Kesimpulannya:Bali itu sebagian toilet umum dan restoran nggak nyediain tisu toilet. Orang lokal biasa pakai “bum gun” (semprotan air) buat bersihin (katanya lebih higienis daripada dilap). Kalau kamu nggak nyaman, bawain tisu sendiri. Oh iya, sistem air di sana nggak bisa olah tisu, jadi abis pakai buang ke tempat sampah, jangan ke kloset.
Bali itu destinasi yang penuh kejutan dan seru banget, tapi buat sebagian turis, kebiasaan lokal soal kebersihan bisa bikin bingung. Salah satu yang paling bikin orang Taiwan nggak terima adalah alat bersihin pantat setelah BAB — namanya “bum gun”.

Pesan dan hemat di sini:
➡️Cari akomodasi di Bali di sini⬅️
➡️Lebih banyak promo Bali klik di sini⬅️
Bukan berarti Bali nggak punya tisu atau tissue toilet — cuma pas kamu butuh, bisa aja nggak nemu. Soalnya di negara-negara Asia Tenggara, mereka biasa pakai alat yang disebut “bum gun”, sambil disemprot air dan “dibersihin pakai tangan”.
Buat banyak orang, cara bersihin kayak gini mungkin bikin kaget dan nggak kebayang. Tapi faktanya, cara ini lebih bersih dan higienis daripada pakai tisu. Banyak penelitian bilang, cuci pakai air lebih efektif ngilangin sisa kotoran, sekaligus kurangi risiko iritasi atau infeksi kulit.
Sebagian toilet umum dan restoran di Bali emang nggak nyediain tisu toilet. Kalau kamu nggak bisa pakai “bum gun”, mending bawa tisu sendiri.
Selain itu, sistem air limbah di Bali nggak bisa olah tisu toilet atau tisu basah. Jadi abis pakai, buang ke tempat sampah yang udah disediain.
Nemu budaya dan kebiasaan yang beda pas traveling itu pengalaman berharga. Meski budaya “bum gun” mungkin terasa aneh dan asing, tapi kalau kamu mau nerima dan hormati adat setempat, perjalananmu bakal makin seru dan berkesan.