Konten di bawah ini diadaptasi dari cerita perjalanan yang dibagikan oleh anggota grup Lin Jinsheng :
Kali ini gue mau cerita pengalaman trip motor 🛵 8 hari 7 malam di Bali bareng istri. Bisa menjelajah setiap sudut pulau pakai roda dua, buat kami itu pengalaman yang seru banget dan bikin bebas. Satu tips paling penting pas naik motor di Bali: “Ngalah! Ngalah! Ngalah!”. Baik di pertigaan sempit atau perempatan yang ramai, tahu cara mengalah itu kunci. Naik motor harus “berani tapi hati-hati”, ikuti ritme kendaraan di depan, kalau perlu cepat ya cepat, kalau perlu lambat ya lambat, jangan ragu-ragu, biar perjalanan aman dan lancar. Kalau udah paham trik ini, naik motor di Bali bakal jadi pengalaman yang menyenangkan banget!
Menginap di Kuta
Hari pertama: Sampai hotel sore hari, kami nggak buang waktu, langsung sewa motor buat mulai petualangan. Pertama-tama muter-muter di sekitar Kuta dan Seminyak, biar familiar sama jalanan dan suasana lalu lintas. Makan malam kami pilih Restoran Wahaha yang cukup terkenal di sini. Iga babi panggang (pork ribs) mereka juara banget, dagingnya empuk dan berair, cocok buat dimakan puas-puas. Malam itu kami nginep di The Vira Bali Boutique Hotel, lokasinya di Kuta, dekat banget sama bandara, cocok buat traveler yang baru sampai hari pertama. Hotelnya juga kasih layanan antar jemput gratis, plus kopi dan camilan gratis dari jam 6 sore sampai jam 10 malam, bisa santai setelah seharian jalan.










▶Cek Ketersediaan Kamar & Harga The Vira Bali Boutique Hotel Trip Booking
Lebih Banyak Rekomendasi Makan & Main di Kuta

Kuta adalah salah satu destinasi paling hidup di Bali, terkenal dengan kehidupan malam yang ramai, jalanan yang sibuk, dan pantai yang cocok untuk pemula surfing. Tempat ini menarik wisatawan dari seluruh dunia. Di sini kamu bisa menemukan banyak toko, restoran, dan tempat hiburan — cocok banget buat yang suka petualangan dan belanja. Mau ngerasain serunya party atau nikmatin sunset yang cantik, Kuta bakal bikin liburanmu penuh kenangan seru!
Mau tahu lebih banyak tips soal Kuta? Klik di sini
Review Tempat Nginep di Kuta
- 18 Rekomendasi Hotel Pilihan di Dekat Pantai Kuta
- 12 Rekomendasi Hotel di Pusat Kota Kuta
- Wisata Kelompok ke Bali: Rekomendasi Villa Pribadi di Kuta untuk 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih untuk Keluarga
Hari kedua: Pagi-pagi kami jalan santai ke pantai Nusa Dua setengah hari. Pantainya bersih, airnya jernih, suasananya lebih tenang daripada Kuta dan Canggu, cocok buat jalan-jalan dan bersantai. Siangnya mampir ke mal besar terbaru ICON Bali, tempat belanja, kuliner, dan wisata yang seru, AC-nya dingin jadi pas buat ngadem siang hari.
Sore harinya, kami sengaja pergi ke Pasar Malam Asoka Market yang terkenal di Denpasar, ini pasar malam terbesar dan paling ramai di Bali. Lapak-lapaknya berjejer, jajanan lokal murah meriah dan enak. Kami pesan nasi babi guling, bakso, dan nasi goreng, masing-masing cuma 25K IDR (setara kurang dari USD$1), kenyang dan puas. Malamnya balik lagi ke Kuta buat istirahat, siap-siap buat petualangan besok.
Catatan redaksi: Asoka Market sering dianggap satu area sama Kereneng Night Market di sebelahnya, jadi membentuk kawasan pasar malam super ramai dengan ribuan lapak, dari Babi Guling asli sampai batik warna-warni, peralatan makan handmade, jajanan, aneka kue, semuanya ada. Pengunjung mulai berdatangan dari jam 4 sore, rasanya kayak masuk ke alam semesta kuliner dan budaya yang meriah banget.
Jie’s Night Market Travel Diary
Akomodasi di Ubud
Hari Ketiga: Hari ini kita mulai bagian inti perjalanan. Kami nitip koper besar di hotel Kuta, bawa dua tas kabin 7 kg yang diikat kuat pakai tali pengikat barang, plus ransel kecil. Berangkat ringan. Naik motor langsung menuju tempat nginep di Ubud, taruh barang, baru mulai jalan-jalan. Destinasi pertama adalah Pura Ulun Danu Bratan di ketinggian 1.200 meter. Pura di tepi danau ini kayak mengapung di atas air, dikelilingi gunung dan kabut tipis — pemandangannya bak kartu pos.

