Konten berikut diadaptasi dari cerita perjalanan yang dibagikan teman grup 張家偉:
Perjalanan ke Bali ini sebenarnya buat merayakan ulang tahun pacarku, sekalian kabur sejenak dari kerjaan padat di Vietnam biar bisa napas lega. Akhir-akhir ini kami berdua stres berat karena kerjaan, kebetulan lihat promo Vietjet Air, langsung booking tiket PP dari Ho Chi Minh ke Bali. Ambil tipe yang include bagasi 20 kg, plus tambah kursi emergency exit, total per orang kurang dari USD$200 — worth it banget!
(Tips: pas posting ini, Vietjet Air masih banyak promo tiket 0 rupiah, yang minat cek aja ya)
Hari keberangkatan, kami sampai bandara lancar dan check-in. Kursi emergency exit Vietjet Air recommended banget — ruang kaki lega banget, kaki bisa lurus sempurna, plus sandaran kursi bisa direbahin, pengalaman terbang jadi jauh lebih nyaman! Tapi ada sedikit drama: di belakangku ada bapak-bapak bule tinggi berkaki panjang, karena ruangnya sempit, lututnya sering nyenggol kursiku, agak ganggu sih. Tapi selain itu, penerbangan tetap menyenangkan.
(Tips Vietjet Air: pilih kursi baris 11, jamin kaki bisa lurus tanpa nyenggol siapa pun)
4 September: Selamat Datang dengan Bunga Kamboja & Spa Pertama
Begitu turun di bandara Bali, supir sewaan kami, Dwik, langsung sambut kami dengan kalungan bunga kamboja dan kasih air dingin — bikin langsung adem! Salah satu alasan pilih Dwik karena mobilnya Toyota SUV baru 2024, kabin luas dan hening, duduknya super rileks, cocok buat tidur-tiduran di perjalanan. Bahasa Inggris Dwik fasih banget, ternyata dia pernah kerja di kapal pesiar AS-Meksiko, makanya service-minded banget.
Lalu kami ke tempat penukaran uang terdekat, kursnya lebih bagus daripada di bandara. Atas rekomendasi Dwik, kami mampir ke Calma Spa buat spa dua jam, dan lewat Dwik dapet harga lebih murah dari menu. Pengalaman spa ini bikin rileks banget, badan rasanya pulih total.

Rock Bar (foto oleh Zhang Jiawei)
Setelah selesai spa, kami lanjut ke Rock Bar yang terkenal di Bali buat nikmatin sunset. Duduk di kursi tepi tebing sambil lihat matahari perlahan tenggelam, pemandangannya bener-bener bikin hati terpukau banget.

Wahaha Pork Ribs (foto oleh Zhang Jiawei)
Makan malam kita pilih Wahaha Pork Ribs — iga babi panggang dan jagung bakarnya juara. Di restorannya ada pertunjukan tari Barong khas Bali, makin bikin suasana romantis. Malamnya kita nginep di Fairfield Legian punya Marriott. Lokasinya oke, stafnya ramah dan hangat, kolam renangnya bersih dan cantik. Perfect buat nutup hari pertama yang santai dan seru.









▶Cek ketersediaan kamar & harga Fairfield Legian Trip Booking
5 September: Tur Sehari Nusa Penida yang Spektakuler & Snorkeling

Hari ini fokusnya adalah tur sehari ke Nusa Penida. Kami berangkat pagi-pagi, sopir sewaan kami bahkan ngajak pacarnya Indah jadi asisten guide — nemenin kita seharian. Dia bantu pilih tempat duduk enak di kapal, fotoin kita kapan aja, dan jagain barang-barang. Sampai di Nusa Penida, kita kunjungi spot-spot keren kayak Broken Beach dan Kelingking Beach. Air lautnya biru jernih berkilau kayak batu safir, pemandangannya bikin speechless.
Snorkeling setelahnya jadi pengalaman yang nggak terlupakan. Kita mampir ke tiga titik snorkeling dan lihat berbagai biota laut. Sayangnya di Manta Bay nggak ketemu ikan pari manta, malah kena sengat ubur-ubur kecil — sedikit perih sih, tapi pengalaman unik ini malah jadi kenangan tersendiri di perjalanan. Yang lebih kaget lagi, kita ketemu sekelompok lumba-lumba yang loncat-loncat di dekat kapal. Rencana awal mau ke Bali Utara buat lihat lumba-lumba jadi batal, ini beneran hadiah tak terduga.
Perjalanan ke Nusa Penida ini — dari pemandangan indah di darat sampai dunia bawah laut yang ajaib — bikin kita bener-bener ngerasain keindahan alam Bali.
Panduan Liburan ke Pulau Penida
- 🏝️ Nusa Penida Panduan Wisata
- 🍽️ Nusa Penida Makan Sambil Menikmati Pemandangan
- 🤿 Nusa Penida Panduan Snorkeling
- 🏨 Nusa Penida Panduan Akomodasi
9 September: Petualangan Matahari Terbit Gunung Berapi & Hidangan Babi

