Apakah kamu juga punya kebiasaan ini? Buka Airbnb, cari villa dengan kolam renang keren di Bali, harganya lebih murah separuh dari hotel, langsung bayar tanpa pikir panjang. Lalu menunggu hari keberangkatan dengan perasaan senang…

Tunggu dulu. Di tahun 2026, kebiasaan ini bisa bikin kamu kehilangan uang muka, atau bahkan sampai di Bali baru sadar kalau tempat yang kamu booking ternyata tidak bisa dihuni.
Apa yang Sedang Terjadi dengan Airbnb di Bali?
Semua ini berawal dari ketidakpuasan Gubernur Bali terhadap Airbnb. Pemerintah Bali memperkirakan, saat ini ada lebih dari 2,000 properti sewa jangka pendek ilegal yang beroperasi di platform seperti Airbnb. Para pemiliknya tidak membayar pajak hotel 10%, tidak punya izin legal, bahkan ada yang dibangun di lahan pertanian atau tanah ilegal. Bagi hotel berizin, ini jelas persaingan tidak adil. Gubernur Wayan Koster sampai mengusulkan untuk memblokir operasi Airbnb di Bali—meskipun pemerintah pusat Indonesia akhirnya menolak larangan total, Bali malah menerapkan aturan yang lebih ketat: Sebelum 31 Maret, semua properti sewa jangka pendek yang terdaftar di platform online harus menyelesaikan pendaftaran legal dengan pemerintah Indonesia, atau akan dihapus paksa. Apa artinya bagi traveler? Jujur saja, risikonya lebih besar dari yang kamu bayangkan. Diperkirakan lebih dari setengah properti di Airbnb Bali saat ini tidak memenuhi persyaratan. Setelah batas waktu Maret, gelombang penghapusan besar-besaran kemungkinan akan terjadi. Masalahnya: tidak ada yang bisa menjamin tempat yang kamu booking sekarang akan tetap ada setelah batas waktu ini.
Kemungkinan yang Bisa Terjadi:
- Beberapa hari sebelum keberangkatan, pemilik tiba-tiba dapat pemberitahuan penghapusan, dan booking kamu dibatalkan.
- Sampai di Bali, baru tahu kalau villa itu sudah disegel oleh pihak berwenang.
- Properti ilegal tidak punya asuransi, jadi kalau ada masalah, kamu tidak bisa minta bantuan.
- Beberapa bangunan ilegal bahkan dibangun di lahan hijau yang dilindungi—tempat seperti ini tidak legal, apalagi untuk ditinggali. Pada Juli 2025, gubernur bahkan secara langsung mengawasi pembongkaran 48 bangunan ilegal di Pantai Bingin. Ini bukan sekadar omongan.
Bukan berarti kamu tidak boleh booking Airbnb, tapi di waktu seperti ini harus lebih hati-hati. Saya tidak bilang kamu harus menghindari Airbnb sama sekali. Pengalaman menginap di villa Bali memang sulit digantikan oleh hotel. Sensasi berenang di infinity pool sambil melihat matahari terbit di tengah sawah adalah alasan banyak orang ketagihan.
Tapi di masa transisi peraturan yang kacau ini, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan sebelum booking:
1. Langsung tanya pemilik tentang nomor izin Properti legal punya NIB (Nomor Induk Berusaha) atau nomor registrasi Pondok Wisata. Kalau tidak bisa memberikan nomor? Mending cari tempat lain. 2. Pilih properti dengan “jaminan pembatalan penuh” Kalau terpaksa dibatalkan, setidaknya kamu bisa dapat refund penuh, jangan pilih opsi “tidak bisa refund”. 3. Beli asuransi perjalanan yang mencakup pembatalan akomodasi Sekarang banyak asuransi perjalanan yang punya perlindungan “pembatalan akomodasi mendadak”, sangat worth it untuk dibeli di periode ini. 4. Pertimbangkan hotel atau resort berizin yang punya brand terpercaya Kalau itinerary kamu padat, atau traveling bareng orang tua atau anak, lebih baik pilih hotel resmi biar lebih tenang, tidak perlu khawatir booking tiba-tiba hilang.
Rekomendasi Kami

Periode transisi dari akhir Maret sampai Juni adalah masa paling kacau untuk pasar Airbnb di Bali. Kalau rencana liburanmu jatuh di periode ini, saya sangat menyarankan untuk lebih berhati-hati. Bukan berarti kamu tidak boleh pergi, tapi pastikan kamu pergi dengan tenang. Bali layak dinikmati dengan kondisi terbaik—bukan langsung stres begitu turun pesawat karena masalah booking.