9 Panduan Wisata Bali Bulan September|Setelah Musim Ramai Berakhir, Bulan Ini Malah Lebih Seru!
Kalau kamu berencana ke Bali bulan September, jangan kira cuma ‘setelah musim ramai Juli-Agustus, jadi lebih sepi’ sesederhana itu.
Sebenarnya September adalah bulan yang menurutku cukup layak diperhatikan buat liburan.
Musim liburan Juli-Agustus mulai berakhir, jumlah turis mulai menurun, harga beberapa akomodasi dan aktivitas wisata juga berpotensi lebih ramah dibanding musim liburan; dari segi cuaca masih musim kemarau, secara keseluruhan cukup cocok buat rencana jalan-jalan outdoor.
Apalagi September punya beberapa pengalaman unik di Bali!
🔥 Tanggal 26 September, bisa lihat upacara tradisional ‘Perang Api’
Setiap tahun sekitar tanggal 26 September, di kawasan Tuban diadakan upacara tradisional Siat Geni.
Kegiatan ini berkaitan dengan tradisi dan ritual keagamaan Bali, pesertanya menggunakan sabut kelapa yang dibakar untuk melakukan upacara api yang spesial.
Kegiatan ini bukanlah destinasi populer di itinerary turis biasa, malah lebih dekat ke sisi budaya lokal Bali.
Kalau kamu kebetulan menginap di Kuta, Tuban, atau sekitar bandara akhir September, coba cek info resmi acara tahun itu.
🐟 September adalah Musim Populer untuk Mencari Mola Mola
Kalau kamu suka diving, September layak diperhatikan:
Mola Mola si ikan matahari raksasa!
Pada periode tertentu di musim kemarau, perairan sekitar Nusa Penida punya peluang besar bertemu Mola Mola raksasa.
September biasanya jadi bulan yang ramai diperhatikan para penyelam.
Tapi perlu diingat, melihat Mola Mola nggak 100% dijamin—kondisi laut, arus, suhu air, dan situasi hari itu semua memengaruhi kemungkinan melihatnya.
Dan ternyata air laut di sekitar Nusa Penida kadang lebih dingin dari yang kamu bayangkan.
👉 Kalau mau diving, saran sih ikuti rekomendasi dari pusat diving soal pemilihan wetsuit yang pas.
Panduan Liburan ke Pulau Penida
- 🏝️ Nusa Penida Panduan Wisata
- 🍽️ Nusa Penida Makan Sambil Menikmati Pemandangan
- 🤿 Nusa Penida Panduan Snorkeling
- 🏨 Nusa Penida Panduan Akomodasi
🌾 Mau lihat ‘sawah hijau nan luas’? Bulan September justru agak beruntung-beruntungan
Banyak orang kira kalau lihat sawah di Bali, pasti hijau super kayak di foto-foto internet.
Tapi September udah masuk akhir musim kemarau.
Sawah di berbagai daerah Bali ditanam, matang, dan dipanen di waktu yang beda-beda, jadi kamu bisa lihat dalam satu hari:
Di satu sisi sawah ijo royo-royo.
Di sisi lain udah selesai dipanen.
Bahkan lagi diolah lagi.
Jadi kalau kamu mau hunting foto ‘sawah hijau yang instagramable’ di Ubud, Tegallalang, dan sekitarnya, mending cek dulu kondisi terbaru lewat foto-foto terkini, jangan cuma percaya foto jadul dari beberapa tahun lalu.
Lebih Banyak Seru-seruan di Ubud: Makan, Main, dan Nongkrong

Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Sawah terasering yang hijau, hutan yang tenang, dan tradisi yang kental bikin siapa pun betah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau rileks, baik itu menjelajahi budaya lokal, menikmati alam, atau nyobain aktivitas seru plus kuliner dengan pemandangan kece. Ubud pasti kasih pengalaman yang beda! Mau tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Rekomendasi Tempat Nginep di Ubud
- 【Rekomendasi Menginap di Ubud, Bali】30+ Pilihan Akomodasi Khas Ubud, Rasakan Petualangan Magis di Tengah Pemandangan Alam Bali!