Pura Ulun Danu pas lagi berkabut
Lanjut ke Bali Handara Gate yang lagi viral di medsos. Gapura khas Bali yang simetris dan megah, dengan latar gunung hijau di kejauhan — bener-bener ‘wajib mampir buat foto’. Balik ke Ubud, kami makan malam di Pison Ubud. ‘Bebek betutu Ubud’ andalannya emang juara: bebek goreng renyah dengan nasi berbumbu, rasanya gurih dan nagih.

Malam ini kami nginep di Pondok Naya. Homestay ini tersembunyi di tengah sawah, suasananya adem dan tenang, dikelilingi padi hijau. Kalau mau nginep sini, saran banget bawa kendaraan sendiri biar bisa nikmatin ketenangan dan kemudahan aksesnya.










Hari Keempat: Acara utama hari ini adalah matahari terbit di Gunung Batur. Kami bangun jam 3 pagi, beres-beres, lalu langsung naik motor. Dari Ubud ke gunung sekitar 45 km, tempuh 70 menit. Kali ini kami nggak milih mendaki capek-capek, tapi langsung ke Sukawana Sunrise Spot. Dari sini bisa lihat sunrise gunung dengan santai, tanpa capek nanjak, tapi tetap puas. Pas matahari muncul dari balik awan, gunung dan danau berubah warna keemasan — momen itu bikin semua perjuangan bangun pagi terbayar.

Di pinggir Gunung Batur, ada spot pemandangan yang buka jam 5 pagi dan langsung ramai pengunjung. Karena view-nya oke banget, ini tempat favorit buat foto sunrise. Buat yang nggak mau repot naik gunung, ini pilihan tepat buat nikmatin sunrise dengan mudah — bisa langsung naik mobil atau motor, praktis banget.
Setelah lihat sunrise, kami balik hotel buat tidur lagi, baru lanjut jalan-jalan. Siangnya mampir ke Pasar Ubud, istri senang beli dress khas Indonesia cuma 100K IDR — murah meriah dan berkesan. Sore harinya kami ke Tegalalang Rice Terrace, sawah terasering paling ikonik di Ubud. Hijau berundak-undak dengan pohon kelapa yang bergoyang — jepret aja, udah kayak kartu pos.

Tis Cafe yang terletak di samping sawah terasering Tegallalang, belakangan ini jadi rekomendasi banyak influencer. Desain di dalam dan luar kafenya kece abis buat difoto — baik tempat duduk yang menghadap sawah maupun area kolam renang yang bikin liburan makin terasa. Harga makanan dan minumannya juga nggak mahal-mahal amat, suasananya santai dan nyaman banget buat makan sambil menikmati pemandangan sawah terasering.