(Dok. Zhang Jiawei)
Petualangan hari ini dimulai jam 2 pagi buat lihat matahari terbit di Gunung Batur. Kami dibungkus selimut tebal yang udah disediain, naik jeep yang jalannya berguncang-guncang, ditemani bintang-bintang yang berkilauan di langit malam. Pas matahari mulai naik pelan-pelan, pemandangan gunung berapi yang megah mulai keliatan jelas. Indah sama supir juga nggak lupa bantuin kami foto-foto romantis dengan latar bintang — momen ini jadi salah satu kenangan terindah sepanjang perjalanan.

(Dok. Zhang Jiawei)
Abis itu, kami nikmatin pemandian air panas alami di dekat gunung. Meskipun lalatnya banyak banget sampai bikin stres (serius kebanyakan, tempat ini nggak direkomendasiin), tapi sensasi relaksasi pas berendam di air panas tetep worth it buat dicoba. Makan siang kami nikmatin di restoran wisata lokal sambil lihat pemandangan gunung yang spektakuler — rasanya beda banget. Sebelum perjalanan selesai di malam hari, supir ngajak kami nyobain jajanan lokal — Siobak. Hidangan babi yang satu ini beneran bikin kaget enaknya, dan jadi bekal energi yang cukup buat petualangan selanjutnya!
Catatan: Siobak: Kuliner khas Bali dari Singaraja

Siobak adalah makanan khas dari Singaraja yang terbuat dari daging babi. Namanya berasal dari budaya Tionghoa (烧肉), dan merupakan perpaduan sempurna antara cita rasa lokal dan Tionghoa. Karena mayoritas penduduk setempat memeluk Hindu dan sapi dianggap suci, daging babi jadi pilihan yang populer.
Hidangan ini dibumbui dengan rempah-rempah, daging babinya direbus dengan suhu rendah buat ngilangin bau amis, lalu dicampur dengan cengkeh, bawang merah, bawang putih, dan bumbu lainnya — hasilnya rasa yang unik banget.
Baik di Singaraja maupun di beberapa restoran tertentu di Denpasar, kamu bisa nemuin makanan ini. Kalau ada kesempatan ke Bali, wajib coba Siobak yang punya cita rasa khas!
10 September: Air Terjun & Kebun Binatang Malam
Hari ini jadwalnya agak santai, kita berangkat agak siangan. Pertama-tama kita mampir ke Air Terjun Tegenungan — pemandangan alamnya bener-bener bikin speechless! Hijau di sekelilingnya dipadu aliran air yang deras, cocok banget. Siangnya kita cobain Nasi Babi Kriuk yang direkomendasiin sama supir sewaan. Meskipun tamunya kebanyakan turis asing, tapi makanannya tetap terasa lokal banget.

(Dok. Zhang Jiawei)
Sore harinya, kita ke Jaen Spa buat pijat relaksasi. Badan dan pikiran yang capek langsung pulih berkat tangan-tangan terampil para terapisnya. Abis itu, kita ikut acara Night Safari di Bali Safari Marine Park. Naik mobil kandang, kita bisa lihat langsung proses makan hewan malam dari dekat — seru, menegangkan, dan bikin pengalaman baru yang beda dari biasanya.
Night Safari di Bali recommended nggak sih?
Menurutku pribadi, night safari ini pengalaman yang oke banget! 👍 Bukan cuma dikurung di kandang liatin hewan, tapi ada juga pertunjukan api yang keren, bikin acara makin seru. Ditambah lagi, udah termasuk dinner buffet — meskipun lauknya nggak mewah-mewah banget, tapi rasanya enak kok. Overall, puas banget! 🌃
Kamu bisa bebas keluar-masuk restoran, nggak perlu khawatir ketinggalan pertunjukan: abis nonton, tinggal balik lagi buat lanjut makan sampai restoran tutup. Praktis banget. Kalau tertarik, night safari di sini emang worth it buat dicoba!
💰 Mau tahu referensi harga tiket tempat wisata lainnya? Daftar Harga Tiket Masuk Bali sudah merangkum referensi harga real-time dari 49 tempat populer, lengkap dengan link perbandingan harga Klook / Trip.com.
Hari itu kita nginep di Ubud Element by Westin, dan karena upgrade kamar, malamnya jadi super nyaman.

