
Terimbas lonjakan harga minyak dunia, Kementerian Perhubungan Udara sudah mengumumkan bahwa mulai 7 April 2026, sebagian rute dari Taiwan (China Airlines, EVA Air, Starlux) akan mengalami kenaikan biaya tambahan bahan bakar penumpang hingga 157%. Dampaknya paling terasa buat traveler yang rencana terbang jarak jauh.
Berapa sih kenaikan rute Bali dan Jakarta?
✈️ Taipei → Bali, masuk kategori rute apa?
Kesimpulan dulu ya 👇
👉 Penerbangan langsung Taipei ke Bali (Taipei → Bali) biasanya termasuk ‘rute regional’, bukan jarak jauh. Maskapai biasanya membedakannya seperti ini:
🟢 Rute Regional (Short / Regional Haul)
Waktu terbang: sekitar 4–6 jam Destinasi: Dalam Asia (Asia Tenggara, Asia Timur) Contoh: Taipei → Bali Taipei → Bangkok Taipei → Singapura 👉 Penerbangan ke Bali sekitar 5 jam, masuk banget dalam kategori ini
🔴 Rute Jarak Jauh (Long Haul)
Waktu terbang: biasanya 8 jam lebih Rute: Eropa, Amerika, Australia Contoh: Taipei → Los Angeles Taipei → Paris
Berdasarkan tarif baru, biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan ke Bali (termasuk rute regional) naik dari USD$18 per orang menjadi USD$45 per orang. Sekali jalan aja udah lebih mahal hampir USD$28. Kalau pulang-pergi, biaya tiket per orang naik sekitar USD$56. Kalau liburan keluarga berempat, biaya tambahannya aja bisa tembus USD$224 — setara dengan satu sampai dua malam nginep di villa keluarga. Itu belum termasuk kemungkinan kenaikan harga tiket dasarnya.
Gimana Cara Ngatasinnya?
Makin mahalnya tiket ke Bali atau Jakarta, para traveler udah punya 3 jurus jitu buat bikin dompet tetap aman:

Jurus 1: Manfaatin “Transit di Luar”, Hindarin Tiket Direct yang Mahal
Nggak harus selalu ambil penerbangan langsung yang mahal ke Bali. Kamu bisa naik maskapai low-cost atau full-service dulu ke hub regional kayak Hong Kong, Bangkok, Kuala Lumpur, atau Singapura, baru lanjut ke Bali atau kota lain di Indonesia.
· Cara hemat: Beli tiket terpisah per segmen biasanya lebih murah daripada tiket direct, apalagi sekarang biaya bahan bakar rute jarak jauh lagi gila-gilaan. · Bonus: Bisa hemat USD$32 sampai USD$645, plus mampir bentar di kota transit — dua destinasi sekali jalan!
Jurus 2: Pinter-pinter Pilih “Maskapai Low-Cost”
Nggak semua maskapai narik biaya tambahan bahan bakar yang sama. Banyak maskapai low-cost punya struktur biaya beda, bahkan ada yang nggak narik biaya tambahan sama sekali.
· Tips: Dari Taiwan ke Bali, kamu bisa naik maskapai kayak Tigerair Taiwan yang nggak narik biaya tambahan bahan bakar ke Makau, Bangkok, atau Singapura, lalu sambung ke Bali pake AirAsia (biasanya biaya tambahan udah termasuk di harga tiket, jadi totalnya bisa lebih kompetitif). · Penting: Jangan lupa jumlahin semua harga tiket per segmen, biaya bagasi, dan biaya pilih kursi biar tahu beneran hemat atau nggak.
Tips Ketiga: Manfaatkan Masa Emas Pembelian Tiket dan Pakai Promo Kartu Kredit
Kenaikan harga ini berlaku berdasarkan tanggal pembelian tiket (mulai 7 April pukul 00.00). Kalau kamu sudah beli tiket sebelum batas waktu itu, meskipun tanggal keberangkatan beberapa bulan lagi pas liburan atau long weekend, kamu tetap dapat biaya tambahan lama yang lebih murah.
· Solusi: Kalau udah kelewatan, pantau terus promo perjalanan dari kartu kredit, misalnya: antar-jemput bandara, akses lounge, atau kode diskon dan cashback dari platform travel tertentu. Lumayan buat nutupin kenaikan harga.
👇 Tiket Diskon Ala Traveler Bali👇
Kesimpulan dari Ahli:
Biaya ke Pulau Surga naik sedikit, tapi masih dalam batas wajar. Asal kamu pinter pakai strategi transit di luar negeri, campur maskapai murah, dan rajin bandingin harga, kamu masih bisa jaga budget buat petualangan ke Bali atau Indonesia lainnya.