Sebenarnya ada juga area kecil kopi luwak yang nggak aku sebut khusus di catatan perjalanan, tapi lumayan worth it buat mampir. Satu cangkir kopi luwak sekitar 60K, tiket masuknya 25K per orang, dan kamu bisa ikut sesi mencicipi lima jenis kopi dan lima jenis teh. Di area ini ada banyak sudut foto yang lucu dan unik — selain ngopi, kamu juga bisa dapet foto-foto keren. Tempatnya kecil tapi cantik, suasananya santai banget.

Makan malam kami pilih Sun Sun Warung, restoran lokal yang populer dan ramah di kantong. Porsinya besar, harganya murah banget — cocok buat perut lapar dan kebahagiaan kecil selama perjalanan. Malam ini kami masih nginep di Pondok Naya Trip di Ubud, tidur ditemani suasana sawah yang tenang di malam hari.
Lebih Banyak Seru-seruan di Ubud: Makan, Main, dan Nongkrong

Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Sawah terasering yang hijau, hutan yang tenang, dan tradisi yang dalam bikin siapa pun betah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau rileks. Mau eksplor budaya lokal, nikmatin alam, atau coba aktivitas outdoor seru plus kuliner dengan pemandangan kece — Ubud punya semuanya. Pengin tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Tema Akomodasi di Ubud
- 【Akomodasi Ubud Bali】30+ Rekomendasi Akomodasi Khas Ubud, Nikmati Petualangan Ajaib di Tengah Pemandangan Alam Bali!
- 【Rekomendasi Akomodasi Ubud】Villa Ubud dengan Kolam Renang: Surga Privat 20+ Villa Bali yang Memukau
- Rekomendasi Akomodasi Yoga di Ubud Bali: 10 Pilihan Impian dengan Kelas Yoga dan Relaksasi Jiwa
- 18 Resor Ramah Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Keluarga ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Ubud untuk 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih
Akomodasi di Jimbaran
Hari kelima: pagi-pagi kami langsung menuju Ubud Palace. Di jam segitu, pengunjung masih sepi, istananya terasa sangat tenang — waktu paling pas buat foto, bisa menangkap detail arsitektur dan ukiran khas Bali yang murni.
Selanjutnya kami ke Tirta Empul, tempat yang sangat sakral bagi warga lokal. Banyak umat yang melakukan ritual pemurnian diri di kolam suci. Begitu masuk ke area pura, suasananya khidmat dan damai — kamu bisa merasakan energi yang terhubung dengan alam dan keyakinan.

Referensi cepat: 【2025】Panduan Lengkap Tirta Empul: Pengalaman Pura Air Pemurnian Paling Sakral di Bali
Setelah selesai, kami naik motor lagi sekitar 3,5 km ke spot foto hits yang lagi naik daun: Sari Timbul by Kubu Bali. Tempat ini terkenal dengan instalasi seni patung kayu raksasa — setiap sudutnya penuh karakter, hasil fotonya keren banget. Paling disukai cewek-cewek, cocok banget buat foto-foto aesthetic.


Dulu tempat ini adalah bengkel keramik. Meskipun kamu nggak beli keramik, cukup bayar tiket masuk 10K IDR aja udah bisa foto-foto di area sini. Desainnya unik, warna-warni, hasil fotonya super dreamy. Tempat ini terkenal banget di kalangan wisatawan cewek dan dijuluki sebagai hidden gem foto aesthetic di Ubud.
Informasi tentang Sari Timbul by Kubu Bali bisa kamu lihat di artikel panduan Ubud yang mencakup 100+ tempat wisata: “Panduan Ubud”
Setelah selesai jalan-jalan di Ubud, kita balik ke hotel di Kuta buat ambil koper besar, lalu lanjut naik motor ke Jimbaran buat check-in The Jimbaran Villa by Ini Vie Hospitality. Villa ini punya kolam renang pribadi, suasananya tenang banget, cocok buat pasangan atau suami istri yang lagi liburan.










