Pas liburan ke Bali, aku dan teman perjalanan pengin banget bikin kenangan yang lebih manis. Dari sekian banyak pilihan tur, kita akhirnya booking paket spesial — ‘Tur Sehari dengan Fotografer Profesional di Bali’. Paket ini nggak cuma kasih guide ke tempat-tempat wisata, tapi yang paling penting ada fotografer profesional yang ngikutin kita seharian, pakai kamera dan drone buat ngerekam setiap momen berharga. Buat kita yang pengin dapet foto kece tapi nggak mau ketinggalan pengalaman langsung, pengaturan kayak gini tuh perfect banget!

Persiapan Sebelum Berangkat
Beberapa hari sebelumnya di Bali, kita nginep di ‘Sheraton Bali Kuta Resort’. Lokasinya tuh juara banget! Turun lift langsung nyambung ke Beachwalk Shopping Center yang super seru buat jalan-jalan, ada banyak brand dan restoran, bikin kita betah banget. Lebih keren lagi, dari hotel tinggal nyebrang jalan langsung sampe Pantai Kuta, kita tiap hari belajar surfing di sini, ngerasain deburan ombak Samudra Hindia yang bikin nagih. Sore-sore dari kolam renang pinggir pantai kita bisa nikmatin sunset yang cantik banget. Malamnya jalan-jalan di jalanan yang rame, nyobain berbagai makanan lokal dan internasional. Kehidupan malam Kuta bikin kita ngerasain sisi muda dan energik dari Bali.
▶Link Booking Sheraton Bali Kuta Resort Trip Booking

Mau tau lebih banyak tips Kuta? Klik di sini
Sehari sebelum berangkat, kita dapet pesan konfirmasi dari Udin, fotografer sekaligus guide, lewat WhatsApp. Dia jelasin detail waktu jemput dan lokasi. Karena kita pilih paket tur sehari dengan fotografer profesional di Bali, yang udah termasuk jasa foto kamera dan drone, bikin kita makin nggak sabar nunggu petualangan ini.
Tur sehari fotografer Bali punya tiga pilihan rute: Bali Timur, Ubud dan Air Terjun, sama Bali Utara. Setelah diskusi sama teman perjalanan, kita pilih rute ‘Ubud dan Air Terjun’. Pilihan ini bikin kita bisa ngerasain tempat-tempat budaya paling ikonik di Bali plus keindahan alam yang ciamik.
Cek itinerary kita:
Tur Sehari dengan Fotografer Profesional di Bali
Perjalanan Dimulai - Jam 08:00 Berangkat dari Kuta
Jam delapan pagi, fotografer sekaligus guide kami, Udin, udah tepat waktu jemput di hotel Kuta. Fotografer profesional ini nggak cuma motretin kita, tapi juga jadi guide dan supir, bikin perjalanan jadi lebih praktis dan personal.
Mobil ninggalin Kuta, kita mulai perjalanan menuju Ubud. Pemandangan di sepanjang jalan perlahan berubah dari kota pantai jadi pedesaan yang asri, bikin kita makin semangat buat petualangan kali ini.
Pemberhentian Pertama: Monkey Forest Ubud
Sesampainya di Monkey Forest Ubud, fotografer langsung beliin tiket masuk — udah termasuk paket layanan. Begitu masuk hutan sakral ini, kita langsung terkesima sama hutan tropis yang rimbun dan patung-patung batu kuno.
Mau bandingin harga tiket tempat wisata lain? Cek aja Daftar Harga Tiket Masuk Bali — 49 tempat populer lengkap dengan link pemesanan Klook/Agoda/Trip.com.

Di sini, monyet-monyet nakal jadi bintang tamu paling oke di foto kita. Fotografer jago banget pakai kamera profesional buat ngambil momen-momen seru pas kita interaksi sama mereka. Bangunan pura kuno yang dikelilingi pepohonan hijau keliatan makin mistis, setiap sudut jadi latar foto yang sempurna. Kita di sini hampir satu jam.
Pemberhentian Kedua: Tegalalang Rice Terrace
Abis dari Monkey Forest, kita lanjut ke Tegalalang Rice Terrace yang terkenal. Fotografer lagi-lagi urusin tiket masuk, jadi kita bisa santai nikmatin keajaiban hijau ini.