▶Cek ketersediaan kamar & harga Ubud Element by Westin Trip Booking
Lebih Banyak Seru-seruan di Ubud: Makan, Main, dan Nongkrong

Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Sawah terasering yang hijau, hutan yang tenang, dan tradisi yang kental bikin siapa pun betah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau rileks, baik itu menjelajahi budaya lokal, menikmati alam, atau nyobain aktivitas seru plus kuliner dengan pemandangan kece. Ubud pasti kasih pengalaman yang beda! Mau tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Rekomendasi Tempat Nginep di Ubud
- 【Rekomendasi Menginap di Ubud, Bali】30+ Pilihan Akomodasi Khas Ubud, Rasakan Petualangan Magis di Tengah Pemandangan Alam Bali!
- 【Rekomendasi Penginapan Ubud】Villa dengan Kolam Renang Pribadi di Ubud: Surga Tersembunyi, 20+ Villa Bali yang Bikin Tercengang
- 10 Rekomendasi Penginapan Yoga di Ubud, Bali: Perpaduan Kelas Yoga dan Relaksasi Jiwa yang Impian
- 18 Resor Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Kelompok ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Ubud untuk 3, 4, 5, 6+ Kamar, Cocok untuk Keluarga
9 September: Ritual Penyucian di Pura Tirta Empul & Pemandangan Sawah Terasering
Hari ini kita datang ke Tirta Empul, Pura Air Suci, dan ikut ritual pembersihan lokal. Ritual ini bikin kita ngerasain budaya dan atmosfer spiritual khas Bali yang unik banget. Pas air mengalir di tubuh, hati dan pikiran ikut tenang dan lega — rasanya kayak dapet energi baru.

(Dok. Zhang Jiawei)
Setelah ritual selesai, kita lanjut ke Luwak Coffee Plantation buat nyobain kopi luwak yang terkenal itu. Walaupun ini murni tur wisata, tapi seru juga sih — jadi makin paham soal kopi luwak.
Waktu makan siang, kita minta supir rekomendasi restoran, dan akhirnya nyobain Bebek Goreng Kriuk khas Bali. Rasanya enak banget, wajib coba! Setelah makan, kita istirahat sebentar buat ngisi tenaga sebelum lanjut jalan.
Malamnya, kita jalan sendiri ke Ubud Palace dan nonton pertunjukan tradisional. Buat kita yang suka nonton pertunjukan, ini benar-benar worth it — bikin kita makin ngerasain pesona budaya Bali. Seharian penuh ini seru dan menyenangkan, nambah banyak kenangan indah di perjalanan ini.