▶Cek ketersediaan kamar & harga The Jimbaran Villa by Ini Vie Hospitality Trip Booking
Lebih Banyak Rekomendasi Makan & Main di Jimbaran

Jimbaran adalah surga tepi pantai di Bali yang terkenal dengan suasana romantis dan kulinernya yang kece. Punya pasir pantai keemasan yang memesona plus pemandangan sunset yang spektakuler banget. Restoran seafood di sini wajib banget kamu coba — selain itu ada juga resor mewah dan suasana desa nelayan yang tenang, bikin kamu bisa merasakan kemewahan sekaligus kehidupan lokal. Cocok buat liburan keluarga atau kencan romantis, Jimbaran pasti memenuhi ekspektasi kamu! Mau tahu lebih banyak soal Jimbaran? Klik di sini
Serba-serbi Nginep di Jimbaran
- Rekomendasi Penginapan Bali: 10+ Hotel Jimbaran dengan Pemandangan Laut yang Wajib Kamu Coba
- 【2026 Panduan Lengkap AYANA Bali】Tips Reservasi Rock Bar
- 18 Resort Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, Ubud
- Taman Hiburan Keluarga di Bali: 15 Resort dengan Seluncuran Air untuk Anak-anak
- Liburan Keluarga ke Bali: Rekomendasi Villa Pribadi di Jimbaran untuk 3, 4, 5, 6 Kamar atau Lebih
Setelah istirahat sebentar, sore harinya kami pergi ke Pura Uluwatu (Uluwatu Temple) yang megah. Pura ini terletak di atas tebing, menghadap langsung ke Samudra Hindia. Saat matahari terbenam, pemandangan laut dan langit menyatu, bikin siapa pun terpana. Sembari itu, kami nonton pertunjukan Tari Kecak yang ikonik. Dengan nyanyian dan api, suasananya dramatis dan penuh budaya. Malamnya kami kembali ke Villa, menutup hari yang padat.

Matahari terbenam di Pura Uluwatu adalah salah satu pemandangan paling berkesan di Bali bagi banyak traveler. Pura ini dibangun di atas tebing yang menjorok ke Samudra Hindia. Saat senja perlahan tenggelam ke permukaan laut, seluruh langit berubah warna jadi keemasan dan jingga, memantul di garis pantai yang dramatis. Suasananya romantis sekaligus sakral. Kalau ditambah dengan pertunjukan Tari Kecak yang terkenal, makin terasa perpaduan unik antara budaya dan alam Bali yang memukau.
Referensi cepat: Enam Lokasi Tari Kecak Api Terbaik di Bali: Pesta Visual dan Budaya
Hari Keenam: Hari ini agendanya santai. Kami pergi ke Kawasan Pantai Pandawa. Dulu ini pantai tersembunyi, sekarang sudah jadi area wisata yang tertata rapi. Begitu masuk, ada satu pengalaman yang wajib dicoba: kamu harus beli tiket naik shuttle mobil (30K IDR per orang) menuju Tanah Barak yang disebut-sebut sebagai “jalan biru”. Yang paling menarik di sini adalah tebing-tebing tinggi di kedua sisi jalan. Ada yang bilang ini mirip “Tembok Salju Tateyama Kurobe ala Jepang versi Bali”, tapi diganti dengan batu kapur yang megah. Tempat ini lagi hits banget di kalangan anak muda, keren buat foto atau posting di medsos.

Tebing spektakuler ini belakangan jadi tempat foto favorit para influencer. Soalnya, dengan perubahan sudut dan cahaya, hasil fotonya selalu cakep. Untuk ke sini, kamu harus masuk lewat pintu Pantai Pandawa, lalu naik shuttle di dalam area. Pemandangan sepanjang jalan juga indah. Sesampainya di lokasi, kamu bakal merasakan betapa dahsyatnya perpaduan tebing, langit biru, dan laut. Ini wajib dikunjungi buat pecinta fotografi.
Referensi cepat: Batu Barak/Tanah Barak Bali: Jalan Biru/Tebing Jurang yang Super Indah
Rekomendasi Tempat Makan & Main di Uluwatu