Berdiri di platform pandang, sawah bertingkat-tingkat kayak tangga hijau yang menjulang sampai ke langit — pemandangannya bikin kita speechless. Fotografer manfaatin drone buat ngambil gambar dari berbagai ketinggian dan sudut, nunjukin keindahan sawah secara utuh. Kita juga jalan-jalan di antara sawah, biar fotografer ngabadikan ekspresi natural kita pas menikmati pemandangan alam yang keren ini.
Waktu Makan Siang
Di dekat Terasering Tegallalang, kami memilih restoran lokal untuk makan siang. Meskipun biaya makannya ditanggung sendiri, bisa menikmati masakan Bali pilihan sendiri sambil memandangi pemandangan terasering bikin momen ini terasa spesial banget. Fotografer juga memanfaatkan waktu ini untuk ngasih lihat hasil jepretan tadi.
Pemberhentian Ketiga: Air Terjun Tibumana
Setelah makan siang, kami lanjut ke pemberhentian terakhir hari ini - Air Terjun Tibumana (Tibumana Waterfall).
Tempat ini agak jauh dari Ubud, makanya justru bisa menikmati suasana sepi dengan pemandangan yang kece. Sempat tidur sebentar di mobil, kami sampai di parkiran. Tiket masuk semua spot sudah termasuk dalam paket, jadi tinggal ngikutin Udin aja. Sepanjang jalan setapak melewati hutan tropis yang rimbun, suara air terjun makin jelas terdengar. Air Terjun Tibumana bagaikan benang perak jatuh dari langit, memercik ke kolam air hijau kebiruan.


Di sini fotografer memaksimalkan drone untuk mengambil gambar air terjun dari atas, sambil juga mengabadikan berbagai pose kami di depan air terjun pakai kamera. Air kolam yang jernih memantulkan senyum bahagia kami, setiap foto penuh dengan energi yang hidup.

Mau tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Perjalanan Pulang - Kembali ke Kuta pukul 15:00
Jam tiga sore, kami mulai perjalanan pulang ke Kuta. Di dalam mobil, fotografer berbagi cerita lucu soal pemotretan: ‘Minggu lalu ada pasangan yang melamar di air terjun, cincinnya hampir dirampas monyet…’
Sepanjang perjalanan, fotografer nggak cuma profesional dalam mengabadikan setiap momen berharga kami, tapi juga dengan bahasa Inggris yang lancar menjelaskan sejarah dan latar budaya setiap spot. Bikin perjalanan ini bukan sekadar wisata biasa, tapi pengalaman budaya yang mendalam.
Hasil Jepretan yang Melimpah
Kali ini, tur satu hari di Bali dengan fotografer profesional yang ikut serta memberikan banyak konten foto yang kaya buat kita:
Konten yang difoto pakai kamera:
- Semua file foto asli dari kamera
- 30 file foto yang sudah diedit secara profesional
Konten yang diambil pakai drone:
- 10 file foto asli dari drone
- 2 file foto drone yang sudah diedit
- 5 file video asli dari drone
- 2 file video drone yang sudah diedit
- 1 file kompilasi video yang sudah diedit
📝 Catatan Penting: Buat Kamu yang Mau Daftar
- Jadwal padat tapi fleksibel — supir/guide/merangkap fotografer bakal atur waktu dan urutan foto sesuai cahaya dan cuaca hari itu.
- Semua tiket masuk udah termasuk dalam paket.
- Makan siang bayar sendiri, bebas pilih.
- Medan di area air terjun licin, disarankan bawa handuk, sepatu anti-slip, baju renang, dan ganti baju.
- Nggak ada paksaan belanja atau biaya tambahan.
Kesimpulan
Kali ini milih paket one day trip rute Ubud & Air Terjun bareng fotografer profesional di Bali bikin kita benar-benar ngerasain kekayaan budaya dan keindahan alam Bali. Dari Monkey Forest yang sakral sampai Tegalalang Rice Terrace yang megah, lalu ke Tibumana Waterfall yang sejuk — setiap spot ninggalin kenangan yang nggak terlupakan.
Layanan fotografer profesional bikin kita bisa total menikmati perjalanan tanpa pusing soal teknik foto. Gabungan kamera dan drone ngasih kita sudut pandang lengkap dari darat sampai udara — foto dan video berharga ini bakal jadi kenangan terindah dari liburan Bali kita.
Buat traveler yang pengin liburan seru di Bali dan pengin dokumentasi foto profesional, paket ini emang pilihan yang worth it banget. Perjalanan ‘main sambil difoto’ sehari ini, buat kita, bukan cuma soal foto cantik — tapi kayak bikin cerita di tengah pemandangan. Dan foto-foto lompat, lari, atau kena ‘serangan’ monyet itu mungkin bukan komposisi paling sempurna, tapi itulah kita yang paling tulus. 📷✨
Ikut trip kita:
One Day Tour di Bali Bareng Fotografer Profesional
Belum ada diskusi — jadilah yang pertama bertanya.