan sewa perlengkapan bayi (bisa dipesan lewat Klook), termasuk car seat, stroller, baby cot, swim vest, dan pool fence. Kalau nggak mau bawa koper gede di pesawat, sewa di tempat langsung lebih worth it. Cek juga rekomendasi hotel keluarga di Bali ini.

Rekomendasi Penginapan Keluarga di Bali
Baca juga: TOP 1 Waterpark Keluarga di Bali: 15 Resor dengan Seluncuran Air
Wajib Baca Buat Liburan Keluarga:
- Bali Family Travel Guide: 100+ Aktivitas Seru untuk Keluarga
- Panduan Liburan Sehari Keluarga di Bali: Safari & Flamingo Beach Club
- Panduan Liburan Keluarga ke Bali - Seri Nusa Dua
- Panduan Liburan Keluarga ke Bali - Seri Ubud
- 🎮 ZONE OUT Bali: Pangkalan Petualangan VR Paling Keren di Kuta!
- 18 Resor Keluarga Terbaik di Bali: Pilihan Tepat untuk Liburan Santai
- 20 Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu Saat Liburan Keluarga ke Bali
- Waterbom Bali: Panduan Lengkap Water Park di Kuta 🌊
- Petualangan Ajaib di Bali: Saksikan Sihir Bawah Air di Varuna Show, Ocean Park Bali
- The Firefly Garden: Taman Kunang-kunang Paling Berkilau di Bali
- 55 Aktivitas Seru di Ubud Bareng Anak, Dijamin Gampang!
- Panduan Cari Baby Sitter di Bali: Cara Dapat Pengasuh yang Tepat & Biayanya
Persiapan di Pesawat: Cara Packing Barang Anak
Naik pesawat sering jadi momen paling bikin stres kalau bawa balita. Tapi kalau persiapan matang, stresnya bisa berkurang drastis.
Alat bantu penerbangan: buat anak usia 1-3 tahun, bisa pertimbangkan bawa bantal tiup biar si kecil bisa rebahan nyaman, atau koper yang bisa dinaiki kayak tempat tidur (seperti JetKids). Tapi nggak semua maskapai ngizinin, jadi cek dulu sebelum berangkat ya. Bayi di bawah 1 tahun bisa pesan kursi ayunan (bassinet), tapi harus diajukan beberapa minggu sebelumnya.
Pelembab di pesawat: udara di kabin kering banget, jangan lupa bawa lotion bayi dan semprotan hidung saline buat jaga kelembaban hidung si kecil. Waktu take off dan landing, tekanan telinga berasa banget — kasih ASI atau susu botol itu cara paling ampuh, kalau anak udah agak gede bisa dikasih permen.
Tips packing tas: siapin satu tas kecil dengan banyak kantong, isi penuh camilan, mainan kecil, stiker, buku mini — biarkan anak nyari sendiri. Proses eksplorasi itu sendiri udah bisa ngabisin banyak waktu.
Baby carrier: waktu di bandara dan jalan-jalan di Bali, gendongan bayi dari bahan alami itu super praktis. Banyak tempat di Bali yang susah dilewatin stroller, jadi gendongan jauh lebih fleksibel.
MPASI dan Susu Formula: Bawa Berapa Banyak, Apa Bisa Beli di Lokasi?
Ini yang paling bikin khawatir para ibu. Jujur aja, di Bali nggak semuanya susah dicari, tapi emang ada beberapa jebakan yang harus dihindari.
Susu Formula: Kalau anakmu minum susu formula khusus (hidrolisat protein, hipoalergenik), saran sih bawa stok yang cukup — pilihannya di pulau ini terbatas banget. Susu formula biasa bisa ditemukan di supermarket dan apotek, merek yang umum kayak Nutrilon, Lactogen (Nestlé), dan Enfamil — Enfamil juga punya versi bebas laktosa. Merek organik Australia Bellamy’s (susu sapi) dan Karihome (susu kambing) juga ada, tapi harganya lumayan mahal.
