Pemerintah Bali baru-baru ini resmi mengaktifkan Pusat Sistem Peringatan dan Respons Tsunami (InaTEWS) yang baru. Proyek besar ini merupakan bagian dari program nasional Indonesia ‘Rencana Pembangunan Ketahanan Bencana’, yang dipimpin oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG), serta didukung oleh Bank Dunia.

Pusat peringatan baru ini berlokasi di Bali, tidak hanya bisa memantau gempa bumi dan tsunami secara real-time, tetapi juga akan berfungsi sebagai pos cadangan pusat komando Jakarta. Jika terjadi bencana besar, informasi bisa segera disebarkan dan tindakan respons bisa dimulai dengan cepat.
Dalam upacara peresmian sistem, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyatakan bahwa sistem peringatan baru ini tidak hanya meningkatkan kecepatan respons pemerintah, tetapi juga membuat penduduk lokal dan wisatawan asing merasa lebih aman. Ia menekankan: ‘Semoga pusat ini bisa membawa lebih banyak keamanan dan ketenangan bagi warga Bali.‘
Pembangunan Infrastruktur Bencana Tidak Berhenti di Sini, Akan Ada Lebih Banyak Pusat Komando di Daerah
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia, Letnan Jenderal Suharyanto, menunjukkan bahwa pembangunan pusat ini hanyalah awal. Ke depannya, akan dibangun pos komando tingkat daerah di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota untuk memastikan jaringan penanggulangan bencana nasional semakin lengkap.
Bali Berada di Cincin Api Pasifik, Risiko Tidak Bisa Diabaikan
Bali terletak di ‘Cincin Api Pasifik’, risiko gempa bumi dan tsunami selalu ada. Sejak tahun 2023, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali Made Rentin sudah menyatakan bahwa fasilitas peringatan yang dibutuhkan Bali masih sangat kurang. Idealnya, harus ada 41 titik peringatan tsunami.
Sekarang, pusat operasi InaTEWS yang baru akan menjadi pusat koordinasi pelaporan bencana di pulau ini, mengatasi kekurangan fasilitas sebelumnya.
Wisatawan Tetap Harus Waspada, Asuransi & Pengetahuan Darurat Itu Penting
Meskipun bencana jarang terjadi, wisatawan yang datang ke Bali tetap harus jaga keselamatan diri. Beli asuransi perjalanan yang mencakup bencana alam, dan pahami rute evakuasi serta rambu-rambu darurat.
Aktivitas gunung berapi di sekitar Bali cukup sering, misalnya Gunung Lewotobi di Kepulauan Flores yang beberapa kali meletus pada 2024 dan tahun ini, sempat mengganggu penerbangan ke Bali.
Memprediksi Gempa Masih Sulit, Ilmu Pengetahuan Belum Bisa Akurat
Pada Agustus 2024, BMKG sempat memperingatkan Indonesia untuk waspada terhadap tsunami jarak jauh yang mungkin dipicu oleh patahan besar Nankai di Jepang, tapi sekaligus menegaskan bahwa sains belum bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi secara tepat.
Kepala BMKG Bali, Cahyo Nugroho, bilang: ‘Kami tidak meramalkan gempa akan terjadi, hanya mengingatkan publik untuk tetap waspada.’

Di pantai Bali, perhatikan rambu evakuasi ini
FAQ Tanya Jawab
Apa itu sistem peringatan dini tsunami baru di Bali?
Itu adalah pusat komando peringatan baru yang didirikan pemerintah Indonesia, bisa menyebarkan informasi gempa dan tsunami dengan cepat ke masyarakat dan wisatawan.
Apakah Bali sering gempa atau tsunami?
Iya sih, Bali ada di jalur gempa, tapi kemungkinannya kecil meskipun risikonya tetap ada.
Gimana cara traveler melindungi diri?
Beli asuransi perjalanan, hafalin jalur evakuasi dari tempat nginep, dan pantau pengumuman lokal.
Kalau bencana alam terjadi, ke mana aku harus mengungsi?
Ikutin petunjuk hotel atau pemerintah daerah menuju zona evakuasi tsunami, jauhi pantai.