Kesimpulan Awal: Lima batasan utama terbang drone di Bali — ketinggian maksimal 150 meter, dilarang terbang dalam radius 15 km dari bandara, dilarang terbang malam, dilarang terbang di area padat penduduk, dilarang terbang di atas pura. Pelanggaran berat bisa kena denda bahkan tuntutan pidana, pastikan lokasi terbangmu sudah sesuai aturan sebelum berangkat.
Di artikel sebelumnya, kita sudah bahas cara aman membawa drone ke Indonesia/Bali. Hari ini kita akan bahas lebih dalam soal aturan dan regulasi yang harus dipatuhi saat menerbangkan drone di Indonesia/Bali.
Yang paling penting tentu saja keselamatan. Keamanan terbang drone bukan cuma soal dirimu sendiri, tapi juga orang lain. Makanya, ada beberapa aturan lokal yang wajib kamu patuhi:
Pertama, ketinggian terbang drone tidak boleh lebih dari 150 meter. Ini bukan cuma demi keamanan penerbangan di udara, tapi juga biar nggak ganggu pesawat lain atau ekosistem alam.
Kedua, jangan terbangkan drone dalam radius 15 km dari bandara utama mana pun. Aturan ini untuk memastikan drone nggak mengganggu lalu lintas penerbangan normal, biar nggak jadi bahaya.
Ketiga, jangan terbangkan drone di malam hari. Visibilitas malam rendah, operasi kayak gini berbahaya dan bisa bikin orang sekitar risih.
Selain itu, jangan terbangkan drone di area keramaian atau padat penduduk. Ini bisa bikin panik dan ningkatin risiko kecelakaan terbang.
Terakhir, jangan terbangkan drone di atas pura di Bali. Tempat-tempat ini sangat penting buat warga lokal, menghormati budaya dan kepercayaan setempat itu sopan santun dasar.
Aturan-aturan ini dibuat untuk memastikan keselamatan semua orang, sekaligus berharap penerbangan drone bisa jadi aktivitas yang menyenangkan. Kalau ada yang ngabaikan aturan ini, risikonya bisa kena denda bahkan tuntutan pidana.
Terbang pakai drone itu pengalaman yang seru banget, tapi kita harus ingat, di balik keseruan itu, tanggung jawab dan rasa hormat juga penting banget. Mematuhi aturan ini bukan cuma kewajiban, tapi juga bentuk rasa hormat kita sama lingkungan dan daerah setempat. Yuk, pastikan semua orang bisa menikmati aktivitas keren ini sambil tetap menjaga surga yang memesona ini.
Pertanyaan Umum
Berapa batas ketinggian terbang drone di Bali?
Maksimal 150 meter. Kalau lebih dari itu, bisa ganggu pesawat lain dan ekosistem alam, dan ini juga pelanggaran yang paling gampang ketahuan.
Boleh terbang drone di dekat bandara?
Enggak. Dalam radius 15 km dari semua bandara utama, dilarang terbang drone biar nggak ganggu lalu lintas penerbangan normal.
Boleh terbang drone malam hari buat foto夜景?
Nggak disarankan. Terbang malam hari berbahaya karena jarak pandang rendah, dan juga bisa ganggu warga sekitar. Ini termasuk aktivitas yang jelas-jelas dilarang di sana.
Boleh aerial shot di pura?
Nggak boleh. Terbang di atas pura di Bali dianggap nggak sopan terhadap kepercayaan lokal, jadi wajib hindari semua area pura, tempat ramai atau padat penduduk juga harus dihindari buat terbang.
Kalau melanggar, apa konsekuensinya?
Bisa kena denda bahkan tuntutan pidana. Keselamatan dan hormati budaya lokal itu alasan utama buat patuh sama aturan.