(Dok. Zhang Jiawei)
9 September: Kejutan Ultah Manis buat Pacar
Pagi-pagi, staf Ubud Element udah nyiapin kue ulang tahun spesial, sambil nyanyi lagu ultah pelan-pelan. Bikin kita dapet kejutan super hangat di pagi hari Bali. Pacarku tersenyum liat staf dan tamu yang hadir, ngerasain kehangatan dan ketulusan saat itu. Kejutan ultah kecil ini jadi kenangan indah yang nggak terlupakan, bikin perjalanan ini makin bermakna.
Setelah sarapan, kita istirahat sebentar, lalu lanjut lihat Tegalalang Rice Terrace. Tempatnya ditata rapi banget kayak lukisan. Walaupun turisnya banyak dan ada aturan nggak boleh bawa air minum masuk, tapi pemandangan sawah teraseringnya tetap jadi spot foto yang kece abis.
Selanjutnya kita menuju ke pura ikonik di Bali, Tanah Lot. Pura suci ini berdiri di atas batu karang di tengah laut, cuma bisa didekati pas air surut. Kita ikut arus pengunjung mendekat, angin laut berhembus pelan, ombak di kaki memecah lembut di bebatuan, percikan air ke mana-mana—pemandangan megah dan sakral ini bikin kita speechless. Meski turisnya lumayan banyak, aura mistis Tanah Lot tetap bikin kita merasa kagum. Kita sempat mendekat ke pura, menyentuh sedikit air suci, dan berdoa minta keselamatan serta berkah.
Malam harinya, kita kasih dia kejutan dinner ulang tahun spesial di Restoran Cuca. Tempatnya ada di Jimbaran, lampu lilin berkelap-kelip, pemandangan malamnya cantik banget. Kita pesen menu kreatif ala Tapas. Restorannya juga dengan manis nyiapin hadiah kecil buat ulang tahun—suasananya romantis dan hangat. Kita sengaja pesen satu paket menu namanya ‘Kesukaan Nicholas Tse’, pikirnya pasti keren… eh, yaudah, biar misteri aja deh (haha). Intinya, lo pasti ngerti gimana rasanya! Makan malam romantis ini jadi penutup sempurna buat ulang tahun pacar.
Menginap di VIVARA private pool Villas & Spa Retreats. Pas baru sampai, hotel kasih welcome drink juice shot dan handuk dingin—bikin seger banget. Naik golf cart diantar sampai pintu, pas masuk kita lihat kolam renang pribadi yang luas, dapur outdoor, dan area makan (minuman di kulkas gratis semua!). Kamarnya luas dan nyaman, ada kamar mandi outdoor dengan bathtub dan shower. Cuma sedikit kekurangannya, air panas kurang panas, sumbat bathtub agak longgar jadi air bocor, tapi overall tetap puas banget.








▶ Cek ketersediaan kamar & harga VIVARA private pool Villas & Spa Retreats Trip Booking
10 September: GWK Garuda Wisnu Kencana & Pertunjukan Tari Kecak

(Dok. Zhang Jiawei)
Perjalanan udah mau habis, tapi kejutannya masih ada. Pagi-pagi kita langsung menuju taman budaya GWK (Garuda Wisnu Kencana). Tempat ini terkenal bukan cuma karena patung Garuda raksasa, tapi juga pertunjukan tari tradisional Bali yang kaya. Di dalam taman, hampir tiap jam ada pertunjukan tari yang beda-beda, semuanya nunjukin keindahan budaya Bali. Kita nonton dua-tiga pertunjukan berturut-turut, sebelum tiap pertunjukan kita pakai ChatGPT buat foto dan terjemahin teks penjelasannya, jadi lumayan ngerti cerita mitologi di balik tariannya—bikin nonton makin seru.
Referensi cepat: 【Landmark Bali】Panduan Lengkap GWK Cultural Park: Patung Tertinggi di Dunia, Pertunjukan Tari Tradisional & Spot Foto Estetik
Siang harinya kita makan siang di Waroeng De Dusun yang direkomendasikan sopir sewaan. Resto ini menyajikan makanan Chinese-Indonesia yang enak dan terjangkau, beneran nggak mengecewakan, rasanya ringan dan bikin puas.
Sore harinya, kita lanjut ke Pura Uluwatu (Uluwatu Temple). Sepanjang jalan hati-hati sama monyetnya ya! Monyet di sini terkenal pintar dan licik, kapan aja bisa nyuri (atau ambil dengan cepat banget) kacamata hitam, topi, bahkan hand sanitizer! Aku lihat sendiri monyet ‘membuka’ barang bawaan orang, malah lahap makannya, sampai petugas harus ‘tebus’ pakai makanan. Makanya saran, barang berharga mending ditinggal di mobil aja biar nggak repot.

(Dok. Zhang Jiawei)
Menjelang senja, kita cari tempat duduk buat nonton Tarian Kecak Api (Kecak Fire Dance) yang udah terkenal itu. Pertunjukannya menggabungkan mitologi Bali dengan tarian tradisional, panggungnya setengah lingkaran bertingkat, penonton dikelilingi efek api yang bikin merinding. Sepanjang pertunjukan nggak pakai alat musik, cuma puluhan penari yang bersuara ‘kecak kecak’ dengan ritme rendah dan kuat, suara dari mulut ke mulut jadi latar yang memukau. Cara unik ini bikin kita benar-benar tenggelam. Di akhir pertunjukan, ada penonton yang tiba-tiba melamar kekasihnya di tengah suasana itu. Dengan sorotan api, kejutan lamaran ini menyatu dengan pertunjukan klasik, jadi momen seru di perjalanan ini.
Tarian Kecak itu pertunjukan apa? Apa yang spesial? Cek penjelasannya di sini
Hari ini penuh dengan tradisi, kejutan, dan nuansa budaya Bali yang kental.
Rekomendasi Tempat Makan & Main di Uluwatu

