【Keamanan Wisata di Bali】Belanja di Bali Malah Digigit Anjing? Panduan Bertahan Hidup & Berobat ala Turis China yang Kena Rabies

✏️ 編輯文章

【Keamanan Wisata di Bali】Belanja di Bali Malah Digigit Anjing? Panduan Bertahan Hidup & Berobat ala Turis China yang Kena Rabies
💡 Jawaban Singkat

Kepadatan anjing liar di Bali sangat tinggi dan merupakan daerah endemis rabies.

Jujur sih, setiap kali ke Bali, lihat anjing-anjing di pinggir jalan rasanya campur aduk antara gemas dan waswas. Kejadian terbaru di Bangli ini jadi pengingat lagi, jangan sembarangan deketin anjing liar di jalanan.

Begini Kronologinya

Tanggal 13 Juli sekitar jam 4 sore, seorang turis China berusia 30 tahun, Li Qiujun, selesai belanja di supermarket Kelurahan Kawan, Bangli. Pas mau balik ke Ubud ketemu tour guidenya, tiba-tiba digigit anjing putih di paha kanan. Tadinya dia cuma mau pulang ke Ubud naik mobil setelah belanja di supermarket seberang RS Bangli, nggak nyangka bakal kena musibah begini.

Yang bikin tambah deg-degan, anjing itu sebelum menggigit dia ternyata udah nyerang warga lokal bernama Ni Ketut Suciasih di dekat rumahnya sebelah utara Rutan Bangli. Artinya, anjing itu dalam sehari udah gigit dua orang.

Setelah Digigit, Tapi Proses Berobatnya Tersendat

Li Qiujun baru ke dokter sekitar tiga jam setelah digigit. RS Bangli cuma bisa bersihin luka dan balut tekan darurat. Masalahnya — RS itu sendiri nggak punya stok vaksin rabies (VAR), cuma bisa nyaranin dia ke klinik atau puskesmas buat vaksin. Dia masuk RS jam 7 malam, kurang dari setengah jam udah keluar lagi, artinya yang bisa dilakukan RS cuma penanganan luka dasar.

Untungnya, Li Qiujun akhirnya bisa vaksin di sebuah klinik di Ubud. Korban lainnya, Suciasih, juga udah vaksin di puskesmas setempat.

Nasib Anjing Itu

Dinas peternakan dan kesehatan hewan setempat mengatakan, anjing agresif itu sudah dibunuh oleh warga, dan sampel otaknya sudah dikirim untuk diperiksa. Hasilnya baru keluar dua minggu lagi, baru saat itu bisa dipastikan apakah dua korban benar-benar tertular rabies. Yang agak aneh, petugas bilang sehari sebelum menggigit, anjing itu tidak menunjukkan gejala aneh sama sekali. Baru keesokan harinya tiba-tiba berubah perilaku dan mulai menyerang orang.

raw-image

Pengingat buat yang mau liburan ke Bali

Jujur aja, jumlah anjing liar di Bali lumayan banyak, apalagi di daerah pedesaan atau sekitar pasar. Rabies kalau sudah kambuh hampir nggak ada obatnya, masa inkubasinya bisa pendek bisa panjang, jadi jangan pernah coba-coba berharap beruntung. Kalau kamu liburan ke Bali, saran sih jaga jarak aja, jangan sembarangan mengelus anjing di pinggir jalan. Kalau sampai digigit atau dicakar, langsung cuci lukanya, cari pertolongan medis secepatnya, dan tanya di mana bisa dapat vaksin rabies — soalnya kayak kejadian ini, nggak semua rumah sakit punya stok. Lebih baik tahu dari sekarang klinik atau puskesmas terdekat yang punya vaksin, pas darurat bisa hemat banyak waktu.

Referensi cepat: Kengerian Liburan di Bali|Wisatawan Taiwan Digigit Anjing, Biaya Medis Vaksin Rabies Tembus 18 Juta Rupiah!

Referensi cepat: Cara menyelamatkan diri? Kawasan Wisata Bali Perketat Pencegahan Rabies

🗺️ 峇里島行程規劃工具

告訴我你的旅行風格,立即獲得個人化分區攻略與景點推薦

開始規劃我的行程 →
💬 Ikut Diskusi Diskusi di Forum →
  • Memuat⋯