- 【Rekomendasi Penginapan Ubud】Villa dengan Kolam Renang Pribadi di Ubud: Surga Tersembunyi, 20+ Villa Bali yang Bikin Tercengang
- 10 Rekomendasi Penginapan Yoga di Ubud, Bali: Perpaduan Kelas Yoga dan Relaksasi Jiwa yang Impian
- 18 Resor Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Kelompok ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Ubud untuk 3, 4, 5, 6+ Kamar, Cocok untuk Keluarga
🌋 September cocok banget buat naik Gunung Batur lihat sunrise

Kalau kamu dari dulu pengen naik Gunung Batur, September adalah waktu yang pas.
Di akhir musim kemarau, jalur pendakian biasanya lebih kering, ditambah kondisi cuaca pagi hari yang sering mendukung untuk lihat matahari terbit.
Tapi ada satu hal yang wajib diingat:
Puncaknya bakal dingin banget!
Apalagi kalau berangkat subuh dan nunggu matahari terbit — suhu yang kamu rasain bisa jauh beda dari bayangan ‘Bali yang tropis’.
Bawa jaket tipis atau pakaian hangat, ya.
🌕 Saat bulan purnama, bisa nemu lebih banyak upacara adat
Bulan purnama di September (yang bertepatan dengan Festival Musim Gugur) juga patut diperhatikan.
Dalam budaya Hindu di Bali, bulan purnama memiliki makna religius yang penting. Jadi di pura, desa, dan tempat lainnya, kamu punya kesempatan lebih besar untuk melihat lebih banyak upacara, sesajen, serta penduduk lokal yang mengenakan pakaian adat ke pura.
Kalau kamu suka memotret budaya Bali, nggak ada salahnya memasukkan momen-momen seperti ini ke dalam rencana perjalanan.
Tapi ingat juga:
Ini adalah kehidupan religius masyarakat lokal, bukan pertunjukan untuk turis.
Saat berkunjung, jaga jarak, jangan ganggu jalannya upacara, dan jangan asal motret orang yang sedang menjalani ritual keagamaan.
✈️ Perubahan paling penting: Musim ramai Juli-Agustus sudah berakhir
Ini mungkin keuntungan terbesar dari bulan September.
Juli-Agustus adalah salah satu puncak musim turis tradisional di Bali, apalagi bertepatan dengan liburan musim panas Eropa-Amerika dan liburan sekolah. Tempat wisata populer, hotel, Beach Club, dan lalu lintas bisa jadi lebih padat.
Memasuki bulan September, musim ramai liburan musim panas mulai surut.
Ini bukan berarti Bali tiba-tiba jadi ‘sepi’. Tempat-tempat populer tetap ada turisnya, tapi ritme perjalanan secara keseluruhan biasanya terasa lebih nyaman dibanding Juli-Agustus.
Buat kamu yang nggak suka keramaian, September sebenarnya waktu yang cukup worth it buat dipertimbangkan.
Apalagi musim kemarau belum berakhir, kondisi cuaca biasanya masih oke buat rencana ke pantai, gunung berapi, diving, air terjun, dan aktivitas outdoor.
🌴 Jadi, September cocok nggak sih buat ke Bali?
Menurutku: sangat cocok, dan sering banget diremehkan.
Kalau kamu nggak harus liburan pas musim panas sekolah, September itu semacam ‘sweet spot’ buat menghindari peak season Juli-Agustus, tapi tetap bisa menikmati musim kemarau.
Pengunjung mulai berkurang.
Musim kemarau masih berlangsung.
Aktivitas outdoor tetap gampang diatur.
Harga akomodasi juga bisa lebih bersahabat dibanding musim ramai.
Ditambah lagi dengan Mola Mola, Gunung Batur, aktivitas budaya tradisional, dan lainnya — September sebenarnya punya banyak hal seru buat dinikmati.
Kalau kamu lagi mikir buat ke Bali bulan September, jangan cuma nganggep ini ‘musim sepi setelah peak season’ aja.
Bisa jadi ini malah salah satu momen paling nyaman buat liburan ke Bali sepanjang tahun. 🌴🇮🇩
Belum ada diskusi — jadilah yang pertama bertanya.