update: 26/05/2026
Kesimpulan Awal: Voltase di Bali itu 220V, colokannya tipe Eropa dua lubang bundar (Type C/F)—alat elektronik dari Indonesia butuh adaptor (bisa beli di supermarket lokal, sekitar Rp5.000–7.000), dan pastikan charger HP/kamera/laptop kamu support 220V (kebanyakan produk 3C udah kompatibel, tapi alat berdaya tinggi kayak hair dryer, catokan rambut harus dicek rentang voltasenya).
Standar voltase di Indonesia dan Bali adalah 220 volt (220V)—info penting banget buat kamu yang mau bawa alat elektronik. Sebelum packing, pastikan perangkat yang kamu bawa support voltase internasional 220V biar bisa dipakai normal di sana.
Selain voltase, bentuk colokan juga perlu diperhatikan. Colokan yang umum dipakai di Indonesia adalah tipe Eropa dua lubang bundar. Kalau kamu nggak punya adaptor yang sesuai, stopkontak di hotel mungkin nggak bisa dipake.

Sumber gambar: YouTube Xiaojie Indonesia
Kamu Butuh Adaptor Nggak?
Kamu bisa beli adaptor di supermarket lokal—di Indonesia disebut ‘Adaptor’ (baca: adaptor). Bisa juga tanya ke hotel apakah mereka nyediain, tapi nggak semua hotel punya. Mending beli sendiri di supermarket biar aman, harganya murah kok, sekitar Rp5.000–7.000 (USD$1).

Biasanya kamu butuh setidaknya satu adaptor, plus satu kabel ekstensi multi-colokan yang support 220V, biar semua alat elektronik yang kamu bawa bisa dipake di Indonesia dan Bali. Ingat, pas milih kabel ekstensi jangan asal murah—pilih yang keliatan dari merek terpercaya biar lebih aman pas dipake.
Cara Menyiapkan USB Charger?
USB charger (seperti kepala charger HP, tablet) yang wajib dibawa saat traveling ke luar negeri sekarang kebanyakan sudah mendukung “100V-240V wide voltage”. Tinggal cek aja input voltage yang tertera di charger, kalau ada 220V, langsung bisa dipakai di Bali tanpa perlu trafo tambahan. Sebelum berangkat, lihat tulisan kecil di charger, misalnya ada tulisan “Input: 100-240V” — itu artinya bisa dipakai di mana aja. Kalau cuma 110V, harus ganti.

Kalau kamu mau bawa kabel ekstensi multi-lubang kayak di gambar, pertama pastikan dulu apakah mendukung rentang 110~220V baru bisa dipakai. Kedua, perhatikan bentuk colokannya. Yang dijual di Taiwan biasanya colokan dua pipih kayak di gambar, kamu tetap butuh adaptor yang kita sebutin di atas biar bisa dipakai dengan aman di berbagai hotel/villa. Terakhir, kalau perangkatmu support fast charging PD atau QC, saran sih pilih charger berdaya tinggi yang sesuai, biar waktu ngecas jauh lebih cepet dan mengurangi kecemasan pas traveling!
Adaptor Universal “Kaki Kotak” Ini, Apakah Bisa Dipakai di Bali?

