Puncak tertinggi Bali, Gunung Agung yang sakral, akan ditutup sementara mulai 1 Oktober hingga 30 November. Selama waktu ini, baik turis maupun penduduk lokal tidak diizinkan masuk ke Gunung Agung, karena komunitas setempat akan mengadakan upacara keagamaan besar yang diadakan setiap sepuluh tahun sekali.

Gunung Agung adalah salah satu landmark paling spiritual di Bali, sekaligus gunung berapi aktif. Setiap tahun, banyak turis berangkat subuh-subuh untuk menikmati matahari terbit yang spektakuler dari puncaknya. Namun, bagi umat Hindu di Bali, Gunung Agung bukan sekadar gunung berapi — ini adalah tempat suci yang harus dihormati sesuai tradisi dan agama.
Penutupan ini mencakup semua jalur pendakian, baik jalur resmi maupun tidak resmi. Upacara utama seperti Karya Tabuh Gentuh Wana Kertih, Segara Kertih, dan Nubung Pedashan akan digelar di Pasar Agung Temple di Sebudhi Village. Upacara ini hanya diadakan setiap sepuluh tahun sekali, terakhir kali pada tahun 2014.
Pemimpin Pasar Agung Temple, Wayan Suara Arsana, mengatakan bahwa penutupan ini sudah diberitahukan ke semua agen perjalanan dan pemandu pendakian berlisensi. Ia berharap wisatawan bisa mengerti dan menghormati penutupan ini agar upacara bisa berjalan lancar.
Sebenarnya, Gunung Agung bukan pertama kalinya ditutup karena kegiatan keagamaan. Pada bulan Juli lalu, Gunung Agung juga sempat ditutup karena upacara bulan purnama di Pura Besakih (Mother Temple). Jadi situasi seperti ini sudah biasa di sini.
Namun, dulu ada juga pendaki nakal yang nekat naik diam-diam meski ada larangan. Bagi mereka yang tidak menghormati budaya lokal, akan diminta mengikuti upacara pembersihan untuk mengembalikan kesucian gunung.
Meski Gunung Agung ditutup selama dua bulan ini dan mungkin bikin kecewa buat banyak wisatawan, Bali masih punya gunung terkenal lain yang terbuka, seperti Gunung Batur dan Gunung Batukaru. Kalau cuaca cerah, dari puncak Gunung Batur kamu masih bisa lihat pemandangan Gunung Agung yang keren banget!

Oh iya, kalau mau mendaki, jangan lupa bawa pemandu lokal, mau gunung besar atau kecil. Jalur gunung di Bali memang nggak setinggi Himalaya atau Alpen, tapi treknya nggak gampang dan rambu-rambunya kurang jelas. Setiap bulan, tim penyelamat lokal harus nolongin pendaki yang tersesat atau cedera.
Jadi, demi keselamatan dan juga untuk menghormati budaya lokal, jangan lupa patuhi aturannya ya. Jangan nekat mendaki Gunung Agung saat musim penutupan, dan jangan lupa juga untuk menyewa pemandu. Yuk, nikmati pemandangan gunung-gunung keren lainnya di Bali!
Daftar & Gabung Blog Kami
📩 Langganan sekarang blog ‘Panduan Travel Bali’, jadi traveler Bali yang jago!

Dengan berlangganan gratis, kamu bakal dapet:
✅ Berita terbaru soal Bali, biar kamu selalu update info liburan
✅ Panduan mendalam, bikin itinerary kamu hemat dan bebas khawatir
✅ Rekomendasi tempat rahasia dan peta kuliner lokal eksklusif
✅ Konten yang nggak ada di grup Facebook
✅ Kumpulan saran itinerary paling lengkap dari sesama traveler, bikin setiap trip jadi mulus tanpa hambatan
Cukup pakai akun Google atau Facebook, registrasinya gampang banget!