Puree MPASI kemasan: Saran sih bawa puree daging yang cukup, apalagi daging kalkun — di Bali hampir nggak ada. Beberapa supermarket impor (misalnya Pepito) kadang jual puree Heinz atau Bellamy’s, tapi biasanya cuma rasa buah-sayur, dan harganya dua kali lipat dari Taiwan. Kalau anakmu masih fase MPASI, beli blender di Bali buat ngolah bahan lokal mungkin lebih realistis.
Produk Susu: Kualitas produk susu di Bali secara umum kurang oke — banyak yang tinggi gula atau mahal. Kalau anakmu biasa minum yogurt atau kefir, bisa pertimbangkan bawa starter culture buat bikin sendiri. Susu nabati pilihannya banyak banget, dan susu bebas laktosa merek Milk Life juga gampang dicari.
Toko Makanan Sehat: Bali Buda adalah jaringan toko makanan organik dan sehat se-Bali. Di sini bisa nemuin berbagai biji-bijian (termasuk soba yang jarang ada di Taiwan), makanan bebas gluten dan bebas susu — tempat yang pas buat isi ulang stok keluarga dengan balita.
Popok & Perlengkapan Bayi
Popok: Merek yang tersedia di sini beda banget sama di Taiwan. Pilihan yang paling oke sih merek Korea dan Jepang kayak Genki, Makuku, Merries. Di beberapa tempat juga ada Ecoboom yang ramah lingkungan. Tapi perlu diingat, Merries yang dijual di Bali kebanyakan versi produksi lokal Indonesia — kualitasnya beda jauh. Yang asli Jepang (bungkus putih) cuma ada di beberapa toko tertentu kayak Clandy’s atau Bali Hypermart, atau bisa juga dipesen online lewat Shopee/Tokopedia. Popok renang bentuk celana hampir cuma ada online, jadi saran gue bawa dari Taiwan aja biar aman.
Tips ukuran: Banyak merek popok yang potongannya lebih kecil, jadi coba naik satu ukuran lebih besar.
Perlengkapan bayi lainnya: Ada toko perlengkapan bayi kayak Balonku, Genyc, Mothercare. Furnitur bayi bisa cek di Informa, alat makan dan penyimpanan bisa cari di IKEA (bisa pesan langsung di toko atau lewat App, ada layanan antar).
Produk perawatan khusus: Kalau anak kamu punya kondisi kulit tertentu yang butuh sampo atau krim khusus (misalnya Mustela), saran gue bawa dari Taiwan aja — merek yang tersedia di sini terbatas banget.
Topi: Topi pelindung matahari buat balita itu penting banget. Saran gue bawa topi favorit dari rumah — topi di pasar Bali sih murah, tapi banyak yang bahannya terlalu tebal dan tali pengikatnya nggak enak dipake, ujung-ujungnya copot dari kepala anak.
Obat-obatan: Daftar ini wajib disiapin dengan serius
Apotek di Bali kebanyakan jual obat generik. Obat pabrikan asli ada tapi harganya bisa 2-3 kali lipat lebih mahal, dan banyak yang butuh resep dokter. Kalau anak kamu punya obat rutin, bawa secukupnya dari rumah.
Saran obat-obatan wajib bawa lainnya:
- Pencernaan: Obat anti kembung (misal Gas-X), probiotik, penyerap racun usus, enzim pencernaan
- Luka luar: Semprotan antiseptik, salep penyembuh, plester luka, lem kulit cair
- Tenggorokan & flu: Semprotan antiradang tenggorokan, permen tenggorokan, semprotan hidung saline, obat penurun panas & pereda nyeri
- Mata: Air mata buatan atau obat tetes mata antiradang
- Hidung: Semprotan hidung saline, dekongestan
- Alergi & serangga: Antihistamin (misal cetirizine / Zyrtec), gel anti gatal
- Khusus anak: Gel gusi tumbuh gigi, alat penyedot ingus
- Lainnya: Tes cepat COVID/flu, termometer
Yang paling penting: jangan lupa beli asuransi perjalanan medis sebelum berangkat. Kualitas rumah sakit swasta di Bali lumayan, tapi biayanya mahal banget. Kalau sampai ada masalah tanpa asuransi, dompet bisa jebol.