Uluwatu adalah salah satu kawasan paling populer di selatan Bali, terkenal dengan tebing-tebing spektakuler, pantai-pantai memesona, dan spot surfing yang kece abis. Suasananya romantis banget ala liburan tropis — tempat yang pas buat menikmati sunset dan bersantai. Kalau kamu juga mau nginep di Uluwatu, cek aja rekomendasi lengkap tempat makan, main, dan seru-seruan yang udah kami siapin biar liburanmu makin asik: 【Panduan Uluwatu】Rekomendasi Tempat Wisata, Makan, dan Seru-seruan di Uluwatu
Penginapan di Uluwatu
- Rekomendasi Penginapan Uluwatu: 15 Villa & Resort Pribadi dengan Pemandangan Laut yang Wajib Kamu Coba
- 18 Resort Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Grup ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Uluwatu (3-6+ Kamar) untuk Keluarga
Sore harinya kami kembali ke villa di Jimbaran, memilih untuk tidak melakukan apa-apa, hanya bengong di tepi kolam renang pribadi sambil menikmati suasana liburan yang santai banget. Saat senja, kami sengaja pergi ke The Cuisine Bali di Jimbaran Beach untuk makan malam. Tempat ini terkenal dengan dinner romantis seafood dengan lilin, meja-mejanya langsung ditaruh di atas pasir, ditemani suara ombak dan senja, suasananya maksimal banget. Saat angin laut berhembus pelan dan lilin berkedip, momen kami berdua bersulang jadi salah satu kenangan paling tak terlupakan sepanjang perjalanan.

Matahari terbenam di Jimbaran Beach dianggap banyak orang sebagai salah satu momen paling romantis di Bali. Saat matahari perlahan tenggelam, permukaan laut berubah warna jadi jingga keemasan, ditemani suara ombak dan angin sepoi-sepoi, suasananya benar-benar memesona. Banyak wisatawan suka memesan seafood dinner dengan lilin di atas pasir, sambil menikmati makanan dan melihat matahari terbenam di Samudra Hindia—pemandangannya puitis banget. Makanya Jimbaran jadi pengalaman romantis yang nggak boleh dilewatkan buat pasangan dan keluarga yang liburan ke sini.
Referensi cepat: Rekomendasi Seafood Jimbaran Bali: 13 Restoran Seafood Anti Zonk
Malam ini kami masih menginap di The Jimbaran Villa by Ini Vie Hospitality Trip Booking, lanjut menikmati malam yang tenang khas Jimbaran.
Hari Ketujuh: Pagi-pagi kami balik ke Kuta, naruh koper di hotel, lalu jalan-jalan santai di pusat kota Kuta. Di sepanjang jalan ada banyak toko kecil yang jual baju, kerajinan tangan, dan oleh-oleh—suasananya khas Bali banget. Kami juga sempat mampir ke Beachwalk Shopping Center, salah satu pusat perbelanjaan paling ramai di Kuta. Di dalamnya ada berbagai merek internasional dan restoran, AC-nya dingin, jadi jalan-jalannya nyaman dan santai.
Sore harinya kami sengaja menghitung waktu surut Tanah Lot, karena cuma pas air surut kita bisa nyebrang lewat jalan berbatu dan beneran naik ke pura. Sesampainya di pura, kami ikut ritual pemberkatan dari pendeta Hindu setempat—dahi kami diberi butiran suci dan bunga diselipkan, rasanya seperti pengalaman berkah yang spesial.

