Ringkasan Penting: Rute perjalanan 4 hari di Ubud adalah Menginap di Japa Suites & Villa (villa dengan kolam renang pribadi) → Monkey Forest → Pasar Tradisional Ubud & Pasar Indoor → Alas Harum (Ayunan Hutan + Pabrik Kopi). Catatan khusus: Monyet di Monkey Forest suka merebut anting-anting atau perhiasan berkilau lainnya. Saya sendiri pernah melihat monyet merobek anting dari telinga turis lalu kabur. Jadi, simpan baik-baik perhiasan berhargamu.
Video dari YouTuber keturunan Tionghoa Indonesia [TwoSis Gadis Khatulistiwa] ini memperkenalkan pengalaman liburan dan rekomendasi tempat di Ubud, Bali.
Dia pertama-tama memperkenalkan hotel tempat menginap, sebuah villa tersembunyi namun penuh gaya, dilengkapi kolam renang pribadi, kamar dan kamar mandi yang luas, serta pelayanan yang ramah dan perhatian. Selanjutnya, mereka pergi ke Monkey Forest untuk melihat kawanan monyet liar yang lucu dan berbagi beberapa tips penting. Setelah itu, mereka mengunjungi Pasar Tradisional Ubud dan pasar indoor yang baru. Dia juga merekomendasikan untuk mencoba pengalaman di kawasan Alas Harum, yang menawarkan berbagai aktivitas seru seperti ayunan hutan dan tur pabrik kopi.

Akomodasi

Japa Suites & Villa tempat mereka menginap tersembunyi di dalam gang kecil, tampilannya sederhana dan bersahaja, namun tetap memancarkan keanggunan khas villa Asia Tenggara. Di pintu masuk gang, ada petugas yang menjaga keamanan. Begitu masuk ke area villa, mata langsung disambut oleh taman tengah yang luas, dengan tanaman hijau subur yang kontras dengan dinding putih dan atap genteng kuning. Staf menyambut mereka dengan hangat, lalu mengantar ke kamar villa. Ukuran kamar villa tidak terlalu besar, tapi setiap sudutnya menunjukkan desain yang detail dan penuh perhatian. Lantai pertama memiliki dua kamar single dengan gaya minimalis modern, lantai kayu terang dipadukan dinding putih, menciptakan suasana segar dan nyaman. Lantai dua adalah kamar dengan tempat tidur besar, lantainya menggunakan ubin warna hangat, sementara dindingnya bernuansa cokelat tua yang memberi kesan mewah sederhana.
Yang paling menarik perhatian mereka adalah area kamar mandi. Area basah dan kering terpisah sempurna. Area kering dilengkapi lemari cermin dua sisi dan dua wastafel, sementara area basah memiliki pancuran terbuka dan bak mandi super besar. Dinding mozaik putih dan lantai granit hitam memberikan kesan sangat modern.
Di dalam villa terdapat kolam renang outdoor pribadi kecil, dilengkapi meja dan kursi outdoor serta payung besar. Ini adalah ruang yang sangat independen dan privat. Meskipun berdekatan dengan villa lain, dinding tinggi dan tanaman hijau menghalangi pandangan, menciptakan dunia tersendiri yang seperti surga tersembunyi. Di pagi hari, mereka paling suka bersantai di tepi kolam, menikmati sinar matahari musim panas dan hembusan angin sepoi-sepoi, benar-benar nyaman banget.
Pesan Japa Suites & Villa Trip Booking
Monkey Forest (Hutan Monyet)
Terletak di jantung pusat kota Ubud, Monkey Forest adalah destinasi populer yang memadukan kawanan monyet liar dengan budaya pura Hindu. Setelah melewati gang-gang kecil yang berliku, kamu akan disambut hamparan rindangnya pepohonan hijau. Beberapa pohon raksasa membentuk lorong alami yang teduh, sementara di kedua sisinya ditumbuhi berbagai vegetasi tropis, menciptakan oasis hijau yang asri. Begitu masuk melalui tangga di pintu masuk, kamu langsung bisa melihat beberapa monyet liar bergelantungan dan bermain di atas pohon.
Monyet-monyet ini ukurannya tidak terlalu besar, dengan bulu panjang hitam atau cokelat. Gerakan mereka lincah dan super gesit, tingkahnya kadang sulit ditebak, bikin kamu betah ngelihatin mereka. Yang paling seru, lihat induk monyet yang mondar-mandir bawa bayi mereka. Bayi monyet ada yang nempel di punggung ibunya, ada juga yang nyelip dari perut — gemesin banget! Kadang-kadang mereka juga berguling-guling berebutan di dahan, kayaknya lagi scramble for food, seru banget.
