Masalah kemacetan di Bali udah jadi rahasia umum. Nah, dengan datangnya musim hujan dan proyek jalan besar di pulau ini, para pemimpin daerah mulai khawatir berat. Mereka bilang, kondisi lalu lintas mungkin bakal tambah parah dulu sebelum akhirnya membaik.

Dulu, masalah lalu lintas di Bali cuma terpusat di sekitar Jalan Sunset, Kuta. Kadang-kadang Ubud atau area bandara juga macet. Tapi, sampai Agustus 2024, kemacetan udah menyebar ke seluruh pulau, kapan aja dan di mana aja.
Mulai dari pusat Denpasar sampai Canggu, dari Jimbaran ke Uluwatu, terus dari Ubud ke Kintamani — semua daerah ini makin tertekan sama lalu lintas. Ini jadi masalah pelik yang susah banget diatasi pemerintah setempat.
Dalam wawancara sama media, Kepala Dinas Perhubungan Bali, Nyoman Arthaya Sena, bilang kalau kemacetan udah jadi masalah ‘klasik’. Dan inti masalahnya justru yang bikin susah dicari solusinya.
Akar masalahnya ada di jalanan yang terlalu penuh kendaraan. Semakin banyak orang beli kendaraan buat usaha, terutama yang terkait pariwisata, tekanan lalu lintas pasti makin parah.
Meskipun pariwisata Bali berkembang pesat, infrastrukturnya nggak ikut upgrade. Jalan-jalan desa yang sempit sekarang harus nampung kendaraan sebanyak jalan tol. Akibatnya, titik-titik kemacetan muncul di mana-mana. Meskipun Sena udah ngusulin strategi manajemen lalu lintas kayak nambah lampu merah, sistem satu arah, dan bundaran, masalah ini susah banget diatasi dalam waktu dekat.

Salah satu solusi yang disarankan Sena adalah membatasi truk dan kendaraan berat masuk ke kawasan wisata dan pusat kota di jam-jam tertentu. Dia ngegas, buat nerapin ini, perlu nambah banyak tempat parkir di sekitar kawasan wisata dan pusat kota.
Sena jelasin, ‘Ini perlu pertimbangan menyeluruh. Pas masuk kota, harus ada pusat parkir truk, biar berat kendaraan nggak melampaui batas yang ditentukan.’
Selain jumlah kendaraan yang melonjak drastis, peningkatan truk dan kendaraan berat juga bikin arus lalu lintas makin lambat, sekaligus memperparah kerusakan jalan — lubang di mana-mana dan aspal yang sudah retak makin parah.
Tapi, Sena bilang penyebab macet lainnya adalah bertambahnya jumlah kendaraan pribadi. Katanya, begitu musim hujan tiba, makin banyak turis yang milih naik mobil daripada motor biar nggak kehujanan.
Baca juga: Kapan Musim Hujan di Bali Mulai?
Usulan Sena buat membatasi truk masuk ke kawasan wisata dan pusat kota dianggap banyak orang sebagai langkah positif. Tapi, pelaku industri konstruksi mungkin bakal kurang setuju.
Pembatasan truk masuk ke titik bongkar muat artinya perusahaan logistik harus evaluasi ulang model operasional mereka. Ini juga butuh penegakan aturan yang lebih ketat dan penambahan polisi lalu lintas di titik-titik strategis.

Seiring makin ramainya diskusi soal macet di Bali, turis perlu tahu kalau polisi lalu lintas udah mulai ngadain razia dadakan di kawasan wisata utama. Tujuannya buat ngecek kelayakan kendaraan, kelengkapan surat, asuransi, dan SIM.
Polisi juga bakal tilang pengendara yang langgar aturan kayak nggak pakai helm, ngebut, atau pakaian yang nggak sesuai buat naik motor. Razia ini udah mulai di Canggu dan bakal diperluas ke Kuta Utara dalam beberapa minggu ke depan.
Sementara itu, proyek kereta bandara Bali bakal mulai konstruksi September tahun ini (cek 【Salah Satu Rencana Perbaikan Transportasi Bali】Kereta Ringan Bali Mulai Dibangun September). Pemerintah udah ngasih peringatan kalau kawasan Kuta dan Seminyak bakal macet parah.