Uluwatu adalah salah satu kawasan paling populer di selatan Bali, terkenal dengan tebing-tebing spektakuler, pantai-pantai memesona, dan spot surfing yang kece abis. Suasananya romantis banget ala liburan tropis — tempat yang pas buat menikmati sunset dan bersantai. Kalau kamu juga mau nginep di Uluwatu, cek aja rekomendasi lengkap tempat makan, main, dan seru-seruan yang udah kami siapin biar liburanmu makin asik: 【Panduan Uluwatu】Rekomendasi Tempat Wisata, Makan, dan Seru-seruan di Uluwatu
Penginapan di Uluwatu
- Rekomendasi Penginapan Uluwatu: 15 Villa & Resort Pribadi dengan Pemandangan Laut yang Wajib Kamu Coba
- 18 Resort Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Grup ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Uluwatu (3-6+ Kamar) untuk Keluarga
11 September: Perpisahan yang berat
Pagi terakhir kita jalan-jalan santai di pantai kesayangan, menatap dalam-dalam garis pantai biru Bali. Laut biru dan langit cerah ini, berapa kali pun dilihat, tetap bikin hati meleleh. Kita tinggalkan barang, duduk di kursi pantai, sambil minum air kelapa dingin, memandang cakrawala, dan merenung dalam hati momen-momen selama beberapa hari ini. Setiap tempat wisata, setiap makanan enak, setiap tawa lepas, semuanya mengingatkan betapa berharganya perjalanan ini.
Di bandara, kita pamitan sama sopir sewaan, Dwik. Dia masih dengan senyum cerahnya, tulus bilang: ‘Semoga ketemu lagi, aku akan di sini menunggu jemput kalian.’ Ketulusan ini bikin kita hangat banget. Bantuan Dwik dan Indah sepanjang jalan, keramahan yang dalam itu, bikin perjalanan ini terasa luar biasa.
Saat pesawat mulai naik, kita melambai pamit ke Bali. Perjalanan ini bukan cuma soal kebahagiaan ulang tahun, tapi juga makin berkesan karena drama kecil di tengah jalan. Meskipun sempat ada masalah kehilangan koper, tapi yang lebih terasa adalah kehangatan orang-orang dan kejutan tak terduga. Di tengah tawa dan haru, kita jadi lebih belajar menghargai keindahan saat ini.