Selama jalan-jalan, kamu juga bakal lihat sendiri kecerdasan dan kelicikan monyet-monyet ini. Suatu saat, seekor monyet hitam tiba-tiba melompat dari pohon, mendarat tepat di tubuh seorang turis, lalu dengan sigap merampas anting-anting mahal dari telinganya, dan kabur. Keliatan banget kalau monyet-monyet ini ‘tertarik’ banget sama perhiasan yang mengkilap — jadi ingetin kamu buat selalu waspada.
Selain kawanan monyet yang lucu, di dalam hutan ini juga ada Pura Sakaran Hindu, yang di dalamnya menyimpan berbagai patung batu ukiran tangan yang unik banget. Kalau kamu jalan terus ke dalam lewat jalur setapak, kamu juga bakal nemu kolam kecil dan air mancur, di tepinya ada pohon besar yang rindang — suasananya adem dan damai. Monkey Forest memang kecil, tapi punya kekayaan alam dan budaya religi khas Ubud, worth it buat dinikmati pelan-pelan.
Tur Monkey Forest Ubud & Air Terjun Hidden Gem (termasuk jasa foto profesional)
💰 Mau tahu referensi harga tiket tempat wisata lainnya? Daftar Harga Tiket Masuk Bali udah ngerangkum 49 referensi harga real-time tempat populer, lengkap dengan link perbandingan harga Klook/Trip.com.
Pasar Tradisional & Pasar Baru Ubud (Ubud Traditional & New Market)
Setelah menjauh dari Monkey Forest yang tenang, mereka langsung jalan kaki ke Pasar Tradisional Ubud. Ini pasar tradisional legendaris yang jual bahan makanan segar lokal dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Di pintu masuk, ada lorong panjang dengan kios di kedua sisi yang jual baju, kerajinan tangan, dan oleh-oleh. Begitu masuk ke dalam, kamu bakal lihat banyak warung makan dan lapak sayur yang jual bahan segar kayak buah, sayur, seafood, daging. Tapi karena pasar ini cukup luas dan agak tua, sinar matahari dari luar langsung menyengat, bikin suasana agak gerah. Makanya, di dekat situ dibangun pasar baru buat akomodasi wisatawan yang pengen belanja dengan suasana lebih nyaman. Pasar baru ini sepenuhnya tertutup, ruangannya terang dan ventilasinya bagus, lapaknya dibagi berdasarkan tema kayak area baju, dekorasi rumah, kerajinan tangan, dan lain-lain. Jalan-jalan di sini suasananya cerah dan santai, bikin betah.
Di pasar baru, mereka nemuin beberapa kerajinan tangan yang unik dan fungsional, misalnya keranjang buah anyaman yang dibentuk dengan pola-pola keren, bikin penasaran. Juga lihat banyak ukiran kayu bertema surfing, ukiran batok kelapa, dan hiasan kain batik yang cantik banget, modelnya nggak ada habisnya, nuansa eksotis banget. Harganya emang sedikit lebih mahal dibanding pasar lama di luar, tapi menurut mereka kualitas kerajinannya lebih halus, jadi worth it buat dibeli.
Baca juga: Bingung mau jalan-jalan di Ubud? Cek panduan peta pusat kota Ubud kita
Serayu Pottery — Kelas Keramik
Setelah puas dari pasar, mereka lanjut ke tempat terkenal lain di Ubud, Serayu Pottery. Tempat ini fokus ke aktivitas DIY kayak bikin keramik dan melukis gerabah, suasananya adem dan asri.

Pas masuk area, langsung keliatan pohon-pohon rindang dan pot-pot keramik yang tersusun rapi, bikin suasana kayak surga tersembunyi. Di samping ruang kelas ada galeri yang pajang hasil karya peserta yang dilukis dengan cantik, jadi contoh referensi. Sebelum mulai, stafnya jelasin detail tentang sifat tanah liat dan tips bikin keramik, dari ngulen sampai bentuk, semuanya harus teliti. Abis itu, waktunya praktik. Mereka pilih pot keramik polos buat dilukis, gurunya demo berbagai teknik dekorasi kayak glasir tetes, gradasi warna, gambar pola, seru banget. Selama melukis, instrukturnya juga cerita sejarah panjang seni keramik dan makna artistiknya, bikin mereka makin paham. Setelah kelas selesai, hasil karya peserta harus dibakar dengan suhu tinggi dulu biar jadi permanen.
Stafnya bakal kirim hasil karya beberapa minggu kemudian, jadi kamu bisa terus ingat pengalaman seru bikin keramik ini.