Bisa cek juga artikel «21 Barang Wajib Bawa untuk Travel ke Bali» dan «Bawa Bayi ke Bali: Tips Bawa MPASI Daging Babi & Ayam»
Jasa Baby Sitter: Nggak Harus Nanggung Sendiri

Banyak orang tua dari Taiwan yang nggak tahu, kalau Bali punya industri baby sitter yang cukup matang, dan banyak dipakai keluarga ekspat serta turis. Kalau kamu pengen sesekali ambil napas, atau butuh ada yang jagain anak saat orang dewasa ada acara, baby sitter di Bali ternyata lebih gampang dicari dari yang kamu bayangin. Gimana cara cari baby sitter? Apa aja yang perlu diperhatikan? Berapa biayanya? Cek panduan lengkapnya di sini: «Panduan Cari Baby Sitter di Bali: Cara Cari & Perkiraan Biaya»
5. Pilih Tempat & Aktivitas yang Ramah Anak:
Bali punya banyak aktivitas seru buat balita, tapi jangan sampai jadwal terlalu padat — balita butuh tidur siang rutin, kalau lebih dari dua tempat sehari bisa chaos. Ini beberapa tipe aktivitas yang cocok buat balita. Bisa lihat juga tempat-tempat yang udah dicoba si Kecil:
Wajib Baca Buat Liburan Keluarga:
- 55 Aktivitas Seru di Ubud Bareng Anak, Dijamin Gampang!
- Bali Family Travel Guide: 100+ Aktivitas Seru untuk Keluarga
- Mario Kart di Hutan Ubud
- 🎮 ZONE OUT Bali: Pangkalan Petualangan VR Paling Keren di Kuta!
- Baru Buka 2025! Panduan Marine Safari Bali
- 20 Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu Saat Liburan Keluarga ke Bali
- Taman Bermain Anak Terbesar di Bali: Mookiland Park Bali
- Taman Ajaib Magic Garden di Nuanu Creative City
- Liburan Keluarga di Bali: Tips Bawa Bayi, Balita, dan Anak Usia Sekolah
- Petualangan ATV di Hutan untuk Anak SD ke Atas
- Panduan Liburan Keluarga ke Bali - Seri Nusa Dua
- Petualangan Ajaib di Bali: Saksikan Sihir Bawah Air di Varuna Show, Ocean Park Bali
Gimana cara coba aktivitas ini?
Saran sih, booking dulu aktivitas ini lewat Klook:
- Naik Kuda di Pantai, ATV, Ayunan, & Tur Air Terjun — bisa dikombinasikan sesukamu
- Tiket Bali Safari di Bali Safari & Marine Park
- Tiket Waterbom Bali — waterpark seru di Bali
- Paket Kombo Arung Jeram Sungai Ayung + Bersepeda
- Cave Tubing + ATV + Ayunan di Ubud
- Pirate Dinner Cruise — dinner cruise bertema bajak laut
- Tiket Diskon Trans Studio
- Tiket AeroXSpace
Saran sih, mending booking aktivitas-aktivitas ini di Klook dari jauh-jauh hari. Kadang ada diskon tiket, dan kamu juga nggak perlu antre di lokasi.
Bonus tips tambahan:
- Bawakan mainan dan aktivitas favorit anak di pesawat biar mereka betah.
- Di cuaca panas, pastikan anak minum banyak air dan pakai tabir surya.
- Sebelum ke pura atau tempat ibadah lain, kasih tahu anak untuk hormati budaya setempat.
- Belajar beberapa kata dasar bahasa Indonesia, kayak ‘terima kasih’. Cek video cara ngomongnya dari Xiaojie
Aktivitas Outdoor Populer di Bali
Bali emang cocok banget buat dibawa anak kecil — asal persiapanmu matang. Sekarang di Bali, sebagian besar kebutuhan dasar udah ada, cuma pilihan mereknya terbatas, ada yang harus beli online, dan ada yang lebih mahal dari di Taiwan. Bawain dari rumah: bubur daging instan, susu formula khusus, obat-obatan rutin, topi favorit, dan beberapa mainan yang udah akrab sama anak. Sisanya, di sana pasti bisa diatasi.
Kalau anak punya barang-barang yang udah dikenalnya, adaptasinya jadi lebih cepat; orang tua juga lebih siap, liburan jadi bener-bener santai.