Berita Bali|11/9/2026
🌋 Gunung Api Indonesia Meletus Beruntun, Akankah Bali Kena ‘Gempa Super’? Ahli: Nggak Ada Hubungan Langsung
Gunung Anak Krakatau sempat meletus terus-menerus selama sekitar 25 jam dari 4 hingga 6 September. Video-videonya viral di media sosial, dan bikin diskusi soal ‘apakah Bali bakal kena gempa super?’ kembali mencuat.
Tapi sampai sekarang nggak ada bukti kalau letusan Anak Krakatau bisa langsung memicu gempa besar di Bali.
Kata Kepala BPBD Provinsi Bali, gempa vulkanik akibat letusan gunung api itu lebih terkait sama aktivitas magma dan perubahan tekanan di dalam sistem gunung. Sementara gempa besar biasanya berasal dari pergerakan lempeng tektonik — dua hal yang beda penyebab.
Tapi bukan berarti Bali bebas risiko gempa, ya.
Bali berada di zona yang cukup aktif secara seismik. Di selatan ada zona subduksi, di utara ada Flores Back Arc Thrust. Data BMKG menunjukkan sepanjang 8 bulan pertama 2026, tercatat 852 kali gempa di Bali dan sekitarnya, dan sebagian besar magnitudonya di bawah 3,0.
Yang cukup penting, dua gunung berapi aktif di Bali saat ini — Gunung Agung dan Gunung Batur — masih dalam status normal.
Jadi traveler nggak perlu khawatir kalau dengar Anak Krakatau meletus, lalu mikir ‘Bali bakal kena gempa besar’.
Risiko gempa memang selalu ada, tapi sampai saat ini belum ada prediksi akurat yang bilang Bali bakal kena gempa super.
🏍️ MotoGP Lombok tinggal 29 hari lagi! Tiket sudah terjual 51%, beberapa hotel hampir full

Tahun ini MotoGP Mandalika mulai terasa panas banget.
Tinggal 29 hari lagi menuju MotoGP Mandalika 2026 yang digelar 9-11 Oktober, per 10 September tiket sudah terjual sekitar 51%. Pihak penyelenggara memperkirakan penjualan bakal makin cepat mendekati hari H.
Yang lebih perlu diperhatikan traveler adalah akomodasi.
Pihak The Mandalika bilang, beberapa hotel di sekitarnya sudah mencapai 90% bahkan 100% okupansi, dan pemesanan penginapan di sekitar Mandalika juga meningkat signifikan.
Tahun ini balapan akan digelar pada:
9–11 Oktober 2026
Diadakan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok.
Kalau kamu berencana mampir dari Bali ke Lombok buat nonton MotoGP, sekarang udah bukan waktunya ‘pikir-pikir lagi’.
Tiket dan akomodasi udah harus mulai diurus.
Apalagi jangan cuma lihat harga tiket balapannya aja, penginapan di sekitar Mandalika bisa jadi yang bikin budget membengkak.
🏨 115 Hotel di Bali Dapat Sertifikasi Tanggap Darurat! Gempa, Tsunami, dan Kebakaran Semua Masuk Pengecekan
Ini info yang menurutku cukup berharga buat traveler, tapi gampang banget terlewat.
Saat ini udah ada 115 hotel di Bali yang dapat sertifikasi tanggap darurat.
Hotel-hotel terkait harus lolos pemeriksaan yang mencakup 31 standar, mulai dari jalur evakuasi, sistem keamanan, sampai cara menangani tamu dalam situasi darurat seperti gempa, tsunami, dan kebakaran.
Hal ini jadi makin penting diperhatikan sekarang.
Soalnya letusan Gunung Anak Krakatau baru-baru ini bikin risiko vulkanik dan gempa di Indonesia kembali jadi sorotan, dan Bali sendiri juga termasuk daerah yang perlu waspada jangka panjang terhadap gempa, tsunami, dan aktivitas gunung berapi.
Buat para traveler, nggak perlu panik berlebihan sih.
Tapi pas booking hotel lagi, selain lihat:
Kolam renang, sarapan, pemandangan laut, ukuran kamar
Sebenernya bisa juga lihat satu hal lagi:
Hotel punya informasi evakuasi darurat yang jelas atau nggak.
Kalau beneran kena gempa atau kebakaran, ini bisa lebih penting daripada kamar yang lebih luas 10 meter persegi.
🌾 Musim kemarau beneran kering! Beberapa sungai di Bali turun drastis
Bali masih kena dampak musim kemarau.
Bali Post hari ini lapor, beberapa sungai di daerah aliran sungai Bali–Nusa Penida udah turun drastis, salah satunya Tukad Yeh Mawa di Tabanan turun sampai 98%.
Ini bukan berarti semua daerah di Bali kekurangan air, tapi nunjukin tekanan musim kemarau tahun ini terhadap sumber daya air.
Buat traveler, dalam waktu singkat biasanya nggak langsung kerasa sih kalau debit sungai turun.
Tapi kalau kamu nginep di:
Villa, villa dengan kolam renang, atau akomodasi di daerah terpencil
kemungkinan besar bakal lebih ngerasa dampak pasokan air dibandingkan nginep di hotel besar.
Dan ini juga jadi pengingat, Bali di bulan September nggak selalu menjamin cuaca ‘langit biru sempurna plus kering nyaman’ setiap hari; masalah sumber daya air di musim kemarau tetap ada.
Belum ada diskusi — jadilah yang pertama bertanya.