Keindahan Bali nggak cuma soal pemandangan alamnya yang spektakuler, tapi juga tentang orang-orang lokal yang pernah bantu kita dan bikin kita terharu, plus momen-momen kecil yang kita lewati bareng. Nggak sabar buat balik lagi ke tanah ini, memulai petualangan baru di birunya lautan yang nggak ada habisnya.
Catatan tambahan: Skill foto Dwik dan Indah juara banget, jepret asal aja udah kayak hasil karya profesional. Kita jadi hemat biaya fotografer, malah dapet banyak foto keren. Ini bener-bener bukti kalau perjalanan selalu punya kejutan manis!
Aktivitas Outdoor Populer di Bali
- Balon Udara Tinggi dengan Pemandangan Gunung Agung
- Aktivitas Air Lengkap di Pantai Nusa Dua
- Menyaksikan Matahari Terbit di Gunung Berapi dengan Trekking atau Jeep
- Snorkeling di Nusa Lembongan & Manta Bay
- 「Skywalk Ubud」Trekking di Punggung Bukit Campuhan Ridge Walk
- Jungle Cart Bali di Ubud
- Panduan Bali Reptile Park: Lihat Komodo & Ular Piton dari Dekat
- Pengalaman Interaktif di Bali Bird Park
- Super Populer: ATV + Arung Jeram (Termasuk Makan Siang)
- Paket Lengkap Naik Unta Romantis di Dua Pantai
【PENTING】Sesampainya di Bali: Dari Imigrasi Lancar sampai Drama Koper
Harus cerita nih, pas kita sampai di Bali awalnya semuanya keliatan mulus banget. Kita udah urus visa online dan bayar pajak turis sebelumnya, proses imigrasi ternyata cepat dan lancar. Kecuali sedikit hambatan 3-5 menit di bagian deklarasi kesehatan baru, secara keseluruhan simpel dan bikin tenang. Tapi, drama kecil pertama perjalanan mulai terjadi di area bagasi.
Waktu itu, kita sama kayak turis lain, nunggu koper dengan cemas. Hampir satu jam baru koper keluar pelan-pelan dari conveyor belt. Begitu lihat koperku, langsung ambil, sekilas keliatan normal, langsung cabut dari bandara. Siapa sangka pas sampai hotel, pas buka koper baru sadar resleting udah dijebol, gembok bea cukai juga rusak. Koin receh dan perhiasan emas kecil (bukan emas asli sih) di dalam ilang. Untungnya, dokumen penting dan kartu kredit masih ada, bikin sedikit lega, tapi tetep dapet pelajaran: barang berharga mending bawa di tangan!
Minta Bantuan dan Kebaikan: Dukungan Hangat dari Supir Dwik
Begitu tahu koper dibongkar, aku langsung hubungi kantor perwakilan Taiwan di Surabaya, maskapai darat bandara, dan customer service Vietjet. Tiga pihak saling lempar tanggung jawab, bikin kita capek banget. Kantor perwakilan nyaranin ke maskapai darat, maskapai darat nuduh customer service maskapai, muter-muter aja nggak dapet bantuan nyata.
Di saat kayak gini, supir sewaan kita, Dwik, nunjukin kebaikan dan kehangatan luar biasa. Begitu dengar cerita kita, dia minta maaf banget, bahkan ngerasa gagal jagain koper kita. Dwik inisiatif catat waktu kejadian dan siap bikin laporan polisi. Meskipun akhirnya kita milih nggak lapor polisi karena pertimbangan waktu, ketulusan dan tanggung jawab Dwik bikin kita terharu. Dia bahkan semalaman nggak tidur, terus diskusi sama supir lain dan hubungi perusahaan travel buat cari tahu apakah ada kasus serupa. Kita jadi ngerasa didukung dan dihangatkan di lingkungan asing.
(Sampai sekarang aku masih sangat berterima kasih atas bantuan besar dan kebaikan supir Dwik)
Rekomendasi Pelayanan Supir Dwik yang Penuh Perhatian

Sepanjang perjalanan ini, supir Dwik nggak cuma menunjukkan profesionalisme tingkat tinggi, tapi juga bikin kita merasa sangat diterima dengan antusiasme dan perhatiannya yang detail. Bahasa Inggrisnya lancar banget, bikin rencana perjalanan kita mulus tanpa hambatan, dan dia sering kasih info lokal yang seru, jadi makin banyak kenangan tak terlupakan selama trip.
Baik itu milih tempat wisata, restoran, atau ngatur spot foto kejutan buat kita, Dwik selalu kasih pelayanan kelas satu yang bikin kita merasa seperti di rumah sendiri. Kami sangat merekomendasikan dia buat semua yang berencana liburan mandiri ke Bali! Dia dan timnya nggak cuma supir, tapi lebih kayak teman yang nemenin kita, bikin seluruh perjalanan terasa hangat.
Kontak Dwik:
- LINE ID: kadek_dwi69
- WeChat ID: dwikbali
- WhatsApp / HP: +6287764430262
- Fanpage: I AM Dwik Bali Travel And Tour Service
- Email: dwingurah60@gmail.com
Di akhir perjalanan ini, yang kami rasakan bukan cuma keindahan alam Bali, tapi juga kehangatan dari Dwik dan warga lokal. Detail-detail kecil inilah yang membentuk kenangan indah di hati kami, dan bikin kami nggak sabar buat balik lagi ke pulau cantik ini suatu hari nanti buat petualangan baru.
Kamu pikir perjalanan Zhang Jiawei seru banget? Yuk, segera atur liburan mandiri ke Bali versi kamu sendiri! Jangan lupa kirim cerita perjalananmu ke grup ya!

Klik di sini buat lihat lebih banyak cerita seru dari Bali
Kamu juga pengen nulis cerita perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh lihat panduan 「Cara nulis cerita perjalanan Bali yang kece」, biar ceritamu makin keren!
Belum ada diskusi — jadilah yang pertama bertanya.