Referensi cepat: Destinasi Wajib Kunjungi di Bali: Panduan Lengkap Tanah Lot, Pasang Surut, dan Tempat Sekitar
Menjelang malam kami balik ke pusat kota dan makan di Naughty Nuri’s Warung Seminyak, yang ratingnya bagus banget di internet. Restoran ini terkenal dengan iga babi panggangnya—dagingnya empuk, sausnya kental, begitu dihidangkan aromanya langsung menggoda, cocok banget buat dimakan puas-puas. Malam itu kami menginap di Kuta, siap-siap menyambut hari terakhir perjalanan.
Hari Kedelapan: Hari terakhir kami tetap jalan-jalan santai di pusat Kuta, nggak ada rencana yang terlalu padat. Sebelum siang kami balikin motor, lalu langsung menuju bandara, menutup perjalanan 8 hari 7 malam suami-istri ke Bali. Meskipun itinerary-nya termasuk ‘budget travel’, andalan utama motor—beda banget sama yang biasanya pakai mobil sewaan—tapi justru bisa lebih ngerasain kehidupan lokal yang autentik dan bebas. Buat kami, perjalanan ini irit banget sekaligus penuh kenangan petualangan yang cuma milik kami berdua.
Aktivitas Outdoor Populer di Bali
Kesimpulan
Perjalanan Bali 8 hari 7 malam bareng suami ini, kita pakai motor buat keliling—nyusuri kota, sawah, sampai pinggir pantai. Banyak banget kenangan unik yang kita ciptain. Meskipun nggak ada paket mobil mewah, tapi kita jadi lebih deket sama keseharian warga lokal, bisa berhenti kapan aja, dan eksplorasi sesuka hati. Sepanjang jalan, kita nikmatin momen romantis, sekaligus ngadepin tantangan kecil bareng-bareng, jadi perjalanan ini terasa lebih hangat. Buat kita, cara traveling ‘irit’ kayak gini justru esensi liburan yang sesungguhnya: bebas, autentik, dan penuh petualangan kecil berdua.
- Panduan Sewa Motor di Bali! Lebih Baik Sewa Motor atau Sewa Mobil?
- Tips Sewa Motor di Bali: Harga, Keamanan, dan Hal yang Perlu Diperhatikan
- Kapan Sewa Mobil? Kapan Panggil Taksi? Sewa Mobil vs. Panggil Taksi: Cara Pilih yang Paling Cocok Buat Perjalananmu?
Sebenernya aku udah pernah naik motor di Thailand, Malaysia, Indonesia, Laos, sama Sri Lanka. Cara ini hemat, praktis, bebas, dan nggak perlu khawatir kena biaya transportasi yang nggak wajar. Bertahun-tahun, pengalamanku udah lumayan banyak. Buatku, kekurangan paling besar cuma harus naik motor di bawah terik matahari—pasti jadi hitam atau terbakar. Tapi dibandingin sama keuntungannya yang bisa ngatur ritme perjalanan dan eksplorasi sesuka hati, sih, lebih worth it.
Tapi, aku juga mau ngasih tahu khusus buat kalian yang berencana naik motor di Bali: naik motor emang praktis, tapi juga ada risikonya. Kalau terjadi kecelakaan di negara orang—entah nabrak orang atau ditabrak—urusannya bakal ribet banget, bahkan bisa timbul biaya medis atau ganti rugi yang mahal, bikin nyesel dan menyesali keputusan. Risiko-risiko ini harus kamu pertimbangkan sendiri, jangan cuma karena hemat ongkos transportasi, lalu lupa sama keselamatan dan perlindungan. Kalau kamu memilih jalur ini, pastikan ‘berani tapi hati-hati’, dan selalu utamakan keselamatan, biar perjalananmu benar-benar aman dan menyenangkan.
Kamu pikir itinerary mereka seru banget? Yuk, buruan atur liburan seru kamu ke Bali! Jangan lupa juga kirim itinerary kamu ke grup ya!

Klik di sini buat lihat lebih banyak cerita seru perjalanan ke Bali
Kamu juga pengen nulis catatan perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh lihat panduan 「Cara Nulis Catatan Perjalanan Bali yang Keren」, dijamin bikin catatan perjalananmu makin kece!