Ikut Kelas Bikin Keramik
Tempat Wisata Alas Harum
Yang jadi highlight perjalanan kali ini adalah mengunjungi tempat wisata Alas Harum. Di sini ada berbagai macam gaya arsitektur tradisional Bali, fasilitas seru ala tropis, dan pengalaman membuat kopi — pokoknya taman hiburan yang jarang banget ditemuin. Begitu masuk, kamu bakal lihat pintu gerbang kayu ukir khas Bali, dengan hiasan altar dan patung raksasa yang megah banget, kayak lagi masuk ke istana. Setelah melewati gerbang, pemandangan taman bergaya arsitektur Bali langsung menyambut, suasananya santai dan adem banget. Taman ini terbagi jadi beberapa zona tematik:
-
Zona Petualangan: Di sini ada berbagai fasilitas interaktif untuk keluarga. Yang paling menarik perhatian adalah ayunan raksasa outdoor yang katanya terbesar di dunia, tingginya hampir 9 meter. Selain itu, ada juga flying fox, tali tambang berbentuk V, dan berbagai wahana seru lainnya — dijamin bikin deg-degan!
-
Zona Kolam Renang: Terdiri dari kolam renang semi-terbuka yang besar, lengkap dengan kursi santai di tepinya — cocok banget buat main air dan melepas panas. Di samping kolam ada bar air besar yang menyediakan aneka minuman dan buah tropis.
-
Zona Pameran & Kelas: Ada area yang khusus menampilkan proses pembuatan kopi lokal. Pengunjung bisa lihat langsung dan mencicipi kopi luwak asli. Stafnya bakal jelasin dari proses panen, roasting, sampai penyeduhan — seru dan informatif. Di area lain ada workshop kerajinan tangan, seperti anyaman bambu, ukiran kayu, dan melukis — bisa dicoba langsung sama seniman lokal.
-
Zona Pertunjukan: Di dalam taman juga ada panggung pertunjukan dengan tema berbeda, seperti tari tradisional dan musik perkusi. Setiap hari ada jadwal pertunjukan yang bisa kamu nikmati.
Alas Harum benar-benar menggabungkan budaya tradisional dengan hiburan modern. Pengalamannya beragam dan seru banget, bikin betah berlama-lama.
Waktu Santai
Setelah empat hari penuh jalan-jalan, mereka biasanya menyempatkan waktu santai buat istirahat. Villa-nya sendiri sudah jadi daya tarik utama — berenang di kolam, atau rebahan di kursi goyang outdoor sambil menikmati sinar matahari dan angin sepoi-sepoi, itu sudah cukup jadi kenikmatan tersendiri. Kadang mereka jalan kaki ke lingkungan sekitar, merasakan ritme slow living khas Ubud, lalu mampir ke restoran butik buat makan — menikmati kemewahan dalam kesederhanaan.
Mereka juga menyarankan kalau di Ubud mending nginep 4 hari aja, setiap hari cukup explore satu tempat wisata, jangan buru-buru. Nikmatin aja suasana kota kecil yang tenang dan adem ini, hayati ritme hidup santai ala Ubud.
Lihat Video Pengenalan
Ikut Tur Sehari di Ubud
Kalau kamu mau kenal Ubud dalam waktu singkat, cara terbaiknya adalah ikut tur sehari yang udah dipilihkan oleh penyedia lokal. Dijamin dapet pengalaman budaya yang lebih dalam.
🛕🐒🌿 Tur sehari di Ubud, explore spot-spot hits di IG, nikmatin pemandangan alam yang super keren, cobain kuliner lokal dan kopi luwak ☕📸, perpaduan sempurna antara budaya dan alam ▶Pilih 50+ Paket di Klook
Lebih Banyak Seru-seruan di Ubud: Makan, Main, dan Nongkrong

Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Sawah terasering yang hijau, hutan yang tenang, dan tradisi yang kental bikin siapa pun betah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau rileks, baik itu menjelajahi budaya lokal, menikmati alam, atau nyobain aktivitas seru plus kuliner dengan pemandangan kece. Ubud pasti kasih pengalaman yang beda! Mau tahu lebih banyak tips Ubud? Klik di sini
Rekomendasi Tempat Nginep di Ubud
- 【Rekomendasi Menginap di Ubud, Bali】30+ Pilihan Akomodasi Khas Ubud, Rasakan Petualangan Magis di Tengah Pemandangan Alam Bali!
- 【Rekomendasi Penginapan Ubud】Villa dengan Kolam Renang Pribadi di Ubud: Surga Tersembunyi, 20+ Villa Bali yang Bikin Tercengang
- 10 Rekomendasi Penginapan Yoga di Ubud, Bali: Perpaduan Kelas Yoga dan Relaksasi Jiwa yang Impian
- 18 Resor Keluarga dengan Kids Club di Bali|Pilihan Terbaik untuk Liburan Keluarga di Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, dan Ubud
- Liburan Kelompok ke Bali: Rekomendasi Villa Sewa Utuh di Ubud untuk 3, 4, 5, 6+ Kamar, Cocok untuk Keluarga
Belum ada diskusi — jadilah yang pertama bertanya.