Intinya sih:
- Bali Selatan (Kuta, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, Nusa Dua, Sanur) sudah masuk zona overtourism, macet parah di musim ramai
- Mulai September 2024, proyek kereta bandara Bali dimulai, lalu lintas di Kuta dan Seminyak bakal makin parah
- Pemerintah berencana menyebar wisatawan ke wilayah utara, barat, dan timur
- Tips praktis: hindari puncak liburan seperti Natal-Tahun Baru, kasih waktu ekstra minimal 2x lipat perjalanan ke/dari bandara, cek panduan menghindari musim ramai
Bali terus jadi sorotan karena masalah overtourism, terutama di kawasan Bali Selatan yang makin padat akibat terlalu banyak wisatawan. Sejak 2023, Bali masuk daftar destinasi overtourism versi World Travel & Tourism Council, sejajar dengan Athena, Paris, dan Phuket.

Bali Selatan udah overtourism banget!
Awal 2024, Bali kembali jadi perbincangan karena jalan menuju Bandara Ngurah Rai macet parah sampai turis asing dan lokal terpaksa turun dari kendaraan dan jalan kaki ke bandara (peringkat kedua tersibuk saat liburan Natal-Tahun Baru. Nih, ada video kondisi jalan tol menuju bandara pada 29/12/2023). Menteri Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno, mengakui Bali Selatan kelebihan wisatawan dan berencana menyebar mereka ke utara, barat, dan timur untuk mengurangi tekanan. Langkah-langkahnya akan diumumkan September nanti.
Baca juga: Ternyata Bali punya lima musim ramai! Gimana cara liburan cerdas hindari keramaian?

Bali Selatan meliputi pesisir barat: Canggu, Seminyak, Kuta, Jimbaran, Uluwatu; dan pesisir timur: Nusa Dua, Sanur.
Selain itu, proyek kereta bandara Bali akan mulai dibangun September ini (cek 【Salah Satu Rencana Perbaikan Transportasi Bali】Kereta Ringan Bali Mulai Dibangun September). Pemerintah sudah memberi peringatan, kawasan Kuta dan Seminyak berpotensi macet parah.