(Konten teks dan gambar berikut disediakan oleh anggota grup Chuang Ling Chun dan telah disetujui untuk diedit ulang oleh kami)

Gambar: disediakan oleh Chuang Ling Chun
Ikhtisar Perjalanan
- Tanggal perjalanan: 12–17 April 2023
- Pelancong: 2 orang (Ibu + pacarnya). Saya atur semuanya untuk Ibu, lalu mereka berdua jalan sendiri.
Persiapan Sebelum Berangkat
Dapat info berharga soal Bali dari grup Facebook, sekarang udah balik ke Taiwan, pengen share pengalaman Ibu biar bisa bantu orang lain rencanain liburan yang seru.
Kata Pengantar:
Ringkasan penting: Tips praktis merencanakan perjalanan Bali untuk orang tua — ① Visa, bea cukai, dan pajak turis semua diurus online sebelum berangkat, begitu sampai cuma butuh sekitar 30 menit buat keluar bandara; ② Bayar pajak turis online sering gagal pertama kali, tunggu sebentar lalu coba lagi pasti berhasil; ③ Kalau orang tua vegetarian, pastikan cari restoran vegetarian dulu sebelum masuk itinerary.
Karena mama sibuk kerja, aku yang atur perjalanan ini buat dia. Mama hobi banget fotografi, soal makanan sih nggak rewel, tapi dia vegetarian, jadi aku harus cari restoran yang menyediakan menu vegetarian duluan (mama tipe yang santai, asal kenyang dan nggak ada daging udah oke).
Visa + Bea Cukai + Pajak Wisatawan: Semua prosedur keberangkatan mereka aku urus online, jadi mereka cuma butuh waktu sekitar 30 menit buat keluar dari bandara.
Selain itu, pas bayar pajak wisatawan online, aku nemu kalau pembayaran pertama selalu gagal, harus nunggu bentar baru dicoba lagi baru berhasil.
Sopir + Pemandu Sewa Mobil: Aku pesanin mama mereka sopir sekaligus pemandu, namanya Ani sama suaminya. Di komunitas online, ada yang rekomendasiin bentuk layanan sewa mobil plus sopir merangkap pemandu, menurutku ini ide yang oke banget. Beruntungnya, aku berhasil booking Ani, dia dan suaminya jadi pemandu dan sopir kami.

Paling kiri Ani, paling kanan suaminya. Foto: Chuang Ling Chun
Baca juga: Panduan Lengkap Sewa Mobil Pribadi di Bali - Biaya, Cara Pesan, Kelebihan
Kata mama, Ani tuh murah senyum, ramah banget, dan fleksibel banget ngikutin jadwal bebas mereka. Ani dan suaminya udah kerja di Taiwan bertahun-tahun, jadi komunikasi sama dia juga lancar jaya. Harganya juga ramah di kantong, meskipun bentuknya pemandu plus sopir, tarif sewa mobilnya masih dalam kisaran standar. Kalau kamu mau kontak Ani, ID Line-nya agussolihin72.
Hari Pertama: Petualangan di Pura Uluwatu
Petualangan mama di Bali dimulai dari Pura Uluwatu. Meskipun cuaca kurang bersahabat, sayang banget nggak bisa lihat sunset, tapi mereka tetap ngerasain pesona mistis pura suci ini. Tadinya mau beli tiket tari api di tempat, tapi sayang udah habis semua, jadi nggak nonton pertunjukan tari api paling spektakuler di Bali.

Ilustrasi Tari Kecak Uluwatu
Baca juga: Tari Kecak Api – Pertunjukan Spektakuler Wajib Nonton di Bali (lengkap info tiket)
Hari pertama, aku ngajak mereka nginep di PinkCoco Uluwatu. Hotel ini dari luar sih agak norak, tapi dijamin bisa dapet foto-foto estetik pink di setiap sudut.

PinkCoco Uluwatu
▶Link booking PinkCoco Uluwatu
Hari Kedua: Petualangan di Negeri Dongeng Ubud

Foto: Chuang Ling Chun
Ani tahu mamaku suka foto-foto, jadi dia rekomendasiin paket ayunan. Harganya 400k per orang, plus sewa dress 200k — worth it banget! Fotografernya jago banget ngambil angle. Hitung-hitung, cuma USD$39 (600k) per orang udah bisa dapet foto secantik itu. Buat kamu yang mau foto kayak bidadari, wajib sewa dress ya. Roknya panjang dan lebar, bikin efek melayang di udara jadi maksimal.
Promo ayunan Ubud di sini:

Foto: Chuang Ling Chun + screenshot internet
Malamnya, nginep di Mason Elephant Lodge. Pengalaman deket-deketan sama gajah di sini beneran unforgettable. Sepuluh tahun lalu aku pernah nginep di sini, dan kenangan indah itu masih nempel banget di hati. Kali ini beruntung bisa lebih dekat sama gajah. Kata mama, salah satu momen yang paling berkesan adalah pas makan malam, gajah langsung nganter mereka dari kamar ke restoran. Lebih lucky lagi, pas mereka nginep ada acara ulang tahun bos hotel, dan mereka diundang gratis buat ikut dinner.
Buat kamu yang suka gajah, ini pengalaman yang wajib coba banget. Taman gajah ini terasa memperlakukan gajah dengan baik, bukan cuma dijadikan alat cari duit — pendapatannya juga dipakai buat konservasi gajah Sumatera. Selain naik gajah dan mandiin gajah, nggak ada pertunjukan hewan lain, jadi buat yang khawatir soal etika, tenang aja. Kamu juga bisa beli buah seharga USD$3 buat kasih makan gajah langsung. Kalau mau naik gajah sambil makan, harus makan di area taman (bisa pilih paket yang sudah termasuk makan pas booking, atau beli tambahan). Buat yang nggak mau keluar biaya tambahan, tetap bisa deket-deket sama gajah dan merasakan betapa jinak dan lucunya mereka. (Catatan: mulai 2026, aktivitas naik gajah di seluruh Bali sudah dilarang total.)
Hari Ketiga: Mendaki Gunung Batur

Foto: milik Chuang Ling Chun + screenshot internet
Aku atur mereka naik jeep ke Gunung Batur — ini pengalaman unik banget, nggak ada di tur Taiwan mana pun yang pernah mereka ikuti. Sangat recommended buat dicoba!
Malamnya, aku nginep di Oculus Bali Hotel, dan dari jendela bisa lihat pemandangan danau kawah yang megah — bikin hati adem banget.

Oculus Bali
▶Link Booking Oculus Bali Trip Booking
Hari Keempat: Jelajahi Pura Ulun Danu & Sawah Terasering Jatiluwih

Pura Ulun Danu dan Sawah Terasering Jatiluwih — foto dari internet
Mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan dan sawah terasering Jatiluwih memang perjalanannya lumayan jauh, tapi pemandangannya super cantik banget. Kalau waktumu mepet atau nggak terlalu suka perjalanan panjang, mungkin bisa dipertimbangkan lain kali aja.
Aktivitas seru di area sawah terasering:
Tur Tengah Bali Sehari: Tegalalang Rice Terrace & Monkey Forest & Goa Gajah
Baca juga:
Panduan Lengkap Ubud Bali 2026: 100 Cara Mendalami Pesona Ubud | Eksplorasi Pesona Ubud
Malamnya aku nginepin mereka di Grün Canggu Garden. Waktu pertama lihat desainnya pas booking, aku langsung jatuh hati. Tempat ini kayak treehouse gitu, lantai satu tangga, setengah jalan ada toilet dan kamar mandi, lantai dua balkon kecil, lantai tiga kamar tidur. Desain kamarnya super terbuka, selain toilet dan kamar mandi yang tertutup, area lainnya open space. Dikelilingi pepohonan, suara serangga dan burung, bikin kita serasa benar-benar di alam dan bisa menikmati liburan dengan santai.

Grün Canggu Garden
Hotel ini punya banyak tipe kamar yang bisa dipilih. Kalau kamu suka tipe tiga lantai kayak gini, pas booking harus perhatiin pilihannya ya.
▶Link Booking Grün Canggu Garden
Hari Kelima: Menginap Mewah di Malam Terakhir
Karena malam terakhir aku安排 mereka nginep di villa, kita pengen cepet-cepet masuk kamar. Hari itu guide Ani anter mereka jalan-jalan simpel ke Pura Tanah Lot dan beli oleh-oleh.

Pura Tanah Lot Foto: Chuang Ling Chun
Aku milih nginep di New Pondok Sara Villas di Seminyang, terutama karena harganya ramah di kantong. Kamar-kamarnya punya meja dan kursi dengan desain yang keren banget, jadi hasil fotonya oke juga. Meskipun murah, kualitas tempatnya nggak berkurang sama sekali. Selain itu, ibuku nemu tempat pijat kecil di dekat sini, harganya super worth it — cuma 100k IDR udah dapet pijat full body satu jam.

New Pondok Sara Villas
▶Link booking New Pondok Sara Villas Trip Booking
Hari Keenam: Pamit dari Bali
Karena siangnya mereka harus naik pesawat pulang, jadi ibuku dan rombongan pergi lagi ke tempat pijat yang sama jam 10 pagi buat menikmati pijatan. Abis itu balik ke villa, nunggu sampai jam 12 siang check-out.
Udah booking jemputan bandara online sebelumnya, sopirnya datang lebih awal, dan harganya terjangkau banget.
▶Klook rating tinggi banget: Jemputan Bandara Internasional Bali
Enaknya booking online, kita bisa pakai kartu kredit dan tahu pasti biayanya, jadi nggak perlu nyisihin uang tunai. Hari terakhir tinggal habisin semua rupiah! Kalau ke Bali lagi, pasti bakal pakai layanan ini lagi.
Catatan Akhir
- Kalau kamu suka manggis, wajib coba beli dan cicipi. Di supermarket, 12 biji manggis cuma 100 TWD (sekitar 3 USD), murah dan enak banget. Ibuku juga minta tour guide anter ke pinggir jalan buat beli durian — satu durian cuma 300 TWD (sekitar 10 USD). (Baca juga: Musim Manggis di Bali)
- Pas traveling di Bali, sering banget macet, dan kondisi jalannya kurang bagus. Jadi perkiraan waktu di Google Maps cuma buat patokan aja. (Baca juga: Jangan Percaya Google Maps di Bali!)
- Ibuku dan rombongan puas banget sama layanan Ani, jadi di hari terakhir mereka kasih tip tambahan buat Ani dan suaminya. Kami juga kasih tip buat porter dan tukang pijat sebagai ucapan terima kasih. (Baca juga: Perlu Kasih Tip di Bali? Cara Kasih Tip? Berapa Tip di Berbagai Situasi?)
- Pas naik mobil, minta sopir/tour guide anter ibuku dan rombongan tukar uang — dia bakal bawa ke tempat yang terpercaya. (Baca juga: Panduan Tukar Uang untuk Traveler)
- Di lokal, harga SIM card 600 TWD (sekitar 19 USD) dengan kuota 18GB, sedangkan roaming 5GB seharga 499 TWD (sekitar 16 USD). Aku saranin pakai roaming aja, karena selama perjalanan ibuku nggak perlu cari data, dan sebagian besar hotel kasih Wi-Fi gratis. 5GB udah cukup banget. (Baca juga: 【Wajib Bawa ke Bali】Cara Urus Internet/SIM Card di Bali?)
Mama bilang perjalanan kali ini seru banget, dia suka banget motret. Dia khusus memuji hotel-hotel yang aku pilih semuanya oke punya, masing-masing punya keunikan sendiri, jadi dia bisa motret banyak foto cantik. Buat dia, asal bisa banyak motret, itu udah liburan yang sukses.
Dia merasa satu-satunya penyesalan adalah nggak lihat sunset di Pura Uluwatu! Tapi setelah nyoba ayunan di Ubud, teman-temannya pada puji foto-foto dia cantik.
Sewa mobil pribadi di Bali bikin dia merasa bebas dan nyaman, plus harganya murah banget. Cuma satu kekurangannya soal makanan, dia kurang suka bumbu Bali yang kuat, pengennya ada pilihan yang lebih rendah minyak dan garam.
Liburan ke Bali kali ini penuh kejutan dan kenangan indah, mulai dari jelajah pura, naik gunung berapi, sampai dekat-dekat sama gajah, setiap momen terasa berkesan. Semoga cerita perjalanan Mama ini bisa jadi referensi dan bantuan buat traveler yang mau ke Bali. Nggak sabar buat kembali lagi ke pulau surgawi ini.
Panduan Liburan ke Bali Bareng Orang Tua:
- Episode 1: Panduan Liburan ke Bali untuk Lansia - Aman, Nyaman & Tips Penting
- Episode 2: Rekomendasi Tempat Wisata Bali yang Ramah Lansia
- Episode 3: Tingkah Orang Tua Bisa Bikin Geleng-Geleng!? Bawa Mereka Liburan ke Luar Negeri, Hati-Hati ‘Repot Dapat Caci Maki’
Kamu pikir itinerary yang disusun Ling Chun buat Mama seru? Yuk, rencanain liburan Bali versi kamu sendiri! Jangan lupa juga kirim cerita perjalanan kamu ke grup ya!

Klik di sini buat lihat lebih banyak cerita seru dari Bali
Kamu juga pengen nulis cerita perjalanan tapi bingung mulai dari mana? Coba deh lihat panduan “Cara Nulis Cerita Perjalanan Bali yang Keren”, biar ceritamu makin kece!