Baru-baru ini di grup ada traveler yang nanya: “Adaptor universal kayak gini bisa dipakai di Bali nggak? Katanya di internet harus colokan bulat semua?” Ternyata banyak banget netizen yang sharing pengalaman langsung, intinya setelah dirangkum sangat konsisten:
✔ Bisa dipakai, tapi seringkali “kurang stabil”
Kebanyakan traveler bilang:
- Bisa dicolok
- Sebagian besar hotel bisa ngecas normal
- Tapi colokannya gampang goyang, longgar
- Kalau terlalu berat, malah bisa jatuh
Soalnya di Indonesia (termasuk Bali) yang umum adalah stopkontak tipe Eropa Type C / Type F, dan banyak lubangnya berbentuk “cekung bulat”. Kalau adaptor universal kamu:
- Colokan kepalanya terlalu pendek
- Bagian belakang colokan bentuknya kotak
- Bodinya terlalu besar dan berat
jadi susah masuk sampai mentok, akhirnya kontaknya kurang kencang.
Trik para traveler senior: beli langsung di lokal aja 😆
Di diskusi kali ini, banyak banget netizen yang bilang:
「Di minimarket atau supermarket Indonesia udah ada yang jual, harganya murah banget」
Ukurannya kecil, super ringan, malah lebih stabil.
Di mana beli kabel ekstensi multi-lubang 220V?
Kalau kamu lagi cari kabel ekstensi multi-lubang yang support 220V, mungkin agak susah ditemukan di toko fisik, tapi di online banyak banget pilihannya. Banyak platform belanja online dan toko elektronik khusus di internet yang jual berbagai macam kabel ekstensi multi-lubang 220V / kabel ekstensi + USB multi-lubang… dan lainnya. Kamu bisa dengan mudah nemuin produk yang sesuai kebutuhan di platform-platform ini.
Boleh bawa hair dryer / catokan rambut sendiri?
Kebanyakan hotel udah nyediain hair dryer buat tamu, tapi ada juga beberapa hotel yang nggak nyediain.
Saran sebelum berangkat, coba hubungi hotel dulu buat nanya apakah mereka nyediain hair dryer. Kalau hotel nggak nyediain, atau kamu butuh pakai hair dryer model/brand tertentu, kamu perlu pertimbangin solusi yang udah disebut, misalnya beli hair dryer 220V lokal atau pakai trafo.
Kalau kamu bawa hair dryer sendiri, biasanya hair dryer yang dibeli di Taiwan cuma support 110V. Dipakai di Indonesia dan Bali bakal bermasalah, karena standar tegangan di sini 220V. Hair dryer 110V bukan cuma nggak bisa nyala normal, tapi juga bisa rusak karena tegangan nggak cocok.
Untuk kasus kayak gini, solusi paling aman dan praktis adalah beli hair dryer yang support 220V di lokal. Dengan gitu, kamu bisa pastiin hair dryer-nya bisa dipakai normal di Indonesia dan Bali, sekaligus hindari risiko rusak karena tegangan nggak cocok.

Rekomendasi Akomodasi Villa / Area Lain
- Rekomendasi Villa Keluarga / Villa Sewa Grup
- Panduan Lengkap Villa Pesawat Pribadi Bali (Private Jet Villa)
- 【Rekomendasi Villa Ubud】20+ Surga Pribadi Villa dengan Kolam Renang
- Renaissance Bali Uluwatu Resort|Sorotan Ramah Keluarga
- Alila Villas Uluwatu|10 Kolam Renang Tanpa Batas Terbaik Dunia ✧ Tempat Pernikahan Favorit Selebriti
- 【Family Villa】Rekomendasi Sewa Villa 3/4/5/6+ Kamar untuk Keluarga
- 【Villa Bambu】Jelajahi 10+ Treehouse & Villa Bambu di Ubud yang Dikelilingi Alam
- 【Rekomendasi Akomodasi Sanur】Koleksi 20+ Resort & Villa dari Mewah hingga Budget
Kalau kamu tetap pengen pakai hair dryer/cat rambut bawaan sendiri, kamu bisa coba pakai trafo atau converter. Trafo bisa mengubah tegangan 220V jadi 110V, tapi pastikan pakai trafo yang daya (Watt)-nya cukup dan sesuai standar keamanan, biar nggak merusak alat elektronik atau malah bahaya buat diri sendiri.
Buat traveler yang mau ke Indonesia dan Bali, info soal tegangan dan colokan listrik ini penting banget. Hindari pakai charger murahan yang nggak jelas asal-usulnya, karena di tegangan 220V barang murahan gampang panas dan berisiko bahaya. Siapin adaptor dan kabel ekstensi yang sesuai biar alat elektronik kamu bisa dipakai normal, jadi kamu bisa nikmatin liburan tanpa pusing mikirin masalah kompatibilitas listrik!
Di supermarket Indonesia/Bali, apa lagi yang perlu dibeli?
Cek videonya Jie
Belum ada diskusi — jadilah yang pertama bertanya.