Tukad Badung Riverside, atau yang juga dikenal sebagai Tukad Badung Riverside, adalah salah satu proyek revitalisasi perkotaan paling sukses dari program “Kota Hijau, Ramah Warga” yang digagas Pemerintah Kota Denpasar, Bali. Dulu, saluran air sepanjang 1 km dan lebar 4 meter ini adalah selokan kotor dan bau. Tapi sejak 2020, lewat kerja sama Pemprov Bali, dinas kota, dan komunitas, tempat ini dibersihkan total, didesain ulang, dan disulap jadi ruang publik modern yang estetik dan fungsional.

Jalur setapak ini dijuluki “Taman Tukad Korea” karena desainnya terinspirasi dari Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan. Gak cuma meniru desain tepian sungai yang rapi dan tata lampu yang kece, tapi juga memadukan unsur budaya lokal. Hasilnya? Suasana unik yang memadukan estetika Timur dengan nuansa tropis yang bikin betah.
Seluruh kawasan ini mengusung tema “Estetika Malam”. Begitu matahari terbenam, lampu LED berjejer membentuk pita warna-warni di sepanjang sungai. Mulai dari jembatan, pagar, lampu hias, sampai latar air terjun, setiap sudutnya jadi spot foto yang Instagramable banget. Apalagi area air terjun utama dengan lampu lotus dan aliran air buatan yang pelan—dijamin fotonya langsung aesthetic tanpa perlu filter.
Gak cuma itu, di sepanjang sungai juga ditanami banyak bunga sakura liar dan tanaman tropis. Pas musim hujan dan mekar, jalan setapak ini berasa kayak taman alami. Siang hari cocok buat jalan-jalan santai sama keluarga, sementara sore dan malam hari jadi surganya pasangan dan pecinta fotografi.
Selain desainnya yang kece, Tukad Badung Riverside juga mengedepankan “partisipasi hidup”. Kamu bisa duduk di kursi bambu sambil nyemilin jagung bakar dan sate yang masih panas, ditemani es markisa dingin. Sambil itu, nikmatin pertunjukan musik gamelan atau lagu-lagu pop lokal dari seniman jalanan. Sering juga ada bazar kerajinan tangan dan pelukis jalanan yang bikin kamu ngerasain denyut kreativitas kota ini.

Akhir 2023 lalu, pemerintah setempat juga bikin “Pojok Edukasi Ekologi” di dekat jembatan Pasar Kumbasari. Di sini ada poster dan info tentang ekologi sungai serta konservasi air, jadi sambil santai kamu juga bisa belajar. Ke depannya, rencananya bakal dibangun panggung outdoor, area pertunjukan komunitas, dan kolam ekologi kecil buat nambah fungsi edukasi dan wisata.
Fasilitas di sini juga lengkap banget: toilet umum yang bersih, tempat sampah terpilah, papan petunjuk, hotspot Wi-Fi, dan pos P3K sederhana. Buat keluarga yang bawa anak kecil, tempat ini aman banget karena bebas kendaraan. Anak muda juga pada demen bikin video TikTok atau vlog pendek di depan dinding dekorasi dan sungai yang memantulkan cahaya.
Di sepanjang tepian sungai, ada Pasar Seni Kumbasari dan Pasar Badung yang jadi tempat terbaik buat eksplorasi kehidupan sehari-hari warga Denpasar. Di sini kamu bisa beli kerajinan tangan lokal, sesaji agama, rempah-rempah, kain, dan oleh-oleh. Pokoknya tempat yang pas buat ngerasain budaya Bali yang sesungguhnya.
Pengenalan Taman Tukad Korea:
Taman Tukad Korea bukan cuma soal estetika kota yang kece, tapi juga hasil kerja bareng antara warga dan pemerintah yang bikin Denpasar makin humanis, enak buat jalan-jalan dan ditinggali. Ruang publik kayak gini nggak cuma ningkatin kualitas hidup warga lokal, tapi juga bikin traveler sadar kalau Bali punya sisi lain selain pantai dan sinar matahari — yaitu tempat kota yang penuh budaya dan keramahan.
Lihat langsung dari Jie:
Soal transportasi juga gampang banget. Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, jaraknya sekitar 20 km, naik taksi langsung ke Pasar Badung. Dari pusat kota, Lapangan Puputan Margarana, jalan kaki cuma 5 menit.
Tukad Badung Riverside bukan cuma tempat yang cantik pas malam, tapi juga contoh sukses revitalisasi kota. Dulu tempat ini terbengkalai, sekarang jadi ruang publik yang dinikmati sama komunitas dan turis. Bikin kita lihat sisi lembut kota Denpasar yang beda.
FAQ yang Sering Ditanyakan:
- Apakah Tukad Badung Riverside gratis masuk? Iya, saat ini gratis untuk semua orang dan turis.
- Kapan waktu terbaik buat foto? Sore hari antara jam 17:30 sampai 18:30, efek cahayanya paling oke.
- Ada jualan makanan dan minuman? Ada, di sepanjang pinggir sungai ada banyak stan jual jajanan Bali dan jus segar.
- Gimana cara ke Tukad Badung? Dari bandara naik taksi sekitar 30 menit; dari pusat kota jalan kaki cuma beberapa menit.
- Cocok buat liburan keluarga? Banget, ada area air mancur khusus anak-anak, tapi disarankan orang tua tetap dampingi.
- Gimana rencanain jalan-jalan sehari di sekitar sini? Cek aja: 【Peta Panduan Denpasar】Ibu Kota Budaya Bali: Denpasar, Salah Satu 100 Kota Terbaik Dunia 